• Become an activist

    If you gonna make it better

  • Next Meeting

    23/08/2017

  • Yout Support

    May Help Us

Tanmia Berbagi Dengan Rakyat Palestina

peduli palestina2

Ta’awun saling tolong dan sokong adalah perintah syariat kepada seluruh kaum muslimin, untuk saling perhatian dan meringankan beban satu sama lain meskipun dalam kondisi – kondisi tertentu kita sendiri pun dalam keadaan yang memerlukan bantuan pula.

Sungguh hati berbahagia bila kita bisa membantu dan meringankan beban yang di derita oleh saudara seiman kita yang barangkali kesulitan yang dihadapi lebih berat dari kita, rakyat Palestina sudah dijajah oleh israel sejak 1967 kurang lebih 54 tahun sudah mereka dijajah dan belum menikmati indahnya kemerdekaan dan kebebasan hingga hari ini.

Namun Allah memberikan keberkahan pada tanah air mereka, keimanan mereka kuat dan generasi mereka juga hebat, tidak heran bila setiap rumah mereka mesti ada yang hafal Al Quran di dalamnya.

Mendapat kesempatan untuk membantu saudara seiman kita yang berada di tanah penuh berkah itu ada kebahagiaan tersendiri, karena kita bukan hanya membantu masyarakat biasa namun kita membantu para pejuang menghadapi penjajah dan membantu para hafizh Al Quran.

Walau apa yang kita berikan kepada mereka tidaklah besar namun bukan nilai materinya yang dilihat akan tetapi ini adalah wujud kepedulian dan loyalitas kita kepada kaum muslimin di sana.

Ucapan salam dan ribuan terima kasih disampaikan oleh perwakilan rakyat Palestina untuk rakyat Indonesia wa bil khusus bagi yang telah ikut partisipasi membantu mereka menghadapi kesulitan di negeri mereka.

Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam donasi untuk Palestina, semoga Allah menerima amal shaleh kita semuanya dan semoga Allah memudahkan semua urusan kita semuanya, Aamiin ya rabbal alamin.

Bukhari Abdul Muid
Ketua Yayasan

 

Sumur Wakaf 3

Sumur Wakaf Untuk Para Santri Di Kepulauan Sula, Maluku Utara

Sumur Wakaf

Giat misi kegiatan Tanmia Foundation di Kepulauan Sula masih berlangsung dengan pembuatan sumur wakaf di Pesantren Al-Fatah Wai Lau dan Madrasah Dinniyah Jabal Rahmat Wai IPa, keduanya dapat ditempuh sejauh perjalanan 10 KM dari Sanana Ibukota Kepulauan Sula.

Pembuatan sumur bor sudah dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan dan hasil assessment di lokasi, dengan dimulainya 2 titik sumur di Pesantren dan Madrasah sejak ( 27/07/2021).

Debit air laik konsumsi dan kondisi air yang berbeda-beda di sejumlah titik daerah Kepulauan Sula menjadi bagian prioritas utama untuk dilakukan assessment, terlebih lagi tingginya kebutuhan air untuk mendukung kegiatan pendidikan pesantren berjalan.

Untuk daerah pesisir pemukiman kota Sanana kondisi air banyak terkandung seng dan besi sehingga banyak warga yang memilih untuk menggunakan saluran air dari PDAM daripada sumur. Tapi tidak untuk daerah-daerah lainnya masih menggunakan sumur gali atau pun saluran air perbukitan inisiatif warga setempat.

“Ketika seketika waktu listrik sering padam dan saluran air dari PDAM mati bersamaan disitulah banyak kegiatan santri terhambat dan mau tidak mau harus mengambil air di sungai ataupun di pesisir pantai, itulah yang kami alami selama ini jelas Ilyas, salah satu Ustadz pengasuh pesantren Al-Fatah pada relawan di lokasi.

Pesantren Al-Fatah mengadakan kegiatan KBM belajar setingkat tsanawiyah yang sudah berdiri sejak 2007, kini memiliki santri sejumlah 90-an yang berasal dari berbagai daerah pelosok Pulau Sulabesi dan Mangoli.

Berbeda halnya, dengan Madrasah Dinniyah Jabal Rahmat yang dikelola oleh Zuleha Valhum bahwasanya dengan adanya pembuatan sumur bor yang berada di pemukiman Madrasah Diniyah setidaknya dapat membantu kelangsungan kegiatan pendidikan yang didalamnya juga berdiri kegiatan pendidikan anak-anak Raudhatul Athfal Bukit Rahmat.

“Ajaib Alhamdulilah, baru kami berdoa ditengah hari Idul Adha ini akan keinginan membangun saluran air untuk mendukung kegiatan anak-anak Dinniyah yang sudah lama terhambat akhirnya Allah mudahkan dengan adanya program sumur wakaf dari para muhsinin Tanmia Foundation. Semoga Allah membalas segala kebaikan dan alirkan langsung jariyahnya kepada para dermawanya”, pungkas Zuleha saat serah terima sumur di lokasi madrasah.

Pembuatan sumur lainya di kepulauan Sula masih akan berlanjut seiring dengan distribusi program Tanmia Foundation lainnya berupa wakaf Iqra’ dan Qur’an, panel listrik dan pakaian layak pakai yang direncanakan akan menuju Pulau Taliabu sebagai wilayah pemekaran Kepulauan Sula.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

 

Qurban-mangoli

Suka Duka Antarkan Hewan Kurban di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula

Qurban-mangoli

Penyaluran hewan kurban dari Tanmia Foundation di Kabupaten Kepulauan Sula memasuki hari-hari tasyrik ( 11-13 Dzulhijjah ) dari sejumlah distribusi hewan yang diagendakan. Sejak takbir hari raya hingga hari tasyrik pertama dan kedua ini, belasan hewan kurban jenis kambing disebar ke sejumlah desa-desa di kecamatan dengan waktu pendistribusian mulai dari pagi hingga malam hari.

“Untuk hari tasyrik ini amanah kurban satu ekor sapi disalurkan ke perkampungan pesisir Pelita Jaya pemekaran desa Kobo yang berada di Kecamatan Mangoli Utara Timur Pulau Mangoli. Perjalanan akan ditempuh dengan bodi ( perahu sampan menurut warga setempat ) akan ditempuh selama 1,5 jam melintasi Selat Mangoli” ungkap Irawan relawan yang mengantarkan tim Tanmia Foundation ke lokasi Rabu (21/7/2021).

Pagi yg cerah mangawali perjalanan ke Mangoli dengan harapan lancarnya suasana syi’ar penyembelihan hewan kurban di lokasi bersama warga setempat akan segera selesai karena pada sore harinya harus segera pulang, mengingat esoknya lagi masih ada daerah-daerah pesisir yang harus harus ditunaikan amanah kurbanya.

Matahari tinggalah naik beranjak waktu dzuhur seiring tiba rombongan di lokasi. Adzan dzuhur pun terdengar hanya sebatas suara lantunan dalam masjid saja karena di Mangoli listrik hanya ada diwaktu malam saja sampai pagi selebihnya padam. Jarak antar perkampungan pun masih belum sepenuhnya bisa diakses lewat jalan darat sehingga sampan menjadi pilihan transportasi antar perkampungan dalam aktivitas sehari-harinya.

Qurban-mangoli3

“Alhamdulillah, masih ada kepedulian terhadap masyarakat kami yang tinggal di pulau untuk merasakan bahagia memotong hewan kurban di tahun ini”, ujar Fadli Sekdes setempat mengucapkan rasa terima kasihnya.

Ada ukhuwah saling menyambung persaudaraan bersama warga setempat yang bergotong-royong menyemarakkan suasana penyembelihan sapi kali ini. Rasa bahagia pun menyeruak kembali dibalik senyum para warga setempat karena tahun ini memang belum ada darah hewan kurban yang mereka tumpahkan.

Menurut bapak imam masjid, ada 150 KK warga yang mendiami perkampungan pesisir yang direncanakan akan menerima manfaat kurban dari para shahibul kurban Tanmia Foundation.

Ada bahagia bercampur haru menceritakan proses pendistribusian sapi kurban ke Pulau Mangoli karena proses perjalananya tersebut bukan hal yang relatif mudah dijangkau. Desa-desa terpencil tersebar saling berjauhan sepanjang pesisir dan menyelinap dibalik-balik bukit. Ditambah lagi keadaan umum Kepulauan Sula yang tak pernah mengenal jeda musim, geografisnya di tengah perairan lautan Banda memicu hujan lokal yang turun bisa sepanjang hari ditambah perubahan musim angin yang tidak bisa diperkirakan sewaktu-waktu tiba-tiba berubah ditengah laut. Terlebih dalam perjalanan sepulangnya dari Mangoli sejak berlabuh riak gelombang dan angin sudah terasa mengiringi sepanjang perjalanan pulang.

Mangoli sebagai bagian terbesar wilayah daerah Kepulauan Sula yang menjadi salah satu kendala adalah akses jalan dan jaringan, juga cuaca yang sewaktu-waktu berubah menjadi bagian medan yang berat untuk menuju ke sejumlah daerah perkampungan.

“Gumpalan awan gelap pun tiba-tiba datang bersama angin membawa hujan lebat, tidak luput rombongan kami pun basah kuyup bersama bodi sampan melewati kondisi cuaca menegangkan sepanjang perjalanan. Alhamdulillah, kuasa Ilahi memberi selamat dan melindungi perjalanan kami sampai tujuan dermaga pulang”, tutur Umrawi relawan Tim Tanmia langsung di lapangan.

Hanya sebagian daerah saja di Mangoli yang bisa di akses jalan darat sehingga tim harus menggunakan bodi sampan untuk mencapai lokasi. Meski demikian, semua kendala itu tidak menjadikan alasan pendistribusian terhenti. Mengingat sejak awal panitia pendistribusian sudah berkomitmen untuk menyampaikan amanat hewan kurban pada perkampungan masyarakat di Pulau Mangoli.

Semangat syi’ar ibadah qurban ke pedalaman Kepulauan Sula sejak awal sebagai wasilah menyambung ukhuwah dan menguatkan persaudaraan untuk kejayaan ummat di berbagai belahan pelosok negeri khususnya di Hari Raya Idul Adha. Hal ini sebagaimana salah satu tujuan misi menumbuhkan kepedulian dan meningkatkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Hari-hari semarak ibadah penuh makna terus berlanjut, pendistribusian hewan kurban dari Tanmia Foundation untuk pedalaman Kepulauan Sula berjumlah totalnya 2 ekor sapi dan 30 ekor kambing, dijadwalkan berakhir pada hari terakhir tasyrik ini Jum’at ( 23/07/2021 ).

Ali Azmi
Relawan Tanmia

qurban peduli

Syi’ar Idul Adha Antarkan Kebahagiaan Di Pedalaman Kepulauan Sula

qurban peduli

Idul Adha selalu jadi momen-momen bahagia yang ditunggu oleh segenap umat muslim di seluruh pelosok tanah air, tak terkecuali bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah kepulauan yang berada di tengah lautan.

Tanmia Foundation pada tahun ini, menginisiasi program qurban di pedalaman Kepulauan Sula Maluku Utara melalui launching program Maluku Berqurban yang akan menjadi bagian syi’ar ibadah qurban kali ini. Perlu diketahui, Kepulauan Sula adalah salah satu wilayah kabupaten di Provinsi Maluku Utara paling selatan yang terdiri dari dua pulau besar, yakni Pulau Sulabesi yang didalamnya ada kota Sanana sebagai pusat ibukota Kepulauan Sula dan satunya lagi Pulau Mangoli sebagai pulau terbesarnya.

Perjalanan ke Kepulauan Sula bisa ditempuh perjalanan laut dari Ibukota Ternate selama 12-15 jam sejauh jarak 350 KM melalui penyeberangan laut. Untuk masa pendemi ini jalur udara masih tutup sampai waktu yang belum ditentukan.

qurban peduli

Daerah distribusi qurban Tanmia Foundation di Kepulauan Sula akan menyasar daerah-daerah pesisir dan perkampungan pedalaman diantaranya desa-desa di wilayah Sulabesi Tengah, Sulabesi Selatan, Sulabesi Timur dan daerah-daerah di Pulau Mangoli dimana mereka tinggal di daerah yang jauh dan sulit diakses baik jalan transportasinya maupun jaringan sinyal. Sebagian daerah listrik baru menyala dua tahun terakhir ini dan sebagiannya lagi listrik penerangan masih beroperasinya hanya dimalam hari saja selebihnya mati.

Pada tahap hari pertama hari raya Idul Adha 1442 H, segenap tim relawan Tanmia Foundation mengadakan pemotongan hewan qurban di beberapa desa, salah satunya di Desa Sekom Sulabesi Selatan dan Desa Fatkauyon Sulabesi Timur.

qurban peduli

Bagi mereka yang sudah mampu berkurban kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat pedalaman ini sebuah harapan kebahagiaan. Berdasarkan rilis resmi Tanmia Foundation, hewan yang bisa dihimpun ada 3 ekor sapi dan 36 kambing qurban yang akan di distribusikan hingga berakhirnya hari tasyrik ini.

Lewat kebaikan para shohibul yang antusias untuk berkurban kali ini mampu menggugah senyum ditengah kegundahan banyak masyarakat yang terdampak akibat pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

“Memang ditengah kondisi pandemi Covid-19 ternyata kesadaran masyarakat kampung dalam menunaikan perintah berkurban terbilang rendah, namun demikian bahagia itu datang di akhir-akhirnya dengan kurban yang disalurkan oleh Tanmia yang datang mengejutkan”, tutur Kisman Duwila, Kades masyarakat Sekom pada relawan di lokasi.

Distribusi qurban memang diwarnai berbagai kisah cerita unik dan heroik di Idul Adha tersebut, tapi terpenting dari itu semua semata-mata adalah meluruskan niat demi meraih keridhaanNya dimana amanah mengantar hewan kurban ini adalah bagian menebar kebaikan untuk kejayaan ummat biarpun diwarnai dengan menerjang lautan, hingga masuk ke wilayah desa-desa yang ada dibalik bukit pedalaman.

Berdoa sembari berharap semoga banyak penerima manfaat qurban yang dapat ditemui dan merasakan nikmatnya daging kurban. Bisa jadi senyum dan doa kebahagiaan mereka adalah pelepas setiap kesedihan dan pelindung kita dari segala musibah.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Paket Wakaf Qur’an dan Kemanusiaan Tanmia Foundation Diberangkatkan Ke Maluku Utara

Wakaf Qur'an 4

 

Lembaga sosial nirlaba Tanmia Foundation memberangkatkan paket wakaf dan kemanusiaan untuk wilayah pedalaman kepulauan di Maluku Utara pada ( 14/07/2021).

Pengiriman paket wakaf terdiri dari mushaf Al-Qur’an dan Iqra, pakaian layak pakai dan panel listrik tenaga surya yang akan ditujukan ke berbagai titik wilayah pedalaman yang masih minim fasilitas listrik peneranganya.

Paket wakaf seberat hampir 2 ton tersebut diberangkatkan melalui kontainer ekspedisi muatan kapal laut menuju pelabuhan Ternate kemudian dilanjutkan ke pulau-pulau terpencil di sekitar Maluku Utara.

“Ini kepedulian luar biasa dari para muhsinin dengan sebesar berapapun bantuan dan dukunganya untuk peduli memperhatikan dakwah pada kaum muslimin dan ummat daerah”, ujar Ustadz Bukhori melepas keberangkatan pengiriman paket wakaf.

Wakaf Qur'an

Pantauan di lokasi pelabuhan bahwa pengangkutan paket wakaf langsung menuju depo kontainer sebelum loading masuk ke kapal untuk diberangkatkan.

“Jadikan kepedulian ini momentum untuk saling ta’awun menguatkan ukhuwah kebersamaan sesama kaum muslimin untuk saling menolong,” imbuh Ustadz Aniq pihak Tanmia pada para muwakif.

Selain distribusi paket wakaf yang disebutkan diatas Tanmia Foundation juga waktu dekat ini mendistribusikan hewan qurban di berbagai lokasi di kepulauan Maluku Utara, terutama di Kepulauan Sula Mangoli dan Taliabu dalam rangka syi’ar pelaksanaan ibadah hari raya idul Adha tahun 1442 H ini.

Akhirnya saat itu juga diadakan pelepasan pengiriman paket wakaf yang sudah disiapkan secara simbolik lalu kemudian diberangkatkan menuju lokasi tujuan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Sumur Wakaf Telah Mengalir, Ceria Untuk Para Santri Rumah Tahfidz Al-Husna

 

Aktivitas Rumah Tahfidz Qur’an Al-Husna Kutoarjo kembali beraktivitas melakukan kegiatan belajar rutinitas sebagaimana sebelumnya.

Tahap finishing renovasi bangunan joglo akan segara usai juga seiring mengalirnya air sumur wakaf Tanmia Foundation dengan instalasi penampunganya yang sudah terpasang saat ini.

Rumah Qur’an yang berlokasi di Desa Pacor, Kecamatan Kutoarjo sudah berlangsung normal kembali untuk membina generasi Qur’an pada Senin (5/7/2021).

Terselenggaranya kegiatan Rumah Qur’an adalah pilihan program utama yang kelak akan menjadi tempat terbaik untuk membentuk para generasi penerus dan khalayak masyarakat dimulai dengan menjaga Alquran dengan hafalan dan amalan.

Adapun kegiatan pembinaan keagamaan di Rumah Tahfidz Al-Husna bersifat terbuka untuk umum dengan menyelenggarakan kegiatan TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an) pembelajaran membaca Al-Qur’an dari tingkat anak sampai dengan dewasa.

Juga kegiatan pembinaan materi keislaman yang memudahkan masyarakat berbagai pihak untuk turut serta belajar.

Ustadz Saifudin sebagai salah satu pengelola dan pengajar mengatakan kegiatan pembinaan mulai aktif kembali dan anak-anak sudah mulai ceria dalam raut wajahnya. “Setelah beberapa waktu pandemi vakum, kini pembinaan kegiatan anak-anak mulai aktif dilaksanakan kembali.

 

“Alhamdulilah anak-anak sudah mulai ceria kembali, apalagi fasilitas asrama bertambah setelah beberapa saat kegiatan ini tidak rehat sejenak karena renovasi dan pembangunan asrama. Di era new normal ini insyaAllah kita sudah aktif tiap hari. Terimakasih pada semua pihak dan muhsinin Tanmia Foundation atas kontribusinya mengalirkan wakaf sumur bersama instalasi air penampungan semoga Allah membalas semua kebaikannya. aamiin,” ucapnya pada pihak Tanmia.

 

Kebahagiaan Santri Pesantren Nurul Amin Pulau Sakala, Wakaf Sumur Air Bersih Dari Tanmia Foundation

Wakaf Sumur 4

Pengeboran Sumur Wakaf Tanmia Foundation di Pesantren Nurul Amin Masyarakat Pulau Sakala , Madura memasuki tahap finishing pada 20 /06/2021.

Pesantren yang berada di tengah-tengah Dusun Mandar Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Kepulauan Madura adalah bagian kebanggaan warga setempat untuk anak-anak mereka mengeyam pendidikan. Adanya pembangunan sumur bor serasa melepas bahagia setelah penantian panjang untuk mendapatkan akses air bersih yang cukup sulit.

“Alhamdulillah usai Syawal 1442 H program wakaf sumur Tanmia Foundation hadir dengan semangat kebaikan tanpa batas menghimpun para donatur, hadirkan sumur bor untuk pesantren dan kebutuhan masyarakat di sini. Insha Allah para santri dan masyarakat tidak akan kesulitan lagi air bersih, apalagi harus sampai keluar tenaga dan biaya ditengah kondisi seperti ini ” ujar Ulum staf di pesantren pada pihak Tanmia.

Menjangkau pulau Sakala menghabiskan waktu perjalanan laut selama 2 – 3 hari untuk sampai di lokasi, setiap kali senja menjelang banyak warga harus rela menginap menunggu datangnya kapal di pelabuhan baik ke dan dari Sumenep sebagai ibukota kabupaten.

Kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi sudah berlangsung sejak lama sehingga masalah air layak konsumsi sangat vital terutama untuk para santri yang sekarang berjumlah ratusan mulai dari berbagai tingkatan.

“Saya sangat terkesan dengan kepedulian Tanmia Foundation dimana awalnya kami susah dgn air minum santri, lalu dengan dengan bantuan wakaf ini walaupun di alirkan langsung dari sumur dan di konsumsi langsung oleh santri kami sangat terbantu”, jelas Ust Asmawi selaku pengasuh pesantren yang berdiri sejak 1987 tersebut.

Menurut, Asmawi yang juga bagian pemuka agama masyarakat kampung Mandar, harapan mendapatkan fasilitas sarana air adalah bagian impian yang kini bisa terwujud. Namun, ia kemudian sangat bersyukur dan berterima kasih ketika Tanmia Foundation yang menyambangi kampung mereka untuk melakukan upaya pengadaan sumur bor.

Bagi warga pesantren kehadiran wakaf sumur menjadi berkah yang tidak terduga, titik terang pahala jariyahnya mulai terlihat saat air mengucur dari ujung pipa. “Mulai saat ini, santri sudah bisa menikmati air bersih. Harapannya juga kedepan semoga Tanmia ada melimpahkan rezeki agar air sumur ini lebih aman lagi di konsumsi oleh santri dan masyarakat dengan membantu kami di pesantren alat penyaringan sehingga menjadi air bersih”, tutup Asmawi dalam mengakhiri pembicaraanya via selulernya.

Asmawi dan warga lain sudah berpuluh tahun bercita-cita mendirikan sebuah harapan pesantren karena latar belakang masyarakat tertinggal dalam hal pendidikan agama Islam dan jauhnya jarak tempuh ke lembaga-lembaga yg maju di perkotaan.

Baginya pendidikan adalah hal yang istimewa bagi penduduk setempat begitu juga air bersih adalah barang langka. Semoga jariyah kebaikan mengalir jauh bagi siapa saja yang berandil didalamnya dan berkahnya seluas samudera lautan dimana terbentang pulau Sakala berada.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Senyum Para Santri Darul Hawariyyin Kangean, Sumur Wakaf Telah Mengalir

Senyum santri bersama para pengasuh merekah lebar saat dikabarkan Tanmia Foundation akan melakukan pengeboran sumur di pesantren Darul Hawariyyin Pulau Kangean Sumenep Madura ( 14/-06/2021).

Pengeboran Wakaf Sumur Tanmia Foundation ini dalam rangka mencukupi kebutuhan air bersih santri di pesantren yang berada di dusun Aeng Lombi Torjek Kangean. Hal tersebut disambut baik oleh pihak pesantren bersama masyarakat setempat. Pesantren setingkat SMP/Tsanawiyah yang berdiri sejak 1997 tersebut menampung puluhan anak-anak yang berasal dari tetangga-tetangga pulau sekitarnya.

Ust Imaduddin, selaku pendiri pesantren merasa bersyukur dengan diterimanya program wakaf tersebut karena sangat membantu kelangsungan pesantren dengan adanya tambahan sumber pasokan air bersih bagi santri-santrinya.

“Alhamdulillah senang, bersyukur pengeboran sumur berjalan lancar sampai mendapatkan debit sumber air bersih sebagaimana yang diharapkan,” tutur Ust Karim pihak pengasuh pesantren saat dihubungi di Pulau Kangean, Selasa (15/06/2021) pagi.

Ia berkisah, sebelum adanya sumur bor para santri hanya bisa menikmati air yang debitnya terbatas dari sumber air sumur yang diambil dengan timba sejak berawal berdirinya pesantren. Debitnya pun sangat terbatas untuk kemampuan penampunganya. Biasanya untuk kebutuhan yang banyak memerlukan waktu untuk yang lama dalam menimba airnya. Air bersih sangat diperlukan untuk kebutuhan santri dan warga pesantren sebagai air minum, mandi, hingga mencuci.

Kegiatan menimba air untuk kebutuhan sehari-hari pesantren sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga dengan adanya sumur bor wakaf Tanmia Foundation yang baru ini diharapkan akan memudahkan para santri nantinya. Ustadz Karim juga menuturkan, pengoperasian sumur ini akan mulai dioperasikan mulai waktu tahun ajaran baru 2021 ini tiba sehingga kebutuhan air secara keseluruhan warga pesantren dapat dilayani semua. In Sya Allah.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Buku Referensi Da’i Pedalaman Untuk Pengabdian Pada Ummat Secara Totalitas

Ekspedisi pengiriman wakaf buku referensi da’i pedalaman dari Tanmia Foundation diberangkatkan ke beberapa daerah penjuru pelosok tanah air akhir pekan ini ( 10 /06/2021).

Program pengiriman ini sebagai lanjutan pengiriman tahap 2 setelah tahap pertama berlangsung di awal Ramadhan 1442 H. Total keseluruhan pengiriman wakaf buku referensi untuk da’i pedalaman sebanyak 100 paket yang diberangkatkan bertahap, tahap pertama sebanyak 34 paket dan tahap kedua sebanyak 66 paket.

Program wakaf ini bagian menjawab solusi terhadap realita setiap da’i di sebagian besar daerah pedalaman yang masih membutuhkan dukungan berupa literasi referensi sebagai sumber nutrisi khasanah keilmuan untuk mendukung aktivitas para da’i dalam pengabdian khidmat terbaik terhadap ummat.

Kendati situasi dan kondisi keadaan masing-masing berbeda namun seiring dengan panggilan keihklasan dapat memberikan pengabdian yang terbaik dengan kesungguhan perjuanganya mereka ditengah keterbatasan baik akses maupun fasilitas.

Program inisiasi Tanmia Foundation ini juga dalam rangka sekaligus menunjang kualitas setiap da’i dalam upgrade keilmuan pengetahuan diri sebelum menyampaikanya kepada ummat baik lewat mimbar maupun majelis lewat belajar mengajar. Keterbatasan sumber literasi inilah hal ini banyak dirasakan oleh para da’i pedalaman pelosok tanah air.

Pengiriman pun diprioritaskan ke para da’i di daerah-daerah pedalaman tanah air mulai dari Aceh hingga Merauke Papua sebagai bagian membangun amal keshalihan dan merajut dakwah di tanah air.

“Buku referensi da’i pedalaman ini adalah amunisi sekaligus bekal ilmu yang akan terus mengalirkan keberkahan untuk menyemai benih kebaikan dalam setiap hari-hari kami berdakwah dan mengajar”, ucap Iswandi da’i di pedalaman Pulau Sikakap Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Berangkat dari gagasan kualitas da’i pedalaman berkualitas merupakan tahapan awal yang penting untuk menentukan perkembangan ummat sehingga terbentuk inisiatif tatanan masyarakat dan sosial yang penuh akan ilmu dan akhlaq yang mulia sehingga memajukan pelosok dengan segala warna-warninya.

Momentum ini bisa menjadi harapan yang mampu menyalakan asa cita-cita para da’i dan guru di pedalaman agar dapat memberikan pengabdian terbaik mereka secara totalitas. Seberapa pun andil dukungan kita dalam program wakaf ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan para da’i sebagai mercusuar pendidik berkualitas di berbagai pelosok-pelosok negeri dengan berbagai tingkat keprihatinan dan kesulitan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Masjid Baitul Izzah

Masjid Baitul Izzah, Magnet Syi’ar Islam Dan Dakwah di Banda Mulia Aceh Tamiang

Masjid-Baitul-Izzah

Masjid Baitul Izzah adalah salah satu profil masjid tertua di wilayah Aceh Tamiang khususnya di Kecamatan Banda Mulia yang sekaligus keberadaanya tepat di pusat perbelanjaan dan ekonomi warga lingkungan setempat. Masjid ini kian kokoh berdiri setelah selesai dibangun rekonstruksi total sejak 2017 padahal sebelumnya kondisi fisik sempat mengkhawatirkan karena saking lama dimakan usianya.

Rangkaian kegiatan safari dakwah Tanmia Foundation di Aceh Tamiang berpusat di Masjid Baitul Izzah Telaga Meuku ibukota Kecamatan Banda Mulia. Berbagai jenis program dan kegiatan berlangsung selama sepekan penuh sejak (22 s/d 28 Mei 2021).

Kini Kabar gembira pun makin melengkapi dengan adanya program aktivitas masjid cukup beragam mulai dari kegiatan shalat berjamaah, kajian kitab tematik, kajian majelis taklim, musyawarah remaja masjid dan tempat berkumpulnya para jamaah baik tua maupun muda hingga para pelajar sekolah.

Masjid Baitul Izzah 2

Tak kalah pentingnya peranan masjid juga untuk mendekatkan dan menguatkan ukhuwah dengan masyarakat setempat. Apalagi dengan terselenggaranya kegiatan para asatidz Tanmia Foundation mengadakan kegiatan majelis taklim rutin yang dimulai ba’da shubuh setiap harinya menjadi animo semangat para jama’ah tersendiri.

Lingkungan masjid pun juga menjadi magnet pusat keramaian selain aktivitas ibadah juga kawasan pasar dimana kegiatan jual beli dan perputaran roda ekonomi Kecamatan Banda Mulia khususnya masyarakat Telaga Meuku dan Tanjung Keramat. Apalagi setiap hari Jum’at adalah hari pasar dimana banyak pedagang berdatangan dari berbagai daerah. Waktunya pun biasanya usai shalat Jum’at hingga selesai. Tak sedikit para pedagang berdatangan menggelar lapaknya beraneka ragam kebutuhan.

“Alhamdulillah, kedatangan para asatidz Tanmia Jakarta menjadi bagian kegiatan syi’ar dan dakwah di Masjid Baitul Izzah, ini merupakan tugas bakti pengabdian terhadap ummat”, ungkap Tengku Abdul Mu’id tokoh masyarakat sekaligus DKM Masjid Baitul Izzah dengan kelapangan hati menyambut rombongan safari dakwah di kediamanya.

Rangkaian rutinitas kegiatan memakmurkan masjid maupun meunasah ( mushola khas Aceh ) adalah sebuah kemuliaan dan kehormatan yang sudah berpuluh-puluh tahun dijalani oleh sosok Tengku Abdul Mu’id yang akrab sehari-hari disapa Tengku pemuka masyarakat oleh masyarakat dan jama’ah masjid setempat.

Usai Shalat Jum’at rombongan pamit untuk meninggalkan Aceh setelah usai rangkaian acara safari dakwah Tanmia kali ini. Banda Mulia adalah kecamatan pemekaran dari kecamatan Bendahara yang berpusat di Sungai Iyu.
Kehadiran para ustadz Tanmia Foundation disambut dengan lapang suka cita para Tengku dan tokoh masyarakat setempat, dari rumah ke rumah disambut dengan sapaan dan jamuan yang luar biasa tulus perhatianya.

Ust Rofiq Hidayat selaku pihak Tanmia Foundation bersyukur dapat bersilaturahim dengan para Tengku, Kiai, Guru dan tokoh masyarakat setempat yang telah sudi mengabdikan diri berkontribusi sangat besar dalam membangun daerah juga mendidik generasi muda Aceh Tamiang khususnya Telaga Meuku Banda Mulia. Terlebih menyiapkan proses kaderisasi anak-anak untuk memasuki pesantren sebagai generasi harapan penerus.

“Semoga para Tengku ini diberikan kesehatan, umur yang panjang dan istiqomah diberkahi Allah SWT,” ucap Ust Rofiq mewakili rombongan dalam salam jabat tangan ketika hendak pamit.

Safari Dakwah kali ini dalam harapan mampu menumbuhkan benih-benih kebaikan untuk melahirkan generasi gemilang yang mengajak umat dengan panduan Qur’an sehingga menumbuhkan keimanan dan semangat cinta terhadap bangsa dan tanah airnya dengan ikhlas sepenuh hati. Sebab hanya keikhlasan imanlah yang menggerakkan untuk mencintai agama dan bangsanya secara fitrah sebagai rasa syukur atas karuniaNya untuk menjaganya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

 

Daurah Pendidikan Islam

Tanmia Foundation Gelar Daurah Pendidikan Islam Di Aceh Tamiang

Ketua Yayasan At-Tanmia, Ustadz Bukhari Abdul Muid, Lc, secara resmi membuka acara daurah Pendidikan Islam, di Aula Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang (25/05/2021).

Daurah pendidikan islam yang bertemakan “Melahirkan Generasi Gemilang Dengan Pendidikan Al-Qur’an” adalah salah satu agenda utama dalam rangkaian Safari Dakwah Yayasan At-Tanmia di bumi serambi Mekah Nanggroe Aceh Darussalam khususnya di Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai dari 25 s/d 27 Mei 2021.

Sosialisasi tentang sekilas selayang pandang kegiatan dan program yayasan At-Tanmia pun dibawakan dalam pengantar pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Bukhari dalam stadium general muqaddimahnya.

Melihat antusiasme para peserta yang hadir cukup beragam dari berbagai kalangan mulai dari guru madrasah, pengajar TPQ, da’i dan para pengurus perwakilan masjid yang telah datang lebih awal sebelum acara dimulai.

Daurah Pendidikan Islam 3

“Alhamdulillah kami bersyukur daurah pendidikan islam ini bisa diadakan untuk kali pertamanya yang diadakan oleh Yayasan At-Tanmia di Banda Mulia Aceh Tamiang”, ucap Syafaruddin salah satu peserta yang hadir dari Kampung Besar Banda Mulia.

Kegiatan daurah pun menjadi bagian silaturahim yang menghidupkan suasana semarak ramah tamah dengan para hadirin yang hadir.

Disisi lain, daurah pendidikan islam ini adalah bagian penting dan strategis dalam meningkatkan peranan para penyelenggara dan guru pendidik dalam menyiapkan generasi berkualitas diikuti SDM dalam bingkai keshalihan dan berakhlak mulia sebagai pondasi dasarnya.

“Oleh sebab itu, pelaksanaan pelatihan ini merupakan sebuah langkah tepat dalam upaya upgrade meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru agama Islam SD, Madrasah , sekaligus sebagai bekal amunisi para guru sebagai pendidik sekaligus pengajar di garis terdepan mengarahkan murid-muridnya,” jelas Ustadz Yusdarli sebagai kordinator panitia pemrakarsa terselenggaranya daurah tersebut.

Daurah pendidikan islam menjadi tema yang sangat aktual dan relevan khususnya di wilayah Aceh Tamiang sebagai bagian meningkatkan pendidikan para guru di sekolah-sekolah yang masih haus akan ilmu dan berbagai faktor pendukung lainnya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

wakaf buku referensi

Buku Referensi Da’i Tiba Di Pedalaman, Tidak Semua Bisa Dijangkau Teknologi Dan Jaringan Internet

Paket Wakaf Buku Referensi Untuk Da’i Pedalaman yang digalang inisiasi oleh Tanmia Foundation sudah sampai di berbagai daerah tujuan tanah air untuk tahap pengiriman yang pertama.

Tahap pertama sebanyak 34 Paket sudah diterima oleh para da’i di pedalaman untuk segera dimanfaatkan sebagai sarana literasi dan referensi para da’i. Hal ini termasuk bagian penting untuk meningkatkan potensi dan kualitas da’i dalam mengembangkan laju dakwahnya di medan khidmatnya masing-masing sesuai dengan situasi dan kondisinya.

wakaf buku referensi

“Masing-masing da’i pedalaman setidaknya membutuhkan pendampingan dan fasilitas salah satunya buku-buku sumber utama referensi”, ujar Qoyyim da’i di Mesuji Raya Pedalaman Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan kepada Tanmia.

’’Para da’i juga berperan sebagai pendidik masyarakat yang sangat mempengaruhi arah generasi masa depan,’’ tutup ungkapan pernyataannya pada Tanmia kemarin, Ahad (16/5/2021).

Selain itu, Paket Wakaf Buku Referensi Da’i Pedalaman menyasar pada da’i sekaligus pengasuh pesantren tahfidz qur’an Hidayatullah tepatnya di Gunung Batin Udik, kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah. Keberadaanya jauh ditengah-tengah perkebunan sawit sebuah harapan untuk menampung anak-anak dhuafa yang kurang mampu termasuk juga yatim.

wakaf buku referensi 3

Ustadz Awal, panggilan akrab untuk Ustadz Awaluddin menjelaskan bahwa selama perjalanannya beberapa tahun terakhir masyarakat setempat banyak terbantu dengan hadirnya pendidikan terutama pesantren untuk anak-anak mereka sehingga banyak perkembangan dan kemajuan daerah tersebut.

“Program wakaf buku referensi da’i tersebut sangat dinantikan oleh para da’i di pedalaman karena jujur saja tidak semua daerah bisa dijangkau oleh teknologi dan jaringan internet”, ucap Ust Awaludin ketika dihubungi dengan selulernya.

Untuk berikutnya kloter pengiriman wakaf buku referensi akan dilanjutkan ke da’i-dai lainya di masing-masing pelosok daerah demi sebuah asa harapan sumbangsih nyata dan perubahan meningkatkan perangkat kualitas para da’i pendakwah di pelosok-pelosok tanah air yang membentang tersebar di 34 provinsi dari Aceh hingga Papua.

Program wakaf buku referensi ini sekaligus menjadi amunisi laju semangat dakwah membangun ummat dengan segala hitam putih pernak-perniknya. Dan menjadi cahaya ilmu yang menerangi ummat di sepanjang jalanan gelapnya. Inilah saat yang tepat untuk membangun tatanan dakwah bersama da’i-dai mukhlis di pedalaman yang berkualitas. Wallahu Musta’an.

wakaf buku referensi 2

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!