Tamiang Masih Kekurangan Air Bersih

“Kebanyakan rumah di kuala simpang keadaannya seperti ini, lumpur di dalam rumah msh blm bisa dibersihkan”
Kami melakukan perjalanan dari bandara soetta dg rute CKG – Medan yg menempuh perjalanan sekitar dua jam setengah dengan salah satu maskapai penerbangan dan tiba jam 10 di bandara Kualanamu Medan, karena pesawat mengalami keterlambatan penerbangan kurleb 45 menit dari waktu yg dijadwalkan.
Dengan menyewa mobil rental, kami menuju Aceh Tamiang yang perjalanan memakan waktu lebih lama dari biasanya dikarenakan jalan yang padat oleh kendaraan bantuan dan dan kendaraan dari Medan ke arah Aceh, juga dibanyak titik sedang dilakukan perbaikan sebab jalan yang longsor atau berlubang.

Perjalanan kami melambat saat mulai memasuki lokasi bencana di Kuala Simpang dan pemandangan yang memilukan kami saksikan sepanjang jalan. Jalanan dipadati para korban dampak bencana yang berjajar, baik anak-anak atau orang dewasa untuk meminta bantuan dari truk-truk pengangkut bantuan atau dari mobil-mobil pribadi/relawan yang datang dari arah Medan.
Kondisi jalan yang berdebu dan sebagian lagi becek ditambah sampah yang berserakan dan mobil-mobil yang berselimut lumpur dipinggiran jalan, kian menambah suasana semakin mencekam apalagi saat malam tiba. Akses listrik yg terputus, sinyal hape yang tak kunjung pulih menjadikan Kuala Simpang mirip kota zombie kata sebagian orang.

Kekurangan akses air bersih menambah panjang perjuangan masyarakat disana untuk recovery dari situasi bencana. Ini tantangan yang butuh perhatian lebih dari instansi terkait dan juga banyak pihak, yaitu penyediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan membersihkan rumah-rumah mereka.

Sebenarnya masyarakat secara mandiri barangkali bisa segera membersihkan dan merapikan rumah serta mencuci pakaian mereka jika akses listrik dan PDAM menyala.
Namun nampaknya butuh waktu lebih untuk bersabar agar itu bisa terealisasi sehingga suasana becek dan berlumpur masih akan terus mewarnai kota ini dan itu akan berubah menjadi sangat berdebu di siang hari saat terpapar matahari.
By Ust M Rofiq, Lc