Hidayah Seorang Penggalian Kubur

408 Views

Kisah ini di ceritakan oleh syaikh Hisyam Al-Burhani dalam ceramahnya.

Beliau bercerita, Aku ceritakan sebuah kisah, di tempat kita di Damaskus ada pekuburan “Dahdah”, pekuburan terkenal dan disitu tempat di makamkannya para ulama, para pejuang, dan para syuhada, semua yang tahu Damaskus pasti tahu kuburan ini. Disana ada seorang lelaki penggali kubur, lalu suatu hari datanglah seorang wanita, ia meminta kepada si penggali kubur sebuah galian, dan galian pun dibuat, satu jam kemudian datanglah jenazah yang tidak diiringi banyak orang hanya beberapa lelaki saja, jenazah itu di turunkan ke tanah, peti pun di buka dan jenazah itu di diturunkan kedalam kubur, dan si penggali kubur menerima jenazah tersebut, ketika hendak meletakkan jenazah tersebut, tiba-tiba kuburan itu terbuka lebar dan berubah menjadi taman surga, lalu ia juga melihat ada dua orang lelaki berkuda datang menghampiri dan membawa jenazah itu pergi, lelaki penggali kubur itu tiba-tiba pingsan karena melihat kejadian aneh tersebut, dan orang-orang di sekitarnya tidak melihat apa2 hanya dia sendiri yang melihatnya, lalu mereka percikan air kepadanya dan diangkatlah dia dari kubur.

Mereka bertanya ; ” engkau kenapa? “ lelaki itu menjawab ;” Demi Allah aku telah melihat begini, begini dan begini ( ia ceritakan)
Lalu mereka katakan : mungkin itu hanyalah halusinasi ” lalu mereka pergi dan meninggalkannya.

Beberapa bulan kemudian, si wanita datang kedua kalinya dan ia meminta agar si penggali kubur membuat galian, setelah di gali, mayit pun tiba dan langsung di turunkan ke dalam kubur, lalu ketika si penggali kubur hendak meletakkannya, ia melihat kejadian aneh lagi, ia melihat taman surga dan ia juga melihat dua malaikat datang dan mengambil mayit itu, akan tetapi kali ini si penggali kubur tidak pingsan, dan ia segera keluar dan mengejar si wanita tadi.

Ia bertanya ; ” Siapa kamu wahai wanita?, dan darimana kamu berasal?”. Lalu wanita itu menjawab ; ” Aku tertimpa musibah, mayit ini adalah anakku dan sebelumnya juga aku punya anak dan aku kehilangannya beberapa bulan yang lalu.” ( penggali kubur) ; ” Oh kamu yang mempunyai dua anak laki-laki itu.” ( Wanita) ;” Iya memangnya kenapa?” ( Penggali kubur) ;” Demi Allah aku melihat kejadian yang aneh, yang pertama ketika ku masukkan dia kedalam kubur terbukalah taman-taman surga dan yang kedua juga sama, apa amalan kedua anakmu itu? , sehingga Allah memperlakukan keduanya seperti ini, mereka mendapat kemuliaan yang agung.” ( wanita menjawab) ;” Anak yang pertama dia adalah seorang pencari ilmu dan anak kedua bekerja sebagai tukang dan memberikan kepada saudaranya semua biaya menuntut ilmu, maka Allah membalas keduanya, pencari ilmu dan orang yang membiayai ya Allah perlakukan keduanya sebaik ini.

Dan setelah si penggali kubur melihat kejadian itu dan merasa puas mendengar jawaban wanita tadi, ia tinggalkan kuburan dan segera pergi menuju masjid at – taubah dan disana ia menemui seorang syaikh dan ia berkata kepadanya ; ” Aku ingin menuntut ilmu.”, lalu syaikh itu berkata ; ” Bagus, sekarang umurmu 45 – 50 tahun, kau lupakan hidupmu tanpa mencari ilmu, dan sekarang engkau baru mau mencari ilmu, mengapa?” lalu lelaki itu menceritakan kejadian itu sampai ia bisa pergi menemui syaikh tersebut.

Lalu mulailah ia mencari ilmu ia menghafal kan beberapa matan dan seterusnya, dan ia juga mulai sibuk dengan ilmu sampai ia menjadi salah satu dari ulama besar yang bernama Syaikh Abdurrahman Al – Haffar, salah satu ulama besar Damaskus, dan semua keluarganya setelah itu menjadi para penuntut ilmu dan yang terakhir ialah Syaikh Abdurrazzaq Al – Haffar, salah satu ulama besar Damaskus.

Dan di akhir Syaikh Hisyam Al-Burhani mengatakan ; Inilah kisah yang aku bawakan kepada kalian, untuk memberi kabar bahwa seorang penuntut ilmu akan diperlakukan seperti itu oleh Rabbnya, tapi itu jika niatnya benar, tidak mencari ilmu dengan tujuan ijazah, tidak mencari ilmu agar di sebut ‘alim, tidak mencari ilmu agar punya gaji untuk hidup di dunia, itu semua tujuan duniawi sebagai tujuan belakang akan tetapi tujuan utama adalah untuk mentaati perintah Allah, dari wahyu pertama dari kitab Allah yaitu firman Allah :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Q.s Surat Al-Alaq:1-5)

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!