Pengurus Yayasan Islam Tanmia Cibubur kembali mengunjungi Aceh Tamiang sebagai bentuk kepedulian pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua, setelah sebelumnya dilakukan pada Desember 2025.
Pada kunjungan kedua ini, yang dilaksanakan pada Januari 2026, hadir langsung jajaran pengurus Yayasan Islam Tanmia Cibubur, yaitu Tengku H. Bukhari Abdul Muid, Lc., K.M. Rofiq Hidayat, Lc., K.H. M. Aniq, Lc., S.S.I., M.Pd., dan K. Dr. Iqbal Subhan Nugraha, Lc., M.A.
Menyapa Warga di Tepian Sungai
Hari pertama kunjungan, Senin, 27 Januari 2026, rombongan mengunjungi desa-desa di sepanjang Sungai Tamiang yang terdampak banjir bandang. Dua desa yang dikunjungi adalah:
-Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang
-Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang
Di Desa Sunting, para pengurus bersilaturahmi langsung dengan warga. Mereka menyapa orang tua, berbincang dengan anak-anak, sekaligus berbagi hadiah berupa makanan. Anak-anak juga ditanya tentang perkembangan ngaji dan hafalan Al-Qur’an, lalu diberikan motivasi agar tetap semangat dan istiqamah dalam mengaji, meskipun berada dalam kondisi pasca bencana.
Menurut keterangan salah satu warga, Pak Sahlan, banjir bandang di wilayah ini tergolong sangat parah. Ia menyampaikan bahwa ketinggian air banjir mencapai setinggi tiang listrik. Secara umum, tinggi tiang listrik di wilayah pedesaan berkisar 9–10 meter. Jika ditambah dengan selisih ketinggian dari permukaan daratan kebun sawit menuju sungai yang diperkirakan sekitar 2 meter, maka total ketinggian banjir diperkirakan mencapai ±11–12 meter.
Menembus Akses Sulit Menuju Desa Babo
Perjalanan menuju Desa Babo dilakukan dengan menaiki sampan, melewati tumpukan kayu gelondongan sisa banjir bandang. Kayu-kayu tersebut beragam ukuran, ada yang sebesar kaki orang dewasa, bahkan ada yang sebesar tiga tubuh orang dewasa. Kondisi ini menunjukkan kuatnya arus banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Di Desa Babo, pengurus bersilaturahmi dan mendengarkan langsung cerita warga tentang peristiwa banjir bandang yang mereka alami. Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ketersediaan sumur dan air bersih. Menindaklanjuti hal tersebut, Yayasan Islam Tanmia Cibubur berkomitmen untuk membangun sumur bor lengkap satu paket, sebagai upaya membantu pemulihan kebutuhan dasar warga.
Selain itu, di desa ini juga dibagikan kelambu, Al-Qur’an, dan daster kepada warga, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.
Semoga setiap langkah kecil ini bernilai besar di sisi Allah. Semoga Allah membalas amal jariyah para jamaah, menerima setiap niat baik, serta memberkahi kita semua dengan keberkahan, keselamatan, dan persatuan dalam kebaikan.
Reportase:
Iqbal Subhan Nugraha
Aceh Tamiang, Senin, 27 Januari 2026