rumah tersapu kayu banjir aceh

Banjir Bandang Mengambil Segalanya Kecuali Keikhlasan

rumah rusak akibat banjir bandang aceh tamiang

Saya kira beliau sedang bercanda.
Nada suara takmir masjid ini begitu tenang, bahkan sambil tersenyum kecil.

“Alhamdulillah ustadz, banjir bandang kali ini saya nggak perlu repot bersihkan rumah.”

Saya ikut bersyukur, tanpa curiga apa-apa.

“Alhamdulillah, bapak nggak kena banjir, pak?”

Beliau menatap sebentar ke arah genangan air dan lumpur tebal di sekeliling Masjid Asy-Syuhada Gampong Benua Raja.

“Kena, ustadz,” katanya pelan.
“tapi alhamdulillah rumah saya dan semuanya sudah hanyut dibawa air, sudah nggak ada lagi.”

Kalimat itu mengalir begitu saja, tanpa nada mengeluh.

“Jadi nggak ada yang perlu saya bersihkan, ustadz. Semua sudah Allah ambil dibawa air.”

lanjutnya, seolah sedang bercerita tentang hal biasa.

Kalimat yang diucapkan membuat dada saya terasa sesak.
Tak ada rumah, tak ada tempat pulang.
Yang tersisa hanya kalimat alhamdulillah yang terucap untuk bisa tetap tegak berdiri.

Saya ingin berkata sesuatu,
tapi hanya bisa menunduk, sambil menahan mata ini agar tidak berkaca-kaca apalagi meneteskan air mata.

Sungguh hebatnya seorang mukmin yang masih bisa bersyukur ketika seluruh hidupnya disapu habis oleh banjir.

Beliau melanjutkan,

“Kalau semuanya Allah ambil, saya ikhlas.”

Lalu suaranya sedikit turun.

“Cuma kadang malam kepikiran juga, besok mau tidur di mana?”
ungkapnya sambil tertawa.

Di situlah butiran kaca di mata ini tak bisa tertahan.
Bukan karena rumah yang hanyut, tapi karena ketegaran yang lahir dari kehilangan total.

Saya menunduk.
Tak ada kalimat yang pantas selain doa untuknya dan untuk saudara2 lainnya di Tamiang, doa yang mampu menembus langit.

Dan saat itulah hati ini benar-benar terenyuh, bukan sekadar sedih,
melainkan remuk melihat keikhlasan mereka yang sedang diuji paling berat.


Renungan Hadits

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Perkara seorang mukmin itu sungguh mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain seorang mukmin, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”
(Shahih Muslim 5318)


Khairul Hikmah, S.S., MCE (Relawan Tanmia).
(Kisah ini dikutip di sela-sela distribusi sumber air bersih di Masjid Asy-Syuhada, Gampong Benua Raja, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang)

dapur umum banjir aceh tamiang

Dapur Umum Tanmia Bantu 2.000 Warga Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang

banjir bandang

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga. Bencana alam ini tidak hanya menghancurkan rumah dan harta benda, tetapi juga mengguncang kondisi psikologis masyarakat yang terdampak. Hampir seluruh isi rumah rusak, perabotan hancur, dan kasur-kasur terpaksa diletakkan di pinggir jalan karena tidak lagi bisa digunakan.

Dampak banjir bandang Aceh Tamiang terasa begitu dahsyat. Sawah dan ladang rusak, tempat usaha lumpuh, bahkan sebagian warga kehilangan sanak saudara. Hingga kini, banyak korban masih terlihat linglung dan belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan pahit akibat bencana tersebut.

banjir bandang aceh desember

Di sepanjang jalan, warga terdampak banjir bandang berdiri menunggu uluran tangan. “Kami lapar, Pak… ada nasi?” teriak mereka dengan suara lirih. Kondisi ini sangat menguras emosi para relawan. Terutama bagi warga di wilayah pedalaman, mereka harus keluar ke jalan raya agar bantuan bisa sampai. Namun keterbatasan membuat relawan hanya mampu memberikan bantuan sekadarnya demi bertahan hidup.

dapur umum banjir aceh

Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh korban banjir bandang yang rumahnya roboh dan hancur lebur? Jawabannya adalah segala kebutuhan dasar. Satu sendok, satu piring, gelas, pakaian shalat, hingga makanan—apa pun yang diberikan pasti sangat berarti dan diterima dengan penuh syukur.

Trauma pascabencana masih jelas terlihat di wajah para korban banjir bandang Aceh Tamiang. Selama hampir satu bulan, banyak warga hanya mengonsumsi makanan instan seperti mi dan ikan kaleng. Meski penting dalam kondisi darurat, konsumsi jangka panjang makanan instan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, dan beberapa warga mulai merasakan dampaknya.

dapur umum banjir aceh tamiang 2025

 

Melihat kondisi tersebut, Tanmia membuka dapur umum sebagai upaya meringankan beban warga terdampak banjir bandang sekaligus mengurangi risiko penyakit. Menu makanan sehat dan layak disajikan setiap hari. Sambutan masyarakat sangat luar biasa—kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, disertai doa tulus untuk para donatur:
“Semoga panjang umur, murah rezeki, sehat selalu, dan mendapatkan balasan berlipat ganda.”

Alhamdulillah, Dapur Umum Tanmia berhasil membantu lebih dari 2.000 warga terdampak banjir bandang. Bantuan makanan siap saji didistribusikan baik di lokasi dapur umum, ke tempat pengungsian, maupun langsung ke rumah-rumah warga.

dapur umum banjir aceh tamiang makan bersama

Terima kasih kepada seluruh donatur dan panitia dapur umum yang telah berpartisipasi membantu saudara-saudara kita korban banjir bandang. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala terbaik.

Tim Tanmia

titik-banjir-aceh-tamiang3

Tragedi Banjir Aceh Tamiang: 111 Rumah di Rimba Sawang Hanyut Terbawa Arus

titik-banjir-aceh-tamiang

Desa Rimba Sawang: Titik Terparah Dampak Banjir

Sebuah pemandangan memilukan terlihat saat tim relawan mengunjungi Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang pada 24 Desember 2025. Desa yang terletak di perbukitan tengah hamparan perkebunan sawit ini menjadi salah satu wilayah paling terdampak akibat banjir besar yang melanda kawasan tersebut.

Meskipun lokasinya cukup jauh dari jalan lintas Medan-Banda Aceh, dampak banjir di sini sangat masif. Hingga saat ini, beberapa dusun di Desa Rimba Sawang masih terisolir akibat akses yang terputus.

titik-banjir-aceh-tamiang6

Data Kerusakan: 111 Rumah Hilang Dibawa Banjir

Dalam pertemuan singkat dengan Datok Penghulu (Kepala Desa) Rimba Sawang, Sayyid Arrajali Al Habsi, terungkap data kerusakan yang sangat memprihatinkan. Desa ini kini ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah karena tingkat kerusakannya yang ekstrem.

Berikut adalah rincian kerusakan bangunan akibat terjangan banjir:

  • Rumah Hilang/Hanyut: 111 unit

  • Rusak Berat: 54 unit

  • Rusak Sedang: 47 unit

  • Rusak Ringan: 54 unit

Ketinggian air banjir dilaporkan mencapai 7 meter dan merendam pemukiman selama sepekan penuh. Beruntung, keberadaan bukit di sekitar desa menjadi penyelamat bagi warga untuk mengevakuasi diri saat air mulai naik dengan cepat.

titik-banjir-aceh-tamiang7

Kondisi Terkini Pengungsi dan Penyaluran Bantuan

Meski air telah surut di beberapa titik, penderitaan warga belum berakhir. Hingga hari ini, banyak warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat di pinggir jalan. Kondisi diperparah dengan:

  1. Aliran listrik yang masih padam total.

  2. Krisis bahan makanan karena akses logistik yang sulit.

  3. Kehilangan tempat tinggal bagi ratusan kepala keluarga.

titik-banjir-aceh-tamiang2

Merespons kondisi tersebut, relawan telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa 1,5 ton beras, 300 kg gula, dan 300 kg minyak goreng. Datok Sayyid Arrajali Al Habsi menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang telah peduli terhadap nasib korban banjir di Rimba Sawang.

Mari terus kirimkan doa dan dukungan terbaik kita untuk saudara-saudara kita di Aceh Tamiang yang tengah berjuang bangkit pasca bencana banjir ini.

titik-banjir-aceh-tamiang5

Relawan Tanmia

banjir bandang

Banjir Bandang Aceh Tamiang 2025: Bencana yang Berbeda Dari Biasanya

Warga Aceh Tamiang sejatinya tidak asing dengan banjir. Setiap musim hujan tiba, wilayah ini kerap mengalami genangan akibat curah hujan tinggi. Namun, banjir bandang Aceh Tamiang kali ini sangat berbeda dari banjir tahunan yang biasanya hanya berlangsung 2–3 hari dan kemudian surut dengan sendirinya.

Pada kondisi normal, banjir yang terjadi hanyalah limpahan air hujan dengan debit lebih besar dari biasanya. Sementara banjir besar diyakini warga datang setiap sekitar lima tahun sekali, tetap dengan karakter banjir air hujan. Namun banjir bandang Aceh Tamiang 2025 menghadirkan ancaman yang jauh lebih serius dan mematikan.

banjir aceh tamiang 2025


Kemiripan Banjir Bandang Aceh Tamiang 2025 dengan Tragedi 2007

Banjir bandang kali ini mengingatkan warga pada peristiwa tragis tahun 2007, di mana banjir bandang Aceh Tamiang menelan banyak korban jiwa. Pola bencananya hampir serupa: kayu-kayu gelondongan dari kawasan hutan gunung hanyut menyusuri Sungai Tamiang hingga ke laut lepas, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari hulu hingga muara.

Pada banjir bandang 2007, pemulihan berlangsung relatif cepat. Dalam tujuh hari, aktivitas penangkapan kayu hanyut sudah kembali terlihat. Perahu bermesin menyusuri Sungai Tamiang, mengumpulkan kayu-kayu gelondongan untuk dibawa ke kilang-kilang kayu di sepanjang bantaran sungai, kemudian dipotong dan dijual.

banjir bandang


Dugaan Praktik Berbahaya di Balik Banjir Bandang Aceh Tamiang

Di tengah masyarakat berkembang asumsi bahwa kayu-kayu dari gunung tersebut sengaja dihanyutkan dan dijegat di kawasan Kuala Simpang untuk menghemat biaya angkut. Jika benar, praktik ini sangat berbahaya dan menjadi salah satu faktor penyebab banjir bandang Aceh Tamiang yang merusak.

Akibatnya sangat fatal: rumah warga, sekolah, masjid, hingga harta benda hancur, bahkan merenggut korban jiwa. Keuntungan segelintir pihak dibayar mahal oleh penderitaan masyarakat luas.

banjir aceh tamiang


Kondisi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Belum Pulih

Hampir satu bulan pasca bencana, kondisi korban banjir bandang Aceh Tamiang masih sangat memprihatinkan. Dari pantauan lapangan, sekitar 90% masyarakat belum pulih. Banyak warga belum bisa kembali ke rumah karena tertutup lumpur tebal atau bangunan yang hancur tak berbentuk.

Sebagian warga masih menanyakan kebutuhan paling dasar: tikar untuk tidur karena semua peralatan hanyut, sepatu boot untuk melindungi kaki dari lumpur bercampur benda tajam, kelambu karena nyamuk yang sangat banyak, serta kebutuhan sembako untuk bertahan hidup.

banjir bandang aceh


Jeritan Kemanusiaan di Tengah Banjir Bandang Aceh Tamiang

Pemandangan pilu terlihat di sepanjang wilayah terdampak. Banyak warga berdiri di pinggir jalan, meminta makanan sambil berteriak, “Kami lapar, Pak.” Kondisi ini menyayat hati siapa pun yang melihatnya.

Selain sebagai takdir Allah SWT, banjir bandang Aceh Tamiang juga menjadi akibat dari ulah manusia yang serakah—eksploitasi alam tanpa mempertimbangkan keselamatan dan masa depan orang banyak.

banjir bandang aceh


Peran Pemerintah dalam Mencegah Banjir Bandang Aceh Tamiang Terulang

Pemerintah harus bertindak tegas terhadap semua pihak yang melakukan eksploitasi hutan dan tambang secara ilegal. Jika tidak, banjir bandang Aceh Tamiang dan bencana serupa akan terus berulang di berbagai daerah Indonesia.

Bila tsunami Aceh 2004 saja membuat negara kewalahan hingga membutuhkan bantuan internasional, maka banjir kali ini yang berdampak pada tiga provinsi tentu memiliki kerusakan yang tidak kalah besar dan kompleks.


Ajakan Bersama Membantu Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang

Mari kita bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang Aceh Tamiang. Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan yang kita lakukan dan melindungi kita semua dari berbagai musibah di masa mendatang.

 

banjir bandang sumtaera aceh

Derai Air Mata Tak Bisa dibendung Untukmu Aceh

banjir bandang aceh

Tampak diam dalam raut yg lelahnya disembunyikan dalam-dalam. Tatapan raut mukanya terasa membersamai rakyat Aceh yang masih berkalung duka saat ini. Ada setia dalam hati sebagai pemimpin yang disegani rakyatnya.

Dialah Muzakir Manaf atau lebih dikenal Mualem Gubernur Nangroe Aceh Darussalam tiba-tiba tak kuasa menahan isak tangis keringat air mata sedihnya saat sesi wawancara dg jurnalis senior Najwa Shihab saat bertanya belum ditetapkanya Aceh sebagai Bencana Nasional.

Apa jawab Mualem sosok Gubernur yang nampak dingin pendiam itu.
“Saya hanya bisa berusaha dan berdo’a ,”kata Mualem , yang sejak terjadi bencana siang malam tanpa lelah menjenguk rakyatnya.

banjir bandang aceh 2

Hari-harinya tanpa jeda harus berkeliling mengunjungi rakyatnya yang masih patah luluh lantah, salah satunya ketika helikopter yg dia gunakan mendarat di Aceh Tamiang beberapa hari lalu.

Tak akan berhenti berderai air mata ini setiap melihat langsung kondisi di lapangan tentang setiap hati yang sedang perih dirundung lara.

Hati yang patah berkeping-keping bukan saja tentang apa yg dimiliki hilang lenyap dalam sekejap, dari harta, nyawa, bahkan sanak keluarga dari orang-orang tersayang terdekat dengan kita selama ini.

Setiap langkah kaki siapapun yang masih terpanggil hatinya ia akan kembali untuk menginjakkan kaki di Bumi Rencong Aceh pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi dahsyat akhir 26 November 2025 ini.

Mereka yg berdatangan dari berbagai penjuru tanah air ke Aceh bukan hanya untuk sekedar relawan dan sukarela membawa bantuan tapi panggilan jiwa layaknya saudara setubuh yang satu sama lain saling merasakan apalagi saudaranya dirundung sakit maka yang lain ikut merasakan sakit pula. Tak bisa dipisahkan.

Ujian dahsyat bak tsunami kedua bagi Aceh, melihat terjangan lautan banjir yg memporak-porandakan bangunan bercampur hantaman gelondongan kayu yang berserak berhamburan yang tak terhitung lagi jumlah nilai jutaan kubiknya dan tonasenya mampu dihalau.

banjir bandang aceh sumtaera

Air mata siapa yang mampu ditahan bila setiap kali menatap setiap wajah-wajah masyarakat yang sedang susah bingung berkecamuk hebat. Tatapan kosong yang disana terkenang segala apa yang pernah dilewati musnah hilang dalam sekejap. Keluh air mata warga yg tak bisa dibendung lagi disembunyikan dalam-dalam.

Tatapan yang telah menceritakan segalanya, dari lenyapnya harta, kebingungan yang merajalela, hati pikiran beradu berkecamuk dan jiwa yang terguncang hebat tak bisa lagi diceritakan berulang kecuali hanya mengundang rasa pilu air mata yang deras mengalir terus tertumpah bercucuran.

banjir bandang sumtaera aceh

“Kita hanya berserah diri kepada Allah, apa yang ada kita terima dan kita usaha. Kalau kita bergantung ke manusia, kita kecewa. Tapi kalau kita bergantung kepada Allah, ya kita terima semua apa adanya”, tegas Mualem

Pecah tangis Mualem malam itu bukan hanya tangis seorang gubernur. Melainkan itu adalah tangis seorang anak Aceh yg melihat tanah tumpah lahirnya terluka parah, tapi mencoba terus memilih berdiri tegar, memeluk setiap harapan tanpa berhenti menyerah berusaha dan berdo’a dg kesungguhan sebaiknya-baiknya.

banjir bandang aceh sumtaera

Banjir bandang dahsyat yg terjadi memang bukan keinginan dan inilah ujian takdirNya yang pasti banyak hikmahnya. Inilah ujian agar jangkar iman ini harus kuat tertambat di hati tak boleh luluh dan hanyut biarpun seolah langit kehilangan kesabaran menahan gumpalan setiap awan gelap yang sudah berhari-hari menggantung di atas kepala untuk turun menghanyutkan seluruh harta dan nyawa tanpa sisa. Dan apapun yg disapu bersih tanpa sisa di hamparan bumi milikNya semoga Allah ganti dengan berlipat-lipat pengganti yang lebih baik.

banjir bandang aceh sumtaera

Mengawali jalanan ke Aceh hari ini semoga belum terlambat untuk membasuh setiap luka dengan segenap hati yang pilu dan masih patah.

Setiap raut wajah-wajah sedihmu masyarakat Aceh, sedihmu terasa sampai kesini mengiringi sepanjang perjalanan kami menuju Aceh Tamiang. Aceh cepatlah pulih, janganlah menangis lagi. Ayo tolong bantu kuatkan Aceh bangkit kembali. [ Relawan Tanma, Ali Azmi ]

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id