Hari Santri di Warsawe, Mengembalikan Semangat Ruh Pengabdian dan Perjuangan

218 Views

Hari santri2

Puncak peringatan hari Santri 22 Oktober 2022 ini diperingati segenap para Kyai pengasuh pelbagai pimpinan pesantren. Tak luput juga para pengemban amanah rakyat dari aparatur pemerintah baik pejabat dan rakyat ikut serentak suka cita menyambutnya sebagai pengingat dan pembangkit juang untuk dikabarkan ke penjuru tanah air.

Hari bersejarah yang mengusung makna penting “Berdaya menjaga martabat kemanusiaan’, menjadi slogan pesan utama pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2022 yang diperingati kemarin ini, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Isi mandat Resolusi Jihad adalah tunas cikal bakal yang melahirkan adanya momentum heroik lahirnya Hari Santri Nasional yang akan dikenang sepanjang sejarah perjalanan bangsa ini. Ide gagasan sosok seorang kiai kharismatik KH. Hasyim Asy’ari seketika itu menyulut semangat perjuangan kaum santri melawan penjajah seantero belahan negeri. Ruh jihad yang membangkitkan ruh patriotisme terhadap tanah air dengan menghidupkan kembali denyut nadi keberanian melawan tirani para penjajah. Para pejuang yang sebagian besar adalah kiai dan alim ulama kaum santri di masa membela kemerdekaan masa itu setia mengikuti titah para Kiai dimana pun berada harus tampil menjadi garda barisan terdepan dalam kebenaran.

Di hari momentum heroik ini pun kabar dari pedalaman pelosok Manggarai Barat Flores NTT pun menyibak kiprah jejak kiprah para alumni Pondok Pesantren Al-Itqan, yang masih mengeyam masa bertugas. Hari-hari rutinitas menjadi status pengajar muda merupakan bagian penting dari tugas selama pengabdian. Kelak akan tiba suatu saatnya nanti akan teringat abadi dalam catatan ingatan pengalaman yang tak mungkin berulang kenanganya pengabdian dengan segala proses lika-liku pahit manisnya.

Da’i pedalaman Warsawe Flores Nusa Tenggara Timur, Ustadz Muhammad Ramli mengatakan bahwa salah satu terpenting upaya untuk memahami makna ghirah perjuangan Hari Santri adalah dengan mengerti sejarah yang menjadi proses latar belakang berjuangnya. “Sehingga kita dapat merasakan bagaimana perjuangan santri untuk diteladani dan diteruskan” tuturnya pada Tanmia.

Ia menjelaskan juga, saat ini kegiatan rutinitas program utama di Masjid Uswatun Karima yaitu pembinaan pendidikan anak-anak pedalaman yang masih dalam tahapan rintisan saat ini. Sekitar belasan orang tua santri yang berasal dari pelbagai perkampungan pedalaman menaruh harapan besar agar hari-hari anak-anaknya bisa mengikuti kegiatan belajar dan pembinaan yang diselenggarakan oleh Masjid dan TPQ Uswatun Karima.

Pada waktu pagi sampai siangnya mereka belajar di madrasah sementara pulangnya mereka tinggal di asrama pesantren masjid. Nampaknya sangat ideal untuk diterapkan di saat kemajuan zaman sudah terus berubah mengikuti modernisasi digital, tapi walhasil pembinaan pendidikan anak-anak tetap berjalan alamiah dengan penuh kesederhanaan dan bermodal nekad semangat kesungguhan “man jadda wa jada” karena disinilah ruh-ruh perjuangan kader santri ditempa dibentuk disiapkan.

Realitas peran para santri pengabdian pun tidak bisa dianggap sepele dimana pun posisi dirinya berada ditempatkan akan memberikan sumbangsih peran sebaik-baiknya dengan segenap ruh jiwanya dan semangat juang kemandiriannya. Apalagi ketika harapan dan kenyataan timpang tidak serta merta meruntuhkan tekad kesungguhan dengan apa yang sudah diniatkan.

Tidak ada rasa syukur yang paling tepat ditunaikan di tempat pengabdian santri selain mengajarkan ilmu dan mengalirkan pahala kebaikan dengan menyiapkan generasi rabbani yang sempurna karena iman dan takwanya. Ilmu dan ketakwaan yang saling menguatkan dan menyempurnakan. Sungguh, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat bagi siapapun yang dikehendaki-Nya.

Kiprah sejarah keteladanan santri dan ulama terdahulu tidaklah instan seketika diraih. Proses perjalanan narasi panjang penuh pengorbanan dan perjuangan. Tidaklah ada makan siang gratis. Tidak bisa menunggu durian runtuh, bila belum menyemai tanaman dengan sungguh-sungguh. Berkarya mesti diraih dengan mujahadah bukan berlenggang berpangku tangan tanpa berbuat apapun yang bermanfaat untuk maslahat.

Anugerah yang besar momentum Hari Santri ini bisa menjadi refleksi santri di masa sekarang sebagai lampu obor penerang yang tak lekang oleh waktu dan tergilas tertindas oleh lajunya zaman. Inilah nilai-nilai yang bisa diwariskan tentang pentingnya nilai-nilai iman yang membuahkan akhlaqul karimah yang tinggi yang harus menjadi ruh spirit utama santri.

Sebagaimana petunjuk ayat suci firman-Nya :
“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [ Qs. Al Ankabuut : 69 ].

 

Ali Azmi
Relawan Tanmia

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!