Ramadhan-Quran

Keadaan Salafus Shalih Di Bulan Ramadhan

998 Views

Oleh Al Ustadz Khalid, Lc Hafidzahullah.

Allah swt memberikan banyak sekali keutamaan dan kebaikan di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan taubat, pengampunan, penyucian jiwa, penghapusan dosa dan kesalahan, pembebasan dari siksaan neraka, terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, terbelenggunya setan, terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu malam, bulan penuh dengan kebaikan, kedermawanan dan doa doa yang terkabul.

Oleh karena itu, para salafus shalih tidak menyia-nyiakan musim kebaikan tersebut, sehingga mereka berlomba lomba beribadah dan bersungguh sungguh dalam beramal shalih dalam rangka untuk meraih ridho dan pahala dari Allah swt.

Sebelum kita membahas tentang keadaan salafus shalih di bulan Ramadhan maka alangkah baiknya kita terlebih dahulu menilik keadaan Qudwah kita dan Qudwah Salaf Shalih yaitu Baginda kita Nabi Muhammad saw di bulan Ramadhan. Al Imam Ibnu Qayyim berkata “Diantara sebagian petunjuk Nabi saw di bulan Ramadhan adalah memperbanyak variasi ibadah, dulunya Jibril as gemar mengajari Nabi saw Al Quran dibulan Ramadhan, dan Jibril mendapati Nabi saw lebih dermawan dari angin yang berhembus, beliau adalah sosok yang paling dermawan dibanding yang lain, terlebih lagi di bulan Ramadhan, beliau memperbanyak Sedekah, berbuat baik, membaca Al – Quran, shalat, zikir dan I’tikaf, beliau sangat mengistimewakan bulan Ramadhan dengan semangat ibadah dibanding bulan bulan yang lain, sehingga tidak terlewatkan sedetikpun waktu siang dan malam beliau kecuali diisi dengan ibadah (Zadul Ma’ad Fi Hadyi Khairil ‘Ibad, Juz 2/30).

Salafus Shalih kita begitu sangat memperhatikan bulan Ramadhan, mereka bersungguh sungguh untuk mengisi hari hari mereka dengan berbagai ketaatan dan amal shalih. Mereka adalah generasi terdepan didalam kebaikan, terdepan dalam bertaubat kepada Allah swt.

Nah, Bagaimana kesungguhan Salafus Shalih dalam aktivitas ibadah di bulan Ramadhan?

1. Salafus Shalih bersama Al -Quran di bulan Ramadhan.

Kita telah dapati pemandangan yang sangat menakjubkan bagaimana interaksi mereka terhadap Al Quran selama bulan Ramadhan, mereka adalah sosok yang menaruh perhatian yang besar terhadap Al Quran Khusus nya dibulan Ramadhan.
Lihatlah Imam Bukhari ra ketika tiba malam pertama bulan Ramadhan, beliau menjadi Imam shalat bersama Sahabat-sahabat nya, lalu beliau membaca 20 ayat disetiap Rakaat nya sampai mengkhatamkan Al-Quran. Beliau membaca Al Quran di waktu Sahur antara sepertiga sampai setengah Al Quran, sampai beliau menghatamkannya ketika datang waktu berbuka disetiap harinya. Lalu beliau berkata : Setiap selesai Khataman Al Quran terdapat doa yang mustajab (Sifatus Shafwah Juz 4/170).

Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i Menghatamkan Al Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 Kali selain yang beliau baca dalam shalatnya. Sebagaimana hal itu disampaikan imam Ar-Rabi’ bin Sulaiman (Sifatus Shafwah Juz 2/255).

Terkadang kita mendapati kerancuan karena adanya riwayat dari Nabi tentang larangan bagi orang yang mengkhatamkan Al Quran kurang dari 3 hari, Kenapa mereka malah menyelisihi larangan tersebut?

Maka Ibnu Rajab Al Hanbali menjawab bahwa larangan tersebut berlaku apabila dilakukan terus menerus, adapun di waktu waktu yang agung seperti bulan Ramadhan terkhusus malam 10 terakhir ramadhan yang didalamnya terdapat malam Lailatul Qadar atau di tempat tempat yang agung seperti memasuki kota makkah maka ini sangat dianjurkan memperbanyak khataman Al Quran sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu dan tempat yang suci tersebut.

2. Salafus Shalih ketika menghidupkan Qiyam Ramadhan.

Qiyamul lail adalah tradisi orang-orang shalih, perniagaan orang-orang beriman dan amalan orang-orang yang beruntung. Di malam hari seorang mukmin berkhalwat bersama Tuhannya, berdoa, bermunajat serta mengadukan permasalahan hidup kepada sang Khaliq.

Al-hafidz Imam Az Zahabi bercerita tentang Muhammad Al Labban :
“Beliau pernah mendapati bulan Ramadhan di tahun 427 H di Baghdad, beliau sholat tarawikh bersama orang-orang dalam setiap malamnya selama sebulan penuh. Dan beliau jika sudah selesai sholat, maka senantiasa beliau sholat hingga waktu subuh. Jika sudah sholat subuh, maka beliau melanjutkannya dengan membuka majlis bersama sahabat-sahabatnya. Beliau pernah berkata, “ Aku tidak pernah meletakkan pinggangku untuk tidur selama sebulan ini baik siang atau pun malam “.[Tarikh al-Islam : juz 1/3145].

Diriwayatkan oleh Saib bin Yazid bahwasanya Khalifah Umar bin Khattab ra memerintahkan Ubay bi Ka’ab dan Tamim Ad-Dari untuk membangunkan orang-orang supaya Qiyam Ramadhan, lalu sang Imam pun membaca surat surat miun (yang ayatnya berjumlah 100 lebih), sampai saking letihnya kami dari lamanya berdiri, kamipun sampai berpegangan tongkat, kamipun baru selesai darinya ketika menjelang subuh (Riwayat Imam Baihaqi dalam Sunan-nya).

Diriwayatkan dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakar berkata, bahwasanya aku mendengar ayahku berkata : Kami selesai menunaikan Qiyam Ramadhan, maka pembantu kami tergesa gesa memasakkan kami makanan khawatir tiba waktu subuh. (Al- Muwatta’ karya imam Malik).

Diriwayatkan oleh Daud bin Hushain dari Abdurrahman bin Hurmuz, beliau berkata : Imam shalat Kami Mengimami kami 8 rakaat dengan membaca surat Al Baqarah, ketika ia mengimami kami 12 rakaat dengan bacaan yang sama, maka orang-orang menganggap bahwa sang Imam meringankan beban mereka.(Riwayat Imam Baihaqi dalam Sunannya).

Oleh karena itu mari kita pergunakan kesempatan bulan Ramadhan ini untuk menuai pahala sebanyak-banyak nya dengan kesungguhan ibadah dan memperbanyak amal shalih jangan sampai kita sia-siakan kesempatan emas ini karena belum tentu kita bisa bertemu ramadhan tahun depan, bahkan bisa jadi ini bulan Ramadhan terakhir kita, makanya Al Imam Ibnu Qayyim mengingatkan betapa bahayanya perbuatan menyia-nyiakan waktu

إضاعة الوقت أشد من الموت لأن إضاعة الوقت تقطعك عن الله والدار الآخرة والموت يقطعك عن الدنيا وأهلها

Menyia-nyiakan waktu itu lebih dahsyat dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu memutuskan mu dari Allah dan negeri akhirat sedangkan kematian hanya memutuskan mu dari dunia dan penghuninya.

Semoga Allah menerima seluruh ibadah yang kita tunaikan selama Ramadhan ini dan mudah-mudahan Allah swt jadikan bulan Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!