Wakaf Qur’an Bantu Memakmurkan Masjid Pedalaman Lombok, NTB

Sampai hari ini pulau Lombok masih menempati sebagai julukan daerah kawasan pulau seribu masjid di Indonesia. Dan merupakan bagian populasi muslim terbesar di Indonesia. Namun, sematan julukan itu tampaknya belum berbanding lurus dengan fakta di lapangan bahwa tingkat kemakmuran masjid masih minim lebih-lebih lagi di sebagian daerah di Lombok masih awam jauh dari kesadaran para umatnya. Kendati gempa hebat 2018 lalu telah meluluhkan sebagian masjid-masjid dan bangunan yang tersebar di berbagai daratan pemukiman sepulau Lombok.

Faktanya juga menunjukkan, banyak kegiatan TPQ yang masih minim pengajar dan lemahnya kesadaran orang tua untuk mengajak anak-anak nya tentang pendidikan qur’an terlebih untuk tadabbur mendalaminya.  Melihat kenyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa tugas yang diemban para guru TPQ mengaji dalam membumikan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat negeri ini masih amat berat.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kepala Taman Pendidikan Alquran Baabussalam Dusun Pohgading Gubuk Tengak Pringgabaya, Lombok Timur NTB Ustadz H. Takdir belum lama ini. “Salah satu tantangan terbesar guru ngaji kita saat ini adalah menumbuhkan semangat di kalangan anak-anak agar mau mencintai Alquran sejak kecil dan remajanya” ujarnya saat berbincang dengan Tanmia, belum lama ini.

Bersamaan dengan itu pula Tanmia Foundation pun mendistribusikan Wakaf Qur’an untuk para santri TPQ Baabussalam Dusun Pohgading Gubuk Tengak Pringgabaya, Lombok Timur NTB
pada ( 10/01/2021 ). Sebanyak 100 eksemplar diserahkan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan pengembangan kegiatan belajar mengajar dan pendidikan anak-anak TPQ ke depannya.

Sejak dirintisnya di Mushola Baabussalam dengan segala jerih payahnya ditahun pertamanya TPQ mulai tahun 1995 sampai saat ini sudah memiliki 100 santri. Sebagian santrinya pun banyak berhasil melanjutkan ke berbagai pendidikan pesantren diberbagai daerah bahkan lulus perguruan tinggi ternama. Seiring berjalannya waktu kegiatan TPQ sekarang terbagi jam mengajinya dua waktu ba’da Ashar sampai maghrib dan ba’da maghrib sampai isya. Semuanya dibawah asuhan guru seadanya ala kampung yang notabenenya mereka semua fisabilillah. Hanya niatan panggilan hati nurani demi mendidik generasi. Padahal yang sebenarnya perlu diperhatikan juga tentang perhatian sisi kesejahteraannya.

“Alakullihal sampai saat ini biarpun guru seadanya tetap berjalan TPQ. Alhamdulillah dengan kegiatan wakaf Qur’an dari Tanmia Foundation menjadi semangat anak-anak bertambah dan terpenting anak-anak bisa mudah mengaji dan menghafal lebih baik lagi”, ujar Kurniawan salah satu pengajar TPQ.

Kegigihan para pengajar itu pun berproses panjang mulanya pada umumnya tidak semua orang tua mau anak-anaknya mengaji namun peranan H. Dahrun dan H. Takdir selaku imam masjid An-Nur yang menjadi tetua kampung jelas berpengaruh terhadap keberadaan TPQ Baabussalam sehingga keberadaan guru ngaji di TPQ inilah menjadi sebuah pilihan. Selain diajari membaca Al Qur’an juga diajari tata cara sholat tentang ilmu fiqih sederhana dan hafalan-hafalan do’a sehari-hari.

Apalagi kondisinya pandemi seperti sekarang yang mengharuskan anak-anak sekolah sementara belajar dirumah masing-masing maka bisa kita bayangkan jika tidak ada guru ngaji. Apa jadinya. Banyak anak terkendala juga tidak bisa baca Al Qur’an. “Alhamdulillah di kampung suasana masih Pandemi Covid 19 tidak menyurutkan anak-anak dalam mengaji di TPQ, in sya Allah tidak ada kendala”, tutur Akbar yang juga merupakan salah satu pengajar rutin.

Adanya tempat TPQ dan para pengajar yang ikhlas setia menemani bersama anak-anak adalah kekuatan yang mampu mengokohkan keimanan dan keberkahan bagi lingkungan khalayak ramai biarpun berada di suasana perkampungan.

Sehingga perlahan syi’ar pendidikan qur’an dan tingkat kemakmuran masjid menjadi lebih meningkat dan berkembang sebagai bagian dari syi’ar keberadaan pulau seribu masjid orang banyak menyebutnya.

Nyata dengan realitas adanya adalah harapan dan tantangan yang harus dicapai sepanjang masa karena bukan sekedar julukan kebanggaan semu semata. Biarlah hadir tanpa pamrih sehingga syi’ar qur’an dan keislaman itu mewarnai nyata disetiap sikap dan perilaku. Itulah kemuliaan dan keberkahan yang nyata sesungguhnya sebutan Lombok Pulau Seribu Masjid itu benar nyata adanya. Barakallahufiekum.

 

Ali Azmi
Relawan Tanmia

menghafal al quran

Metode Mudah Menghafal Al Quran

Oleh : Kholid Mirbah, Lc

Sesungguhnya kegiatan menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah nikmat yang paling agung dan ibadah yang paling mulia. Bagaimana tidak? Allah menitipkan Kalam-Nya, agar tersimpan rapat di dalam dada para hamba-Nya yang terpilih. Sebagaimana dalam literatur hadits, Nabi saw bersabda,

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأ القُرآنَ فَقَدِ اسْتَدْرَجَ النُّبُوَّةَ بَيْنَ جَنْبيْهِ غَيْرَ اَنَهُ لَا يُوْحى اِلَيهِ لَا يَنْبَغِىْ لِصَاحِبِ القُرآنِ اَنْ يَجِدَ مَعَ مَنْ وَجَدَ وَلَا يَجْهَلَ مَعَ مَنْ جَهِلَ وَفيْ جَوْفِه كَلَامُ اللهِ. (رواه الحاكم وقال صحيح الأسناد).

Dari Abdullah bin Amr r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa membaca al Qur’an, maka ia telah menyimpan ilmu kenabian diantara kedua lambungnya, sekalipun wahyu tidak diturunkan kepadanya. Tidak pantas bagi hafizh Al-Qur’an memarahi seorang pemarah dan bertindak bodoh terhadap orang bodoh, sedang Al-Qur’an berada dalam dadanya.”

Maka hakikatnya, para penghafal Al-Qur’an telah menyimpan seluruh ilmu kenabian, hanya saja wahyu tidak diturunkan kepada mereka, maka ini adalah satu keutamaan yang harus kamu raih, maka bersungguh sungguhlah kamu, jangan kamu pelit dalam menggunakan waktumu untuk Al-Qur’an, karena Allah pasti akan memberikan keberkahan terhadap ilmumu, waktumu, kesehatanmu, masa mudamu, dan segala sisi kehidupanmu, bahkan Allah swt pula akan menurunkan keberkahan terhadap rumah yang kamu tinggali, karena selalu kamu menghafalkan Al-Qur’an di dalamnya.
Makanya seorang Alim Ahli Qur’an Masa kini, Dr. Aiman Rusydi Suwaid mengatakan,

من لزم المبارك صار مباركا

“Barang siapa yang gemar berinteraksi dengan Al-Mubarak (Al-Qur’an) maka ia akan diberkahi”

Maka bersungguh-sungguhlah kamu, jauhkan diri dari sifat malas, peganglah erat Al-Qur’an di tanganmu dengan satu cita-cita dan harapan besar, dan ketahuilah bahwa menghafal Al-Qur’an adalah sebuah amalan yang agung, amalan generasi salaf dan orang-orang shalih, amalan para tokoh dan pembesar yang nama serta jasa mereka terukir dalam sejarah, hidup mereka diawali dengan menghafal Al-Qur’an sebelum menghafal dan belajar ilmu yang lain, sehingga Allah mengangkat derajat mereka, meninggikan kedudukan mereka dan menyebarluaskan ilmu mereka ke seluruh penjuru dunia.
Dalam sebuah hadits Umar bin Khattab ra, Rasulullah saw bersabda,

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ . (رواه مسلم)

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan Al-Qur’an dan menjatuhkan kaum yang lain juga dengan Al-Qur’an”. (H.R. Muslim).

Suatu kaum akan ditinggikan kedudukannya dengan sebab mereka perhatian terhadap Al-Qur’an, mengikuti dan mengamalkan kandungannya. Sebaliknya suatu kaum yang mengabaikan Al-Qur’an dan mengingkari kebenarannya akan jatuh derajat dan kedudukan mereka.

Rasulullah pernah mengangkat seorang pemuda sebagai pemimpin di tengah kelompok yang terdapat orang yang lebih tua karena memiliki hafalan Al-Qur’an terbanyak yang salah satunya surah Al-Baqarah.

Demikian pula dalam pemakaman para syahid/korban perang Uhud Rasulullah mendahulukan mereka yang terbanyak hafalan Al-Qur’annya. Begitu pula kalau ada ada yang ingin menghafalkan Al-Qur’an apapun titel pendidikan dan pekerjaannya pasti ia akan pergi belajar kepada Ahlul Quran, ini bukti Allah memuliakan ahlu Qur’an di dunia, terlebih lagi di Akhirat, Allah swt telah menyiapkan baginya sebuah kemuliaan yang agung yaitu kedudukan yang agung di surga-Nya, sebagaimana Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ ». (رواه الإمام أحمد وابن ماجه)

Sesungguhnya Allah s.w.t. mempunyai keluarga dari manusia”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah keluarga Allah itu?” Rasulullah saw menjawab: “Para penghafal Alqur’an itu adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Nah, bagaimana metode dan cara mudah hafal seluruh Al-Qur’an seperti mudahnya menghafal Surat Al-Fatihah?
Sebenarnya cara yang dibahas disini hanya sekedar salah satu metode standar menghafal, bukan bersifat pembatasan, artinya tekadang orang-orang mendapatkan metode menghafal yang lebih baik dan lebih mudah sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Nah, diantara cara mudah menghafalkan Al-Qur’an,

1. Mengkhususkan satu mushaf tertentu untuk menghafal, jangan berganti-ganti mushaf Al-Quran, dan lebih utama menggunakan mushaf Al-Madinah Al-Munawwaroh.

2. Mengkhususkan satu halaman baru untuk dihafal dalam satu hari, begitupula seterusnya, jangan lebih dari satu halaman, walaupun sebelumnya halaman tersebut pernah dihafal.

3. Sebelum memulai hafalan, bacalah halaman yang akan dihafal secara perlahan-lahan sebanyak 20 kali, dan fokuskan bacaan pada lafadz-lafadz dan tanda baca dalam Al-Qur’an (fathah, dhammah dan kasrah) dan jikalau terdapat kesulitan pengucapan pada suatu lafadz pada ayat yang dihafal, maka dengarkan lafadz tersebut dari kaset atau rekaman dari para Masyayikh dan Qurra’ yang sudah diakui kualitas bacaan mereka, semacam Syaikh Muhammad Ayyub, Syaikh Al-Minsyawi dan lain sebagainya secara berulang-ulang. Kalau seandainya kamu berguru kepada seorang Syaikh atau Ustadz yang Ahli dalam bidang Al-Quran, maka hal itu lebih utama kamu bisa memintanya untuk memperbaiki bacaanmu berulang-ulang, sampai lisanmu benar-benar lihai dan mudah mengucapkan lafadz yang sulit tersebut. Maka kamu dianjurkan untuk banyak mengulang-ulang hafalan tersebut dengan tujuan supaya agar hafalan itu terpatri dalam benakmu, sehingga tidak ada kesalahan dalam hafalan, karena hafalan yang salah itu terjadi karena awal kesalahan ketika belajar menghafal Al-Qur’an, dan ketika hal itu terjadi, maka sangat susah untuk diperbaiki.

4. Mulailah dengan menghafal pada ayat di baris pertama pada mushaf, setelah dirasa telah hafal, maka ulangi hafalan ayat tersebut sebanyak 10 kali, sampai benar-benar mutqin di benakmu, kemudian pindah ke ayat selanjutnya pada baris kedua, lalu mulailah menghafal dan ulangilah ayat tersebut sebanyak 10 kali juga sampai benar-benar hafal, kemudian setelah selesai dari hafalan baris pertama dan kedua, ulangi kembali hafalan pada baris pertama dan kedua sebanyak 10 kali, begitupula seterusnya sampai selesai satu halaman. Setelah itu kamu baca satu halaman tersebut tanpa melihat mushaf sebanyak 10 kali. Jikalau terdapat kesulitan pada salah satu lafadz di dalam halaman tersebut, maka lihatlah letak posisi lafadz tersebut, kemudian ulangi lagi hafalan pada halaman tersebut, lalu agar lebih meyakinkan lagi, mintalah salah satu keluarga mu atau kawanmu untuk menyimak hafalanmu dihadapan mereka supaya hafalanmu dapat dikoreksi dengan benar.

5. Pada hari berikutnya, mulailah menghafal halaman baru dengan cara yang telah disebutkan diatas, setelah selesai, ulangi kembali hafalan pada halaman sebelumnya dan halaman yang sedang dihafal tanpa melihat mushaf sebanyak 10 kali, kemudian mintalah temanmu atau saudaramu untuk menyimak hafalanmu sebanyak dua halaman, yaitu halaman yang dihafalkan sebelumnya dan yang dihafalkan sekarang. Jika hafalanmu kurang sempurna, maka ulangi lagi sebanyak dua atau tiga kali sampai benar-benar mutqin dan sama sekali tidak ada kesalahan.

Perhatian

Tidak boleh pindah ke halaman yang baru selama-lamanya sebelum dipastikan kamu benar-benar hafal pada halaman sebelumnya.

6. Dengan berjalannya hari, maka hafalanmu semakin banyak, surat demi surat, juz demi juz akan kamu lewati, maka tugas selanjutnya adalah kamu jaga hafalanmu dengan cara mengulangi hafalan-hafalan yang lalu, misalnya ketika kamu sudah hafal 15 halaman, maka setiap hari harus diulangi sejumlah itu pula setelah menyelesaikan hafalan baru, seandainya kamu sudah hafal satu juz, maka setiap hari kamu harus mengulanginya sebanyak itu pula setelah menambah hafalan pada halaman baru dengan cara yang kami sebutkan pada poin keempat, kemudian kamu ulangi lagi hafalan pada halaman-halaman baru tadi pada juz selanjutnya ditambah murojaah satu juz yang sudah dihafal. Lakukanlah hal tersebut hingga kamu menyelesaikan dua juz kemudian tiga juz, lalu kamu harus memuroja’ah tiga juz disetiap harinya setelah menambah hafalan baru.

7. Setelah kamu menyelesaikan hafalan 4 juz, maka kamu mulai memurojaah 3 juz sebelumnya setiap hari setelah menambah hafalan baru, maksudnya adalah kamu memurojaah lagi pada hari itu setelah menambah hafalan baru misalnya muroja’ah juz satu, dua, tiga, dan pada hari selanjutnya kamu memurojaah juz empat, satu dan dua setelah menambah hafalan baru. Begitupula pada hari berikutnya setelah menambah hafalan baru kamu memurojaah juz tiga, empat, dan satu. Dan jangan lupa biar tambah yakin, kamu datang kepada seorang Hafidz untuk menyetorkan hafalanmu.

8. Ketika hafalanmu sudah mencapai lebih dari 16 juz, maka hendaknya kamu memurojaah setiap hari 3 juz tanpa melihat mushaf dengan cara yang kami sebutkan pada poin ke tujuh, dan kamu minta agar temanmu menyimak hafalanmu dan begitu seterusnya.. maksudnya misalnya jika sekarang kamu sudah hafal 15 juz maka, 15 dibagi 3 sama dengan 5, sehingga kamu akan memurojaah hafalan mu sebanyak 15 juz dalam 5 hari dan seterusnya, dan jangan lupa kamu minta kawanmu untuk menyimak hafalanmu.

9. Ditengah aktivitas mu memurojaah hafalan-hafalan lama, terkadang kamu lupa atau ragu pada suatu ayat pada halaman tertentu, maka hendaknya kamu melihat ke mushaf, dan amati baik-baik ayat tersebut, lalu kamu memurojaah lagi halaman tersebut sebanyak minimal dua kali tanpa melihat mushaf sampai benar-benar mutqin, lalu kamu tandai posisi ayat tersebut dalam catatan khusus, supaya kesalahan ini tidak terulang lagi pada kesempatan yang lain.

Catatan penting..

a. Memurojaah hafalan-hafalan lama tidak boleh dilakukan kecuali selesai menghafal pada halaman baru secara mutqin. Dan hendaknya kamu menentukan satu waktu khusus, entah itu ba’da subuh atau habis ashar dan lain sebagainya untuk memurojaah hafalan-hafalan lama. Dan ketahuilah bahwa muroja’ah hafalan itu lebih baik dari pada menambah hafalan baru!
Saking pentingnya menjaga hafalan dengan cara muroja’ah ini, sampai Nabi saw bersabda,

تَعَاهَدُوا القُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنَ الإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

“Jagalah (hafalan) Al-Qur’an itu, maka demi Dzat, jiwaku di kekuasaan-Nya, sungguh ia (Al-Qur’an) lebih cepat lepasnya daripada unta dari ikatannya” (HR Bukhari)

b. Penting sekali kamu untuk mencari rekan yang dapat diajak setoran hafalan secara bergantian bisa itu ayah, ibu, saudara, istri, teman dekat dan lain sebagainya untuk memastikan hafalanmu benar.

c. Hari jumat adalah hari istirahat untukmu dalam satu pekan, maka dihari itu jangan kamu menambah hafalan baru, dan jangan pula mengulang hafalan lama, rehatkan sejenak diri dan pikiran mu, sehingga pada hari sabtu kamu kembali sudah siap dengan energi dan semangat baru untuk menambah hafalan baru.

d. Jadwal hafalan baru yang sudah ditentukan setiap hari adalah satu halaman mushaf, jikalau pada hari itu terdapat uzur, karena kesibukan pekerjaan atau hajat tertentu, maka kamu bisa menggantinya pada hari berikutnya, sehingga jumlah hafalan baru menjadi dua halaman, ditambah memurojaah hafalan-hafalan sebelumnya.

e. Pada setiap akhir pekan, usahakan kamu meminta rekanmu untuk mengetes seberapa mutqin hafalanmu, misalnya dengan beberapa soal sambung ayat, atau tebak surat dan nomor ayat atau yang lainnya, karena biasanya dengan cara ini sangat ampuh untuk menguatkan hafalan Al-Qur’an seseorang, sehingga dengan izin Allah swt hafalan tersebut akan terpatri dalam ingatannya untuk selama-lamanya.

(Dinukil dari kitab Ihfadzil Qur’an Kama tahfadzul Fatihah karya Syaikh Duraid Ibrahim al-Mushili)

duka lombok3 - Tanmia Tebar Al Quran untuk Korban Gempa di Pedalaman Dusun Geripak dan Sempeni Lombok

Tanmia Tebar Al Quran untuk Korban Gempa di Pedalaman Dusun Geripak dan Sempeni Lombok

Suasana rinai gerimis mulai reda jelang malam yang perlahan tertutup gelap. Inilah suasana perjalanan di ujung kampung perbukitan Desa Mekar Sari Lombok Barat ( 9/1/2019). Misi mulia kali ini adalah masih dalam serangkaian distribusi wakaf Qur’an pasca gempa Lombok. Menurut surat edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat bahwasanya masa tanggap recovery bencana Lombok akan berakhir sampai Februari 2019 ini, namun realitanya masih jauh panggang dari api realisasinya menurut informasi yang didapati di lapangan bencana.

Meski kondisi demikian Tanmia Foundation berikhtiar untuk terus memberikan peran dan sumbangsih dengan apa yang bisa dilakukan sampai saat ini.

Tujuan lokasi distribusi wakaf al-qur’an ialah berada di dusun Geripak Desa Glangsar dan Dusun Sempeni Desa Mekar Sari. Kedua daerah ini berada di Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat dengan lokasinya yang cukup tinggi dan terpencil. Hanya ada akses jalan setapak yang bisa dilalui kendaraan roda dua untuk menembus daerah ini. Jalannya pun hanya dicor beton sebagian ditambah lagi sempit dan harus saling mengalah berhenti bila berpapasan.

Walhasil mobil bantuan dan relawan harus berhenti setelah penghabisan batas ujung jalan beraspal, lalu masih berlanjut naik melewati jalanan tanah terjal, berliku, disisi kiri jalan jurang yang dalam.

Sebanyak 200 paket wakaf Al Qur’an dan Iqra’ dari Tanmia Foundation didistribusikan langsung ke santri TPQ dan para warga jama’ah yang memakmurkan masjid Nurul Jibal. Kendati mendiami daerah pedalaman di dataran tinggi perbukitan dusun ini juga tak luput dari goncangan gempa yang juga nyaris meluluh lantahkan sebagian besar rumah warga. Karena akses sulit inilah sehingga bantuan tidak banyak masuk ke wilayah ini, kecuali mendapati warga setempat untuk bisa sampai ke wilayah ini.

Sesampainya diatas, terlihat banyak rumah yang roboh. Mungkin karena posisi diatas perbukitan yang cukup miring. Atau mungkin juga karena konstruksi bangunan rumah yang sederhana.

“Ada 130-an KK beserta puluhan anak-anak usia sekolah yang tinggal tersebar mendiami rumah-rumah yang dikelilingi semak ditengah hutan perbukitan terjal”, tutur Usman Halim salah warga yang sudah puluhan tahun menjadi pengurus Masjid Nurul Jibal yang menerima rombongan kami.

Alhamdulillaah, akhirnya tibalah kami usai adzan waktu maghrib berkumandang dan shalat berjama’ah bersama warga setempat. Ungkapan syukur Alhamdulillaah terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam memberikan bantuan dan wakaf atas sebagian rizkinya untuk para korban gempa di Lombok. Seberapapun itu, sangat bermanfaat dan membawa raut senyum kebahagiaan bagi warga disini. Semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan yang berlipat. Aamiin Barakallahufiekum.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Lombok, NTB

Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon

Sepanjang pengamatan kami dalam perjalanan menuju Ujung Kulon memang suasana sangat terasa suasana desa atau pelosok lebih tepatnya, selain jalan yang masih jauh dari kata layak, nuansa rumah penduduk pun menggambarkan hal itu, sebagian masih menggunakan gedek (dinding bambu) dan atap daun Rumbia, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari informasi yang kami dengar, kampung yang paling ujung pulau jawa itu baru merasakan nikmatnya listrik setahun yang lalu 2017, sebelum itu masyarakat menggunakan alat penerangan apa adanya yang mereka miliki.

Berkeliling di beberapa titik tujuan distribusi Al Quran kami ditemani Kang Dedi atau Ust Dedi, beliau yang menyambut kami saat datang ke Ujung Kulon di pendopo beliau yang sangat sederhana tepat waktu shalat Ashar, selepas Shalat Ashar kami berbincang dengan beliau dan rekan – rekan beliau, sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng yang masih hangat buatan beliau, sambutan cukup hangat dan obrolan cukup cair dan menyenangkan hati, sehabis magrib kami disugui hidangan khas ujung kulon, Ikan bakar dan sambal khasnya, hidangan yang sangat istimewa, makan berjamaah di atas daun pisang bersama para pejuang dakwah di sana.

Beliau dahulunya adalah pemandu wisata untuk wilayah Ujung Kulon, bagi para pengunjung Lokal dan manca negara, pernah juga mendampingin para peneliti dari luar negeri, mereka bisa bertahan berhari – hari dalam hutan lebat ini, namun beberapa tahun belakangan hatinya mulai terpanggil untuk ikut andil dalam dunia Dakwah, sedikit demi sedikit beliau ikuti majlis ilmu untuk mencari bekal – bekal di medan dakwah, hingga akhirnya memutuskan untuk terjun secara totalitas dalam dakwah.

Kegiatan beliau cukup nyata dalam dunia dakwah, beliau menjadi Dalil (penunjuk jalan) bagi para dai yang ingin berdakwah di Ujung Kulon, selain beliau adalah warga asli beliau juga dai, sehingga beliau siap mengantar hingga ke ujung pulau yang masih ada penghuninya.

Dari obrolan kami dengan beliau dalam 2 tahun terakhir sudah 150 Orang dapat kembali ke dalam ajaran islam yang lebih baik (taubat), rata – rata mereka para pejudi, pemabuk, dll.

Sebagian Al Quran yang tidak mampu kami bawa dengan kendaraan kami maka akan kami kirimkan ke alamat beliau kemudian beliau yang akan mendistribusikannya kepada jamaah yang belum mendapatkan mushaf Al Quran.

Semoga Allah menerima amalan ini, dan menerima seluruh amalan para Pewakaf yang ikut dalam program wakaf Al Quran Ujung Kulon ini, aamiin ya rabbal alamin.

WhatsApp Image 2018 04 19 at 16.52.41 300x225 - Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon WhatsApp Image 2018 04 19 at 16.39.51 300x225 - Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon WhatsApp Image 2018 04 19 at 16.39.24 300x225 - Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon

Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung Kulon

Selasa 17 April Sehabis shalat subuh tiga orang team tanmia dengan mengendarai mobil rental jenis SUV tancap gas menuju tol Jagorawi menghindari padatnya kendaraan menuju Jakarta, perjalanan kali ini cukup panjang, untuk menuju lokasi yang sudah kita rencanakan butuh waktu kurang lebih 10 jam.

Meskipun waktu pengumpulan Al Quran terbilang cukup singkat namun dengan izin Allah kemudian partisipasi para Pewakaf yang sangat antusias mengikuti program ini sehingga hanya dalam waktu 2 pekan target 1000 Al Quran alhamdulillah sudah terpenuhi, peserta wakaf (Pewakaf) yang ikut pada program ini lebih dari 100 orang.

Jalan menuju lokasi terbilang cukup berat, selain jauh kita akan menemui puluhan kilo meter jalan berlubang dan endapan air dengan diameter cukup lebar layaknya kubangan kerbau. Masyarakat kelihatannya sangat sabar menerima jalan dengan kondisi seperti itu, pasalnya sudah bertahun – tahun tidak ada perubahan.

Alhamdulillah mayoritas warga di ujung kulon adalah muslim, hal ini terlihat jelas banyak masjid kiri dan kanan jalan sangat mudah untuk ditemui, mata pencaharian masyarakat di sini kebanyakan hanya bertani dan nelayan, karena memang posisi perkampungan mereka di pesisir pantai.

Al Quran kami distribusikan kepada pribadi/ individu, pesantren dan majlelis taklim, mudah – mudahan ini menjadi bekal mereka untuk menghadapi bulan Ramadhan yang akan datang menghampiri kita satu bulan lagi.

Kami pengurus Yayasan Islam Attanmia menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya atas partisipasi dan doa dari bapak dan ibu sekalian, kami sampaikan Jazakumullah khairan.

WhatsApp Image 2018 04 19 at 16.25.07 1 300x225 - Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung Kulon WhatsApp Image 2018 04 19 at 16.27.27 300x225 - Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung KulonWhatsApp Image 2018 04 19 at 14.50.41 300x225 - Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung Kulon

Tidak sama penghuni Surga dengan penghuni Neraka

Judul artikel ini merupakan penggalan makna ayat 18 dari surat ke 59, Al-Hasyr namanya, yang menyatakan bahwa tidak lah sama antara penghuni Surga dengan penghuni Neraka, ayat ini sekilas memberitahu kita semua bahwa Neraka dan Surga adalah ciptaanNya, keduanya adalah tempat yang berbeda serta fasilitas dan tawaran kenikmatannya juga beda, dari ayat – ayat dan hadits Nabi shallahu alaihi wa sallam, secara detail disebutkan perbedaan itu, maka orang – orang yang cerdik akan melihat jelas perbedaan itu lalu mengambil pilihan yang tepat, dengan melaksanakan jalan yang menghantarkan mereka ke surga tersebut, sungguh beruntung orang yang telah menentukan pilihan yang benar.

Berikut ini kami sebutkan sedikit perbedaan yang disebutkan di dalam Al Quran atau Sunnah tentang perbedaan keduanya.

Pakaiannya BEDA

a. Pakaian Ahli Surga

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (QS Al Insan: 21).

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا ۖوَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

(Bagi mereka) surga `Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fathir: 33).

b. Pakaian Ahli NERAKA

فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (QS Al Hajj: 19).

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

Makanan dan minumannya BEDA

a. Makanan Ahli surga

“Di dalam surga itu mereka diberi minum (segelas minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan Salsabila.” (QS Al-Insan: 17-18).

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka inginkan. (Dikatakan kepada mereka). ‘Makan dan minumlah kalian dengan enak karena apa yang pernah kalian perbuat.” (QS Al-Mursalat: 41-43).

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.” (QS Ath-Thuur: 22).

Di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya, Dan sungai-sungai madu yang murni. (QS.Muhammad:15).

b. Makanan penghuni neraka

– Buah Zaqum
“Sungguh pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang-orang yang berbuat dosa. Rasanya seperti lelehan logam yang mendidih di dalam perut, seperti air mendidih yang amat panas.” (QS Adhukhan: 43-46).

– Hamim
Orang-orang kafir dan musyrik itu akan memakan sebagian dari buah pohon zaqum itu. Namun tidak menjadikan mereka kenyang. Kemudian orang-orang kafir itu akan mendapatkan hamim; minuman air mendidih yang sangat panas.” (QS Ashaffat: 66-67).

– Dhari’
“Mereka tidak akan mendapat makanan selain dari pohon yang berduri (Dhari). Yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS Al Ghasiyah: 6-7).

– Ghislin
“Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini, di sini. Tiada pula makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari ghislin (nanah penghuni neraka). Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS Al Haaqqah : 35-37).

Tempat duduknya juga BEDA

a. Tempat duduk penghuni surga

“Mereka bertelekan (duduk dengan santai) di atas permadani yang sebelah dalamnya terbuat dari sutra yang tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS. Ar-Rahmaan: 54).

“Di atas sofa bertahtakan emas dan permata. mereka bersandar di atasnya, berhadap-hadapan.” (QS. Al-Waaqia’ah:15-16).

“Mereka bersandar pada bantal yang berwarna hijau dan permadani yang sangat indah.” (QS. Ar-Rahmaan: 76).

b. Tempat duduk Ahli NERAKA

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu, Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS. 14:50).

ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api (QS Al Mukmin 71-72).

Salam sambutan mereka juga BEDA

a. 1. Salam Orang Mukmin Diantara Mereka

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ
Doa mereka di dalamnya ialah, Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan salam penghormatan mereka ialah “salam sejahtera”. (QS.Yunus:10).

2. Salam Malaikat Kepada Orang Mukmin

وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS.Az-Zumar:73).

3. Salam Allah kepada Hamba-Nya

سَلَامٌ قَوْلاً مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

“(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (QS.Yasiin:58).

b. Salam dan sambutan di Neraka

Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. (QS Athuur : 13-14).

Lalu diperintahkan malaikat penjaga neraka: “Tangkaplah orang yang berdosa itu serta belenggulah dia, Kemudian bakarlah dia di dalam neraka Jahiim, Selain dari itu, masukkanlah dia dalam (lingkaran) rantai besi yang ukuran panjangnya tujuh puluh hasta, (dengan membelitkannya ke badannya)! (QS Alhaaqqah: 30-32).

Mudah – mudahan Allah memberikan kepada kita istiqamah sehingga wafat dalam ketaatan dan kebaikan.

Tadzkirah….

Salah satu hikmah keutamaan penghafal Al Qur’an adalah karena kedekatannya dengan Al Qur’an. Kemuliaannya karena tingginya itensitas interaksinya dengan Al Qur’an. Keistimewaannya karena hati dan pikirannya yang selalu terpaut dg Al Qur’an, serta lisannya yang senantiasa basah dengan bacaan Al Qur’an.

Dalam Hadits Rasulullah saw disebutkan bahwa penghafal Al Qur’an layak di-iri karena aktifitasnya membaca Al Qur’an siang dan malam.

Hikmah dijadikannya hafalan Al Qur’an mudah lepas jika tidak dijaga adalah agar hati, pikiran, dan lisan senantiasa terpaut & disibukkan dengan Al Qur’an.

Maka amat sangat aneh kalau ada seseorang ingin menghafal Al Qur’an tapi malas mengulang2 bacaan. Sama anehnya juga dengan yg sudah hafal tapi malas memuraja’ah hafalannya.

Sering kita mendengar ada yang mengatakan :”menghafalnya sih cepet, tapi menjaganya itu lho yg susah.”
Atau mengatakan setelah dapat tips praktis menghafal :”bagus sih tipsnya, tapi ujung2nya sih ya harus diulang2 juga..” atau mengatakan “tapi kalau nggak diulang2 susah juga ya..” atau “tapi kalau g dimuraja’ah ternyata tetap hilang juga ya..” dan ucapan2 lain yg sejenis.

Apakah ia berharap hafal tanpa proses mengulang2 bacaan, atau berharap hafalan terjaga tanpa capek2 murajaah?!!

Jika demikian, maka kemuliaan seperti apa yang dicarinya dengan ingin menjadi penghafal Al Qur’an?!!. Sedangkan kemuliaan penghafal Al Qur’an karena kedekatan dan interaksinya yg tinggi dengan Al Qur’an!.

Patutlah kita senantiasa bertanya pada diri ; “Apa yang kita cari???

اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً
اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نُسِّيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنَّا
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, kasihanilah kami dengan Al Qur’an, dan jadikan Al Qur’an bagi kami sebagai pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya(Al Qur’an ), dan ajarkan kami apa yang kami tidak tahu darinya, dan karuniakan pada kami untuk membacanya siang dan malam dengan cara yang membuatMu ridlo kepada kami. Dan jadikanlah Al Qur’an hujjah bagi kami wahai Robb semesta alam.

– Arham Ahmad Yasin –

Ayat Yang Paling Terakhir Turun

 {وَٱتَّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ}، البقرة : ٢٨١.

Dan berhati – hatilah dengan suatu hari kalian akan dikembalikan kepada Allah, lalu setiap jiwa akan diberi balasan atas apa yang mereka kerjakan, sedangkan mereka tidak dianiaya (dizhalimi). ( QS Al Baqarah : 281).

Ibu Abbas berkata: Ayat ini adalah ayat yang paling terakhir turun, dengan wafatnya Rasulullah saw hanya berselang 9 malam saja, ayat ini turun di malam sabtu kemudian Rasulullah saw wafat pada malam senin, Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah.

Posisi ayat ini pula terletak diakhir ayat yang menceritakan tentang riba, sebelum ayat riba Allah swt menceritakan tentang sedekah, setelah ayat 281 Allah menyebutkan ayat yang menetapkan soal hutang piutang.
Bila dilihat secara sekilas, ayat – ayat ini mencerikan masalah kezhaliman yang dilakukan manusia dengan hartanya, diantaranya, manusia yang enggan membayar zakat, atau enggan bersedekah, jahatnya Riba dan jahatnya orang yang menunda atau enggan membayar hutang.

Yang pada semua ayat ini menyebutkan kata – kata “وَاتَّقُوْا” yaitu ” berhati – hatilah”, hal ini dapat kita lihat pada ayat, yang bercerita soal Riba QS Albaqarah: 278, Pada akhir ayat yang menceritakan tentang Hutang piutang, QS Albaqarah: 282.

Sebagaimana kita ketahui kata “واتقوا” yang bermaksud “berhati – hatilah” dalam makna yang lain berarti jangan sampai engkau melakukan itu, dan jagalah dirimu dari perbuatan itu dan berhati – hatilah dengan ancaman keras di akhirat bila engkau melakukan perbuatan buruk tersebut.

Soal Riba Allah memberi ancaman yang sangat keras, diantaranya firman Allah:

{الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسّ } (البقرة: 275).

Sesungguhnya orang yang makan Riba mereka tidak akan bangun dari kubur kecuali seperti orang yang kesurupan (QS Albaqarah: 275).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَرْبَعَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لا يُدْخِلَهُمُ الْجَنَّةَ وَلا يُذِيقَهُمْ نَعِيمَهَا : مُدْمِنُ الْخَمْرِ ، وَآكِلُ الرِّبَا ، وَآكِلُ مَالِ الْيَتِيمِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ ” هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ , وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Ada 4 macam manusia yang pasti tidak akan dimasukkan ke dalam syurga, dan mereka tidak akan merasakan kenikmatannya, Pecandu Minuman keras, Pemakan Riba, orang yang makan harta anak Yatim dengan alasan yang tidak dibenarkan secara syar’i dan prang yang durhaka pada orang tuanya, kecuali apabila mereka bertaubat (HR Thabrany dengan sanad yang shahih), lihat pula kitab Al Kabair, oleh Imam Adz Dzahaby, no 140. beliau berkata Hadits ini Shahih.

Soal Hutang Rasulullah saw menyebutkan :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ». رواه مسلم

Artinya: “Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diampuni untuk seorang syahid seluruh dosa kecuali hutang.” (HR. Muslim)

Tentang Mereka Yang Enggan Membayar Zakat Rasulullah saw bersabda:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ، مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيْبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, ثُمَّ يَأْخُذُ بِلَهْزَمَتَيْهِ -يَعْنِى شَدَقَيْهِ- ثُمَّ يَقُوْلُ: أَنَا كَنْزُكَ، أَنَا مَالُكَ, ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ اْلآيَةَ: وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

Barangsiapa yang diberikan karunia harta oleh Allah dan ia tidak menunaikan zakat harta tersebut, maka pada hari Kiamat kelak hartanya tersebut akan diwujudkan dalam bentuk ular yang memiliki dua bisa kemudian dikalungkan di leher-nya, lalu ular itu menggigit dua tulang rahang bawahnya, sambil berkata, ‘Aku adalah harta simpananmu.’” Kemudian Rasulullah membaca ayat, “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya (HR Al Bukhari).

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya: Janganlah kalian berbuat zhalim, karena sesungguhnya kezaliman adalah Kegelapan di hari Kiamat (HR Muslim).
Semoga Allah menyelamatkan kita dari berbagai kezhaliman di dunia ini agar Allah memberikan keselamatan kepada kita di hari kiamat.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!