Wakaf Sumur Bantu Kegiatan Masyarakat & Santri Pesantren Abdurrahman, Duyungan, Bojonegoro

Tanmia Foundation resmi menyerahkan bantuan paket wakaf sumur bor di Pondok Pesantren Tahfidzhul Qur’an Abdurrahman yang berada di Dsn. Sepat Rt.003 Rw.001 Kel. Duyungan Kec. Sukosewu Kab. Bojonegoro Jawa Timur pada 3 Januari 2021.

“Pemanfaatan wakaf dirasakan langsung oleh warga pesantren yakni para pengasuh dan santri yang notabene banyak dari kalangan dhuafa. Santri pun cukup beragam mulai dari sekitar Bojonegoro, hingga Takalar Sulawesi Selatan. Hadirnya pesantren sejak dua tahun terakhir memiliki sejumlah santri sebanyak 30 santri. Kegiatan pembelajaran utama adalah hafalan Al-Qur’an sebagai salah satu program pokok pendidikan mengapa didirikannya pesantren,” jelas Ustadz Mujiono saat serah terima wakaf sumur di lokasi. Beliau selaku tokoh pribumi setempat dan mudir pesantren dalam menjelaskan banyak hal kepada Tanmia di lokasi termasuk asal mula lokasi pesantren yang dibangun sumur bor air tanah tersebut adalah tanah wakaf keluarganya yang sampai hari ini masih dalam tahap pengembangan sehingga dengan pembangunan sumur bor akan lebih membantu memudahkan kegiatan santri dan operasional pesantren serta membantu masyarakat sekitar.

“Titik pengeboran sumur hanya mencapai kedalaman 20 meter dengan kondisi tanah lumpur pekat hitam. Ini pertanda biasanya sumber air di daerah ini cukup beragam tergantung keberuntungan bisa jadi mudah maupun sulit untuk di dapat”, jelas Anto tukang bor yang melakukan pengeboran dilokasi lahan pesantren.

Paket wakaf sumur bor ini mengawali lembaran baru di tahun 2021 sejak bergulirnya program wakaf sumur bor yang dibangun oleh Tanmia Foundation hingga sekarang dan suatu keberkahan yang mengalirkan pahalanya atas partisipasi kedermawanan para muhsinin dari berbagai kalangan atas segala perhatiannya.

Tidak seperti sumur bor pada umumnya, sumur bor yang dibangun Tanmia Foundation tergolong sumur dangkal dengan memiliki spesifikasi kedalaman rata-rata sekitar 12 hingga 20 meter dengan debit air yang sudah kualitas maksimal baik kejernihan maupun debitnya. Satu sumur bor yang dibangun ini dapat melayani kebutuhan pesantren dan santri untuk kegiatan sehari-hari dan selebihnya aktifitas kegiatan bersama masyarakat sekitar pesantren.

Dalam kurun waktu yang bersamaan pula Tanmia Foundation juga mengadakan pembangunan wakaf sumur bor di beberapa titik di wilayah Jawa Timur yakni Madiun dan Tulung agung. Untuk sumur bor di Madiun sudah berjalan dan selesai serah terima dan Tulungagung masih dalam proses pengerjaan.

Sumur bor di Pesanteren Abdurrahman diharapkan dapat melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar sehingga masyarakat sekitar pun juga turut menikmati air bersih tersebut.

Daerah Kecamatan Sukosewu Bojonegoro merupakan daratan rendah yang seringkali bila datang musim hujan dilanda banjir. Sungai yang ada memang tidak banyak berubah dan merupakan mata rangkaian anak sungai yang menyatu dengan Bengawan Solo. Daerah ini seringkali mendapat kiriman pasokan air dari daerah pegunungan selatan yang lebih tinggi sehingga menjadikan daerah ini rawan terjadinya banjir sehingga menimbulkan gangguan pada persawahan dan pemukiman warga termasuk sumur yang ada mengeruh.

Untuk sumur bor pun masih terbilang langka yang menggunakanya dan masih mengandalkan sumur tradisional sehingga pada musim hujan lagi banjir banyak yang tergenang lumpur sehingga keruh dan sulit tidak layak untuk dikonsumsi. Kalau sudah seperti itu biasanya masyarakat ramai mencari sumber aliran PDAM di kota atau siapa yang memiliki sumur bor untuk ijin mengambil airnya disini,” ujar Masidi warga setempat yang bersebelahan dengan pesantren.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Qur’an Untuk Lansia Tak Mengenal Batasan Usia, Ruh Motivasi Menuntut Ilmu

Memang benar adanya ungkapan yang mengatakan, “Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air.” Itulah petikan kata mutiara yang fasih bagi para kalangan penuntut ilmu dari dahulu hingga sekarang.

Sebenarnya, ungkapan ini memotivasi siapapun baik anak muda dan tua agar giat belajar dan menuntut ilmu. Dimana masa muda hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan apapun.

Disisi lain, bukan berarti orang yang sudah memasuki usia senja sudah bebas terlepas tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu.
Seperti yang sekarang ini berjalannya Majelis Taklim Ummul Quro asuhan Ustadz Shofi Kelapanan Lamongan yang berdiri sejak 2015 ini.

Banyak peserta majelis taklim yang hijrah di perjalanan umur yang sudah cukup berusia dari usia cukup beragam, 50 maupun 55 tahun tapi tak menyurutkan ghirahnya untuk tetap menuntut ilmu mengejar kewajiban belajar, salah satunya belajar baca Qur’an, tahsin dan tafsirnya. Usia bukan lagi halangan dan alasan lagi untuk mereka di masa yang terbilang tua sudah dibebaskan dari kewajiban menuntut ilmu. Karena kemampuan berfikir dan daya ingatnya sudah tak mampu lagi mengikuti merekam setiap pelajaran.

Penghujung tahun bahagia Tanmia Foundation menyalurkan wakaf qur’an untuk segenap majelis taklim Ummul Quro Kelapanan, Sadayulawas Lamongan Jawa Timur. ( 31/12/2020). Ada 20 eksemplar Qur’an ukuran A4 yang didistribusikan untuk para anggota majelis taklim.

“Alhamdulillah bahagia rasanya kami memiliki kesempatan untuk belajar Al qur’an diusia yang sekarang ini”, jelas Demurus ( 55 tahun ) yang ikut belajar qur’an bersama ustadz Faroshid di Majelis Taklim Ummul Quro.

“Bahagia bercampur sejuta rasa ketika Qur’an yang digunakan adalah wakaf dari para muhsinin untuk kami. Artinya masih banyak yang memperhatikan kami dikala kondisi usia-usia penglihatan kami yang sudah berkurang jelas namun akhirnya datang Qur’an yang standar enak untuk dibaca”, tambah Demurus

Mengaca pada keteladanan para salaf pendahulu, alkisah seorang guru pernah ditanya : tentang seseorang yang usianya sudah 80 tahun. Apakah orang tua itu masih pantas untuk menuntut ilmu? guru itu menjawab, “Jika ia masih pantas hidup.”

Sudah banyak beredar tentang kisah penuntut ilmu belajar dimasa tuanya yang bisa kita ambil contoh keteladananya sehingga usia bukan lagi alasan untuk menganggap dirinya berhenti menutup dirinya finis belajar. Selama masih pantas untuk hidup, maka dia mesti belajar dan menambah pengetahuannya dan tak ada batasan usia bagi orang yang mau menuntut ilmu.

Kisah nenek usia 80 tahun yang sempat terdengar kisahnya menjadi penghafal Qur’an dalam waktu singkat puluhan hari saja sudah cukup membuktikan bahwasanya ketika kesungguhan dan keikhlasan itu membuka pintu kemudahan petunjuk dari Allah. Bahkan Alquran telah dijamin kemudahannya oleh Allah SWT dan dijelaskan diulang-ulang beberapa kali dalam ayat-Nya. Lalu, masihkah orang yang sudah berusia menolak untuk berhenti belajar Alquran?

“Rasa psikis merasa malu atau minder memang nggak bisa dipungkiri karena dianggap terlambat memulai mengkaji Islam. Tapi lagi-lagi hidayah Allah lah yang menguatkannya. Banyak sekali para pelaku sejarah dalam sejarah Islam untuk dikisahkan, betapa banyak orang-orang yang lanjut usia, tetapi tidak sungkan untuk belajar Qur’an dan mendalami agama-Nya”, jelas Ustadz Faroshid yang sehari-hari menjadi da’i Baitul Maqdis di wilayah Lamongan Selatan.

Ini mengisyaratkan nasehat berharga bahwa sepanjang umur usia seseorang harus diisi dengan suasana keilmuan. Karena keutamaan dan kemuliaan para penuntut ilmu bukan hanya didapat di sepanjang usianya tapi kelak akan dikenang mengalir hingga tutup usianya menuju kampung akhirat. Situasi dan kondisi apapun menuntut ilmu adalah sebuah ruh penggerak bak lokomotif dalam sebuah kereta. Alhasil, pada akhirnya buah ilmu yang bermanfaat menjadi benih amal sholeh yang akan menyuburkan iman dan hatinya menjadi ruh bagi kehidupan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Sumur Wakaf Untuk Masjid Bantu Kegiatan Rumah Qur’an Di Jiwan Madiun

Program perintisan pembangunan Rumah Qur’an dan Pesantren Abu Bakar Ash-Shidiq Jiwan, Kota Madiun Jawa Timur,  tengah berlangsung. Masih dalam wilayah lokasi yang sama peran Masjid Raudatul Madinah sangat penting sebagai salah satu pusat kegiatan belajar mengajar anak-anak dan kegiatan ibadah para jama’ah masjid di sekitarnya.

Tanmia Foundation turut hadir mensumbangsihkan program wakaf sumur dengan melakukan pengerjaan pengeboran sumur di area lokasi Masjid. Pembuatan sumur dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan kegiatan jama’ah dan para santri karena selama ini hanya mengandalkan saluran air PDAM tanpa ada tempat penampungan air khusus jadi bila sewaktu-waktu aliran PDAM mati maka sudah ada cadangan dan bisa juga dimanfaatkan secara bersamaan untuk kegiatan rutin lainnya.

“Alhamdulillah, Selasa (29/12),  pesantren dan Masjid yang baru dirintis ini mendapatkan bantuan sumur bor dari Tanmia Foundation dengan rasa bahagia para santri dan jama’ah merasa memilikinya untuk syi’ar dan kemakmuran ibadah”, ucap H. Agus selaku ketua takmir Masjid dalam acara simbolis serah terima wakaf.

Setelah berjibaku selama 2 hari, akhirnya air jernih yang diharapkan pun keluar dan membasahi lokasi masjid yang diberkahi terlebih juga sedang tahap pembangunan pesantren dan rumah Qur’an Abu Bakar Ash-Shidiq,” terang Pengurus Rumah Qur’an sekaligus Takmir Masjid, Doris Nasution melalui keterangannya di lokasi.

Cikal bakal kegiatan rumah Qur’an pun berawal dari kegiatan TPQ di masjid Jami Hussoh Al Barra atau lebih dikenal dengan Masjid Raudhatul Madinah. Kegiatan pembelajaran pun beragam dari baca tulis Al-Qur’an, hafalan, aqidah akhlaq dan materi-materi keislaman lainya sehingga untuk memaksimalkan kegiatan pada nanti akhirnya akan diarahkan untuk menjadi pesantren.

Keberadaan Rumah Qur’an Abu Bakar Ash-Shidiq yang berada di Jiwan Kota Madiun ini pun kian mendapat perhatian masyarakat luas, sehingga proses perintisan pesantren kini tengah perlahan berjalan.

Demikian pun Program wakaf sumur Tanmia Foundation ini juga tak lepas dari partisipasi para muhsinin dan donatur dimanapun berada sehingga dengan sinergi beramal shaleh makin banyak maslahat ke berbagai kalangan luas di tanah air.

Pengurus rumah Qur’an, Doris Nasution juga menyampaikan rasa terima kasih atas terealisasikannya program wakaf sumur bor ini.

“Alhamdulillah, terimakasih saya sampaikan kepada Tanmia Foundation yang telah merealisasikan program sumur bor. Sungguh ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan pesantren ke depan dan menjadi jariyah kebaikan yang tak pernah putus-putusnya,” ungkapnya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wisuda & Khataman TPQ Pecinta Rasulullah Pulau Simuk, Pulau Nias

TPQ Pecinta Rasulullah Pulau Simuk Nias Selatan menggelar acara wisuda dan khataman Qur’an. Ahad 27 Desember 2020. Sejumlah santri dan warga pun khususnya muslim pun turut diundang untuk menghadiri acara tersebut.

Letaknya yang jauh ditengah lautan Hindia menjadikan sampai saat ini Simuk masih dalam kondisi zona hijau dimasa pandemi, hal ini pun menjadikan kebahagiaan tersendiri bagi kaum muslimin.

Ismail Garamba termasuk salah satu pengurus Masjid dan TPQ Pecinta Rasulullah berinisiatif mengadakan khataman Al-Qur’an sekaligus wisuda dengan memanfaatkan liburan dan belajar di rumah di tengah pandemi bersama-sama anak-anak dan remaja. Kabar bahagia mengalir bahwa buah kegiatan wakaf Qur’an pelosok negeri dari Tanmia Foundation di Pulau Simuk beberapa waktu lalu kini menumbuhkan tunas-tunas baru dengan berdirinya TPQ dan diwisudanya anak-anak TPQ Pecinta Rasulullah di Pulau Simuk baru-baru ini.

“Sebagai bentuk ikhtiar perkuat doa dan perbanyak membaca Alquran di masa pandemi, wisuda dan khataman berjamaah bisa tetap dilakukan ditempat kami yang zona hijau, melalui berkumpul bersama di Masjid. Alhamdulillah pandemi tidak mengurangi kekhusyukan,” ujar Ismail tokoh da’i Simuk, Nias Selatan yang mengadakan khataman, Ahad (27/12/2020).

Dia mengatakan wisuda khataman bersama anak-anak dengan mengundang warga dan orang tua walisantri merupakan bagian dari kebersamaan untuk tetap melangsungkan kegiatan TPQ yang sudah berjalan rutin tiap tahun. Kendati selama pandemi berbeda dengan khataman rutin yang biasanya dilaksanakan karena kali ini khataman diadakan untuk warga muslim yang berada di Pulau Simuk saja tanpa dari luar daerah.

Suasana khataman di pelosok sangat terasa khidmatnya terlebih muslim di Simuk tergolong minoritas, hanya 50-an KK saja. Hendri selaku pengurus remaja dan panitia acara mengatakan ada 20 anak yang diwisudan dan sekitar 60 jamaah ibu-ibu mengikuti khataman tersebut. Khataman tersebut dipimpin langsung oleh Ismail pendiri TPQ dan Takmir Masjid Taqwa Pasar Biduk Pulau Simuk. Masing-masing peserta membaca Alquran yang menjadi bagiannya sehingga jika digabungkan menjadi lengkap 30 juz.

Hendri menyampaikan justru saat seperti ini kedekatan dengan Allah harus selalu dijaga. Selain ikhtiar sebagai manusia melalui berbagai upaya pencegahan dan penanganan, juga bertawakal kepada Allah atas terjadinya pandemi.

“Insya Allah dengan kita taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah akan dikeluarkan dari wabah ini dengan selamat,” ujar Hendri.

“Ini agar mental tetap kuat dan optimistis menghadapi berbagai dampak yang mungkin muncul,” kata Ismail.

Pada akhir khataman, selain doa Khotmil Quran, Ismail memimpin doa agar terhindar dari pandemi dan supaya pandemi cepat berlalu. Ismail merencanakan kegiatan TPQ akan tetap berjalan dirumah-rumah di beberapa jamaah pengajian.

Menurut dia, semakin banyak anak-anak yang ikut kegiatan mengaji tentunya semakin baik. “Karena Alquran itu petunjuk dan obat keistiqomahan hati. Kalau membaca Alquran hati kita bisa tenang dan tidak was-was, apalagi dalam menghadapi kondisi sekarang. Jadi kegiatan mengaji ini jangan sampai hilang,” ungkap Ismail menutup pembicaraannya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Paket Wakaf Qur’an Untuk TAUD Lembah Qur’an Sidokarto Yogyakarta, Sekolah Hafalan Sejak Usia Dini

Paket Wakaf Qur’an Tanmia Foundation di distribusikan di TAUD Lembah Qur’an Semarangan Sidokarto Godean Yogyakarta Selasa 22 Desember 2020.

Penyaluran Wakaf Iqro dan Al Quran harus tertunda menunggu beberapa waktu karena kegiatan belajar mengajar masih berlangsung secara daring sampai saat ini.

Paket Wakaf sudah sampai di lokasi pada tiga pekan sebelumnya namun belum bisa dibagikan secara langsung karena akan dibagikan saat penyerahan nilai rapor para peserta didik. Kendati sebagian peserta didik mengikuti belajar dengan daring tapi ada pula yang datang ke sekolah sembari menerima rapor sekaligus Iqra’ sebagai tanda apresiasinya mereka selama ini belajar.

Sekolah Tahfizh Anak Usia Dini ( TAUD ) Lembah Qur’an memiliki program unggulan tahfiz (hafalan) Al Quran bagi peserta didiknya. Oleh karena itu, distribusi wakaf qur’an dan mushaf tersebut sebagai salah satu pendukung program -program utamanya.

Dalam kesempatan tersebut, 60 Iqro dan 15 mushaf Al Quran disalurkan secara langsung kepada , Diah Dharma Astuti, S.Pd selaku kepala sekolah TAUD Lembah Qur’an. “Sekolah ini berdiri sejak tahun 2014 dan sekarang terus berkembang dengan ditambahnya program-program unggulan” terang Diah. Sekolah ini juga diprakarsai oleh dr. Pernodjo Dahlan SpS (K) dan Ustadz Afifi selaku tokoh masyarakat setempat yang merasakan keprihatinannya terhadap dunia pendidikan anak sejak dini hari ini sehingga lahirlah sebuah wadah pendidikan seperti sekarang ini.

Sekolah tersebut memiliki 60 peserta didik dengan target mampu mengikuti program pokok tentang baca tulis Qur’an dan hafalan-hafalan dasar seperti Juz Amma dan do’a serta adab sehari-hari”,jelas Salsa salah satu staf pengajar infonya pada Tanmia.

” Jazakallahukhairan atas wakaf Qur’an dan Iqra’ kepada keluarga besar TAUD Lembah Qur’an. Semoga menjadi pahala jariyah para muhsinin dari Tanmia Foundation. Dan semoga ke depan nya akan terjalin kerjasama kembali di berbagai bidang”, ujar segenap pengurus sekolah.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

 

Wakaf Sumur, Bantu Kelangkaan Air Masjid Al-Muttaqin Wera Bima NTB

Segenap da’i dan jajaran MUI Kecamatan Wera Bima mengeluhkan akan kondisi terbatasnya sumber air bersih untuk bersuci yang terjadi di Masjid Al-Muttaqin yang berada di dusun Simbu Desa Tawali Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima.

“Jamaah shalat di Masjid Al-Muttaqin sudah berbulan-bulan mengeluh tentang sulitnya mendapatkan air untuk berwudhu karena sumur yang ada tertimbun robohnya dinding sumur beberapa waktu lalu. Masih bisa diambil airnya tapi sedikit karena tertimbun material reruntuhan sehingga kelangkaan air berlanjut sampai berbulan-bulan,” ujar Jaysul bersama warga setempat memberikan informasi.

Ia menyampaikan, kelangkaan air akan sangat terasa ketika hari Jum’at, dengan demikian harus segera adanya solusi kongkrit dari pihak pengurus masjid dengan segenap jama’ahnya demi kelangsungan kemakmuran masjid.

Katanya, masalah air di masjid itu sangat riskan, mengingat setiap waktu shalat masyarakat mengantri begitu lama untuk mendapatkan giliran wudhu, apalagi pas hari Jumat di tempat air wudhu’ bisa mengantri cukup lama karena debit air yang ada memang sedikit bahkan bisa tidak keluar air sama sekali karena habis.

Masjid Al-Muttaqin terbilang masjid baru yang baru genap setahun ini yang biasanya digunakan untuk masyarakat Simbu Tawali untuk menunaikan shalat berjamaah. Inisiatif dibangunnya masjid sebagai pelayanan dan pusat dakwah masyarakat yang mampu menjangkau sejumlah 150 KK warga Simbu Tawali dan pusat kecamatan Wera. Jadi sangat miris ketika sarana air untuk ibadah tidak tersedia maksimal, apalagi setelah sumur yang ada tertimbun longsoran dinding sumur sehingga minimnya air mirip saat kondisi musim kemarau.

Atas dasar sikon dan assessment tersebut Tanmia Foundation pun tergerak untuk merespon terbangunnya sumur baru melalui program wakaf paket sumur bor. Walhasil, atas kebesaran hati diatas tanah milik M. Said Aziz ( salah satu jama’ah masjid ) pengeboran sumur berhasil dirampungkan proses pengerjaan bor sumur demi kepentingan dan kebutuhan sumber air yang begitu mendesak.

“Alhamdulillah, apa yang kami nantikan dari doa yang kami panjatkan selama ini Allah mudahkan dengan pemberian sumur wakaf dari Tanmia Foundation. Hanya syukur dari lisan yang terucap Allah sajalah yang mampu
membalas segala kebaikan bagi para muhsinin donatur yang telah membantu”, ucap penuh harap Ust. Safruddin da’i setempat kepada Tanmia.

Wera adalah merupakan bagian daerah kecamatan di wilayah kabupaten Bima yang berjarak 55 KM dari pusat kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk menjangkau lokasi harus melewati perbukitan di sepanjang pesisir yang berhadapan langsung dengan laut Flores disebelah utaranya. Terbangunnya sumur yang terus mengalirkan airnya untuk para jama’ah masjid adalah bagian investasi amal yang kelak akan diperlihatkan pada ahlinya di akhirat kelak. Semoga Allah meridhoi segala amal sholeh untuk kemaslahatan umat dan izzul Islam walmuslimin.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Paket Sound Sistem Masjid Nur Huda, Untuk Muallaf Kulon Progo

Tanmia Foundation lengkapi fasilitas masjid dengan menyalurkan bantuan satu paket amplifier sound sistem. Penyaluran tersebut dilakukan di Masjid Nur Huda yang berada di Dusun Gunung Kelir, Desa Sonyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. ( 15 /12/2020 )

Masjid Nur Huda yang berlokasi di Dusun Gunung Kelir ini terbilang masjid tua yang sudah turun temurun puluhan tahun sejak berdirinya. Kendati demikian bangunan masih kokoh berdiri setelah berulang kali mengalami renovasi perubahan dan perbaikan seiring tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan ummat islam wilayah Sonyo lereng Menoreh.

“Dulu masjid ini termasuk pertama kali yang dibangun dan banyak dikunjungi jamaah dari berbagai warga dusun-dusun yang sudah muslim di daerah di Sonyo sekaligus rutin melaksanakan shalat Jumat,” kata Tono ( Muallaf ) selaku Takmir bagian Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nur Huda.

Masjid inilah merupakan bagian penting dari dari syi’ar keislaman di lereng Menoreh. Kondisi masjid hingga kini masih baik dan menjadi bagian naungan hati para jama’ah yang tetap menjalankan ibadah rutinitas sekalipun dalam bayang-bayang suasana masa pandemi.

“Alhamdulillah kami ucapkan syukur atas perhatian dari para dermawan donatur Tanmia Foundation dalam mendukung kemakmuran Masjid Nur Huda melalui bantuan sound sistem. Pembangunan Masjid Nur Huda itu bagian saksi sejarah berkembangnya generasi muslim dan bernaungnya para muallaf pada masa itu hingga sekarang,” jelas Paino selaku ketua takmir dan sesepuh Dukuh Gunung Kelir.

Kini tidak sedikit masyarakat tergerak kesadaran hatinya untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Tidak hanya sebatas kegiatan ritual shalat berjamaah saja tapi juga acara musyawarah ataupun pertemuan warga. Itu semua tidak lain dari peran pentingnya para pengurus dan takmir masjid khususnya di daerah pedesaan atau pelosok bersama keberkahan adanya da’i-da’i yang setia menemani para jama’ah untuk memakmurkan rumah Allah Ta’ala ini sepanjang waktu.

Masjid juga akan sangat penting sebagai bagian tonggak syi’ar dakwah yang akan berfungsi sebagai syi’ar keilmuan dan kemajuan lainnya baik dakwah, sosial dan pendidikan apalagi di pelosok-pelosok pedesaan atau wilayah pedalaman.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Qur’an Untuk Pesantren Al Hidayah, Lahirnya Da’i Generasi Qur’ani Pewaris Peradaban di Aceh Tamiang

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan suburnya harta dan menjadi jalan untuk meraih ridha dan ampunan-Nya, karena nilai manfaatnya tidak hanya dinikmati di dunia saja, tapi juga dipetik hingga di akhirat nanti.

Tanmia Foundation dalam masa pandemi pun telah membuka ruang hati kepedulian untuk terus bergerak bisa berbagi kepada kaum muslimin diberbagai ujung negeri melalui wakaf qur’an. Ajaibnya melalui wahyu kalam ilahi ini telah memberikan kekuatan ruh yang luar biasa. Ia mampu mengokohkan akar keimanan dan sumber kebahagiaan sekaligus penyembuh ajaib yang tidak diragukan disetiap kata kalimatnya.

Jelang penghujung tahun 2020 ini Tanmia Foundation menyerahkan wakaf Al-Qur’an untuk santri di Pesantren Al Hidayah Aceh Tamiang.
Penyerahan wakaf itu diserahkan secara simbolis kepada Ustadz Ikhbat Said Ar selaku pimpinan ditengah-tengah para santri di Pesantren Al Hidayah yang berada Desa Sidodadi Dusun Kenanga Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, Senin ( 15/12/2020).

“Semoga Al-Qur’an ini menjadi wasilah mereka para penghafal Al-Qur’an untuk memberikan mahkota kemuliaan diatas kepala kedua orangtuanya mereka kelak di akhirat. Dan menjadi amal jariyah bagi yang mengingatkan Al-Qur’an tersebut”, tutur bahagia Ust Ikhbat Said pada tim Tanmia saat serah terima berlangsung.

Ratusan paket Al-Qur’an yang dibagikan
merupakan andil kebaikan para muhsinin dan donatur yang diamanahkan lewat Tanmia. Pesantren Al Hidayah seluas 2 Ha ini berdiri sejak tahun 2004 ini memiliki sebanyak 350 santri yang terdiri dari 130 santri tingkat SMP dan 220 santri tingkat SMA. Masjid Al-Mukmin pun tak luput dari sejarah ukiran kesuksesan masa itu. Dari masjid ukuran 15 x 15 m tersebut merupakan sentral pilar peradaban yang menjadi pusat kegiatan santri sejak dibangunnya tahun 1980 hingga sekarang. Pesantren masa itu bersejarah dari segelintir 6 santri saja hingga kini berkembang sedemikian rupa itu tidak lain dari peran masyarakat Aceh Tamiang khususnya dan kaum muslimin dimana pun berada

“Ketika di perkotaan kebutuhan dan kemudahan mendapatkan Al-Qur’an akan lebih mudah karena banyak persediaan, tapi berbeda dengan kondisi keadaan di daerah. Kami pun mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada para donatur yang mengamanahkan kepada Tanmia. Semoga Al-Qur’an yang kami terima menjadi pahala amal jariyah. Dan syafaat kelak di akhirat bagi pemberi dan pembacanya”, ucap syukur Tgk Yakimin yang didapuk warga sebagai tokoh setempat.

Segenap pengasuh pesantren pun berharap kegiatan wakaf Al-Qur’an tidak sampai disini saja, karena termasuk amal ibadah yang istimewa bagi kaum muslimin, karena pahala amalan ini bukan hanya dipetik ketika pewakaf masih hidup, bahkan pahalanya juga tetap mengalir terus meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, maka semakin bertambah pula pahalanya

Wakaf pun tak hanya mendatangkan manfaat bagi pewakaf, tapi juga penerima wakaf. Karena saat kita melepas harta sebagai wakaf, maka bulir-bulir kebaikan dan manfaat akan lahir seiring pahala yang terus mengalir. Bahkan pahalanya pun tak pernah terputus layaknya baca al-qur’an yang terus diulang-ulang hingga banyaknya pahala berlipat bak jauhnya perjalanan dari keramaian ibukota hingga Aceh dibatas negeri. Semua ini tidak lain hanya berharap keridhoan Allah dan menanti lahirnya da’i generasi Qur’ani pewaris peradaban. Barakallahufiekum.

 

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Qur’an Kuatkan Bekal Ilmu dan Akhlaq, Untuk Memajukan Daerah Pedalaman NTT

Penggerak Da’i Komunitas Kompak Sikka Maumere Ustadz Haenul Rashid mengatakan, gambaran secara umum wilayah Sikka Maumere Nusa Tenggara Timur masih terus membutuhkan perhatian dakwah khususnya jika dipandang dari sisi geografis kepentingan dakwah Islam. Ada banyak beragam daerah-daerah terpencil baik di daratan maupun di pulau-pulau kecil dengan penduduk mayoritas muslim. Dan juga banyak minoritas muslim masih mendiami daerah terpencil di pelosok daratan.

Kedua kategori daerah ini, upaya dakwah Islam terus dilakukan dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan mendukung kegiatan-kegiatan para guru TPQ di berbagai wilayah pelosok perkampungan dengan membagikan wakaf Qur’an maupun Iqra’ juga pakaian.

“Sebanyak 30 Mushaf Wakaf Al Qur’an dari Tanmia Foundation telah sampai dilokasi sejak beberapa hari lalu dan pembagian langsung dipusatkan di TPQ Ummu Rahman Waipare Kangae”, jelas Rashid yang menyerahkan dilokasi.

Keberadaan TPQ Ummu Rahman dengan segala kesederhanaannya tergolong menjadi jangkar tua sebagai pasak tempat pendidikan mengaji yang masih bertahan sejak 1988. Atas kegigihan Hj. Siti Hawajia bersama Laurika rekanya masyarakat Dusun Waipare Desa Watumilok tempat mengaji yang ala kadarnya itu masih bertahan sampai sekarang. Ada sekitar 40 KK muslim yang mendiami wilayah dusun Waipare yang masuk dalam kategori wilayah pesisir yang terkena abrasi berat tahun 2017 lalu.

Dusun Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae merupakan daerah terparah yang mengalami banjir rob akibat empasan gelombang pasang di pantai tersebut mencapai 50 meter ke daratan, sehingga sejumlah warga yang tinggal di pesisir pantai sempat diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. Namun sebagian kembali masih bertahan dengan alasan menjaga harta benda mereka sampai sekarang.

Pengabdian dengan berbagai tantangannya tak mengendurkan niat sosok seorang Hj. Siti Hawajia untuk berhenti mengajar. Warung mungil dirumahnya pun menjadi bagian potongan setiap saksi kegigihannya selain menjadi bagian ruangan belajar anak-anak mengaji. Usaha warung kecil-kecilan itu tak disangka selama ini sangat membantu menopang hidupnya sekaligus bisa membantu keperluan operasional anak-anak yang mengaji.

Dakwah di daerah terpencil, apalagi minoritas membutuhkan strategi tersendiri. Bagi Rashid, prinsip sederhana terpenting dalam berdakwah di pedalaman ialah bekal ilmu dan akhlak untuk memperkenalkan agama yang membuat hidup masyarakat yang boleh dikatakan masih awam akan lebih mudah dan nyaman menerimanya. Di kantong-kantong minoritas muslim dan sarat masalah kemiskinan, para dai tak cukup hanya mendakwahkan teori-teori dalil mengenai Islam.

“Bahagia dan terimakasih selama ini dengan adanya program Tanmia Foundation sangat membantu kami masyarakat Suku Sikka Flores ini melalui wakaf berupa pakaian, mushaf Al-Qur’an dan penunjang literatur bacaan lainya sehingga lambat perlahan akan meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi, majunya akses pendidikan, dan pelayanan lainya yang menjadi satu hal penting dalam bingkai kerjasama dakwah yang perlu dilakukan terus menerus”, tutup Rashid mengakhiri telpon pembicaraanya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

 

Wakaf Al Qur’an Kuatkan Keberlangsungan Dakwah di Kepulauan Kangean Madura

Keberadaan pesantren di wilayah-wilayah kepulauan bolehlah dikatakan menjadi benteng keberlangsungan dakwah dan pertahanan ummat. Apalagi lokasi geografisnya yang cukup jauh jarak tempuhnya.

Seperti yang dilakoni Ustadz Fauzan Al Anshori salah satu pendiri pesantren Raudlatul Muhibbin yang berada di Pulau Kangean tepatnya di Dusun Lembek Desa Angon-Angon Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Area pesantren seluas 2,5 Ha adalah jerih payah bersama jasa-jasa perjuangan Ust.H. Moh Ilyas ( tokoh setempat ) dan H. Moh. Hasan Basri bersama keduanya pendiri dan pimpinan pesantren hingga saat ini.

Peran para da’i dan pengasuh pesantren yang mengabdikan ilmunya di berbagai wilayah penjuru kepulauan terus mengibarkan kiprah kesungguhan dakwahnya. Salah satu ciri keberkahanya yakni berdirinya Pesantren Raudhatul Muhibbin Kangean Madura yang merupakan cikal bakal tunas kebaikan sejak tahun 2003 silam ini.

Melalui pesan komunikasi kepada Tanmia Jumat ( 11/12/2020 ) Fauzan menceritakan, bersama tekad bulat dan dukungan masyarakat ditahun awal-awal perintisannya kala itu dapat mendidik sejumlah 27 santri adalah sebuah kebahagiaan hati dengan perasaan batin yang luar biasa. Sebagian besar adalah anak-anak para nelayan. Hal unik yang menakjubkan lain adalah dukungan sambutan masyarakat pulau yang luar biasa dengan adanya pesantren untuk anak-anak mereka. Pesantren boleh dibilang satu-satunya harapan pendidikan yang mereka gantungkan sampai sekarang karena alasan kemampuan dan kondisi latar belakang ekonominya. Kondisi fisik pesantren pun bisa dibayangkan seperti apa ketika itu, boleh dibilang hanya mendekati layak. Tapi itulah situasi dan kondisi saat itu yang masih bisa diupayakan.

“Ponpes Raudhatul Muhibbin resmi pada tahun 2003 berdiri dibawah naungan Yayasan Islam Raudlatul Muhibbin adalah salah satu pusat pendidikan berbasis qur’an bagi anak-anak pulau Kangean. Pesantren ini memadukan pendidikan klasik ala pesantren dan pendidikan umum formal lainnya ditambah dengan pengasuhan kesantrian santri ” kata Fauzan.

Sampai tahun 2020 ini, lanjut Fauzan, Pesantren Raudhatul Muhibbin memiliki 200-an santri dari tingkat SMP dan SMA baik putra maupun putri dan tak dipungkiri perkembangan kemajuan secara fisik pun cukup membanggakan kendati diawali dengan sebilah papan, berlantai tanah dan atap pelepah saat itu. Semua ini adalah karena kebesaran karunia Allah semata yang harus disyukuri sebaik-baiknya.

Selain peran mendidik santri kegiatan mengajarkan Alquran kepada masyarakat pun dilakukan oleh para ustadz pesantren sebagai bagian pembinaan dakwah menjalin hubungan kemasyarakatan yang sudah berjalan belasan tahun dengan segala naik turun pasang surutnya.

Kegiatan hangat baru-baru ini adalah pembagian wakaf Qur’an dari Tanmia Foundation pada segenap masyarakat dan jama’ah masjid. Jum’at ( 11/12/2020 ).

“Alhamdulillah Paket wakaf mushaf Al-Qur’an dari Tanmia Foundation kami bagikan pada segenap masyarakat, pengurus takmir dan jama’ah masjid di lingkungan pesantren dan titik-titik daerah binaan. Tahap pertama, sebanyak 60-an mushaf telah di distribusikan dan tahap keduanya akan segera menyusul dengan jumlah yang sama karena masih dalam proses perjalanan pengiriman”, terang Fauzan saat dihubungi melalui jaringan seluler pada Tanmia.

“Ungkapan rasa senang dan bahagia pun timbul dari berbagai pihak baik sekolah maupun masyarakat karena merasa terbantu dg adanya wakaf Al Quran dari Tanmia Foundation”, tambah Fauzan.

Kegiatan dakwah kemasyarakatan pun cukup beragam diisi dengan beberapa materi seperti latihan baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, fiqh ibadah, bahasa Arab, adab-adab dan do’a seorang muslim dan sirah Nabawiyah, serta ceramah-ceramah singkat.

Di sejengkal tanah Pulau Kangean yang berjarak 170-an KM dari Kota Sumenep, Ustadz Fauzan Al Anshori menapaki jalan kisah dakwahnya sejak tahun 2002. Kemudian berjalan berlanjutnya waktu setelah bertemu dengan H Mohammad Hasan Basri dan H. Moh Ilyas sepakat memutuskan bertekad kuat untuk merintis berdirinya Pesantren Raudlatul Muhibbin.

Untuk diketahui, Pulau Kangean adalah bagian dari Kepulauan Madura Provinsi Jawa Timur yang masuk dalam bagian administratif Kabupaten Sumenep. Mayoritas penduduk di pulau ini adalah etnis suku Madura kepulauan yang terbilang masih cukup tinggi nilai-nilai luhur dialek bahasa dan budayanya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Qur’an di Masa Pandemi Untuk TPQ Ad-Dakwah, Inisiatif Mendukung Kegiatan Belajar Ngaji Anak-Anak Pedalaman Pemopombo, NTT

Orang tua sangat dinantikan peran pentingnya untuk untuk selalu mendidik agama bagi anak. Tingkat pendidikan orang tua pun sangat berpengaruh apalagi ditengah situasi kondisi pandemi (Covid-19) tidak semua orang tua memiliki inisiatif untuk menemani anak-anaknya belajar alih-alih membuat program kegiatan belajar mengajar sebagaimana TPQ agar tidak terhenti.

Hal itu disampaikan salah satu penggerak Da’i  di Maumere Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur, Haenul Rashid.

“Kalau pas belajar di TPQ guru para ustadz dan ustadzah bisa memantau belajar anak satu per satu. Namun sejak ada pandemi agak kesulitan. Mengingat sumber daya yang ada terbatas,” ujar Rashid, saat menyalurkan bantuan wakaf mushaf dari Tanmia Foundation di TPQ Ad-Da’wah Dusun Kampung Bugis Pemopombo, Jum’at (4/12/2020).

Menurutnya, meskipun program kegiatan belajar di Sekolah formal berhenti, beberapa lembaga TPQ di beberapa wilayah Maumere masih melakukan pembelajaran sekalipun terbatas. “Sebelum datang pandemi pun memang keadaan TPQ berjalan ala kadarnya”, jelas Kamarudin pengasuh TPQ yang berdiri sejak 1986.

“Bertahun-tahun telah dilewati dengan segala warna-warni lika-likunya dengan segala kendala yang ditemui. Keberadaan TPQ dan Masjid Ad-Dakwah sejak 1986 sangat menjadi harapan bagi orang tua yang memang mengandalkan anak-anaknya dapat pendidikan agama darisini apalagi selama pandemi sekarang ini,” terang Sudarmin salah satu pengurus Masjid Ad-Dakwah saat dihubungi pihak Tanmia.

“Kami pun sebenarnya mengajak orang tua agar rutin dan mempraktikan nilai-nilai akhlak dan pendidikan agama kepada anak. Dengan begitu, selama di rumah anak-anak akan tetap menjalankan ibadah keagamaan. Apalagi saat pandemi ini banyak aktivitas di dalam rumah bisa dilakukan. Jadi meskipun sekolah libur sementara waktu, anak-anak dapat melanjutkan belajar materi TPQ yang di dapat dengan bimbingan orang tua sekalipun semampunya, maklum dengan rendahnya latar belakang pendidikan agama orang tua masing-masing yang mereka miliki,” imbuh Rashid dalam penuh harapnya.

Kendala dan permasalahan yang sering dijumpai selain sistem pembelajaran, kata Rashid, adalah masalah kesejahteraan tenaga pengajar yang hanya bisa membesarkan hati lapangnya semata-mata dengan dalamnya samudera pengabdian keikhlasan selama ini. Tercatat ada sekitar ratusan pengajar TPQ yang tersebar di seluruh wilayah Maumere dengan berbagai latar lembaga pendidikan. Maka dari itu pihaknya melalui wadah para da’i dan pengurus masjid mencoba menghimpun bantuan semampunya agar dapat membantu meringankan beban para pengajar TPQ yang tersebar diberbagai wilayah pedalaman Kabupaten Sikka.

“Adapun bantuan yang diberikan sejumlah paket wakaf mushaf Iqra dan Qur’an. Bantuan tersebut diharapkan mendukung kegiatan TPQ yang masih terkendala sehingga kurang berkembang. Hal itu dilakukan untuk saling membantu antar TPQ dan saling menguatkan silaturahimnya. Kemudian bantuan juga diberikan di beberapa masjid yang sampai saat ini masih berlangsung. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban selama pandemi,” terang Rashid menutup percakapannya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Paket Ekspedisi Wakaf Pakaian Diberangkatkan Ke Bumi Pasola Sumba Nusa Tenggara Timur

Menatap langit pagi ibukota secerah pagi kebahagiaan para guru yang hari itu tulus mengabdi dari pusaran kota maupun di pelosok pedalaman. Suasana hari guru pun menyeruak sejuta harapan diatas langit doa kelak cita-cita tinggi akan digapai dengan kesungguhan dan kerja keras.

Dalam waktu yang bersamaan pula pengiriman paket ekspedisi wakaf pakaian Tanmia Foundation pun diberangkatkan menuju bumi Pasola Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur pada ( Rabu, 25 November 2020 ). Perjalanan akan melalui perjalanan panjang dari dermaga pelabuhan Tanjung Priok menuju Benoa Bali dan menuju Waingapu Sumba Timur. Adapun paket wakaf pakaian mencapai berat satu ton itu adalah hasil sumbangsih para muhsinin yang diamanatkan pada pihak Tanmia Foundation. Aneka pakaian pun cukup beragam dari hijab, mukena, sarung, pakaian anak-anak, dewasa dan sajadah perlengkapan sholat. Kendati kondisinya beranekaragam dari yang masih baru dan bekas tapi layak pakai sarat memenuhi karung-karung yang memenuhi pick up sebelum diberangkatkan ke ekspedisi pengiriman.

Ekspedisi pengiriman paket wakaf pakaian ini adalah bagian aksi sosial peduli dan berbagi Tanmia Foundation yang rutin sepanjang tahun dengan waktu yang menyesuaikan. Tujuan pengiriman adalah daratan Pedalaman Pulau Sumba bagian barat Waikabubak dan tengah Anakalang hingga Mamboro serta pesisir utara Watuasa. Sumba dimana masih kental dengan istilah tanah Marapu” dimana kepercayaan asli Suku Sumba berasal sebelum mengenal agama seperti sekarang ini.

Kegiatan wakaf pakaian yang bertajuk ekspedisi bumi pasola Sumba ini adalah kegiatan untuk kedua kalinya setelah 2 tahun silam Tanmia Foundation juga mengadakan kegiatan yang sama.

“Kini akses transportasi sudah makin membaik sehingga mendukung kemajuan berbagai hal terutama akses jalan dan komunikasi sehingga memudahkan menjangkau ummat di pedalaman atau pesisir Sumba Tengah bagian utara”, tutur Sulaiman da’i setempat.

Atas dasar berbagai hal pertimbangan Tanmia Foundation tergerak perhatianya terhadap dunia sosial untuk berbagi ke daerah penjuru pedalaman semampunya yang bisa diikhtiarkan. Berharap dapat berbagi kebahagiaan sekalipun hanya dengan paket wakaf pakaian.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id