Garapan Ladang Membentang , Santri Mandiri Mengolah Lahan Jagung

708 Views

Lahan seluas satu hektar kini menjadi bagian perhatian dan harapan para pengasuh Pesantren Salman Al-Farisi untuk mengembangkan program kemandirian dan ajang skill kreativitas para santri. Memaksimalkan Lahan Pesantren untuk concern kegiatan pertanian tengah dilaksanakan oleh Pesantren Salman Al Farisi, Wairoro Halmahera Tengah belakangan tahun terakhir ini. Hamparan geografis alam Halmahera Tengah yang begitu lengkap, dari hamparan daratan agraris dan lautan yang begitu luas membentang sulit rasanya dibuang sayang bila tak dimanfaatkan optimal.

Rasanya juga tidak pernah kehilangan akal dan ide gagasan untuk menghadapi susahnya kesulitan dunia pesantren dan santri ditengah gempuran globalisasi dan digitalisasi serba modern. Gawai yang menjadi symbol era digital saat ini menjadi pedang bermata dua yang mampu menebas segala potensi juga melejitkan setiap potensi. Biarpun jauh di ujung timur terjeda lautan samudera para dewan guru dan para khidmat ustadz muda untuk kompak menginisiasi mengolah lahan pesantren sarana beternak dan bercocok tanam jagung sejak awal tahun ini.

Insya Allah, besok kita panen jagung, syukur yang banyak dengan mengucapkan Alhamdulillah. Begitu kiranya kabar yang diterima dari salah satu pengasuh pesantren Salman Al-Farisi kepada pihak Tanmia Foundation lewat pesan selular. Tanpa terasa tiga bulan sudah terlewat begitu saja, hari panen jagung sudah di depan mata, bibit yang disemai beberapa saat lalu tumbuh menjadi bulir-bulir biji yang akan menguatkan sumber energi dan hasilnya membawa berkah untuk semua santri dan semua warga pesantren. Selain jagung, aneka jenis sayuran seperti cabe juga menjadi tanaman yang dibudidayakan di lahan pesantren ini. Perjalanan yang akan melewati transit beberapa dermaga pelabuhan laut menjadi suasana khas kepulauan Maluku Utara, antara Ternate , Tidore , Bacan dan Halmahera menjadi pulau-pulau tulang punggung penggerak denyut nadi perekenomian sudah berabad-abad jauh sebelum masa kolonialisme. Untuk ke Pesantren ini cukup menghabiskan waktu sejauh 3 jam perjalanan dari Sofifi Ibukota Provinsi Maluku Utara.

Pesantren Salman Al Farisi, Wairoro, Halmahera Tengah menjadi bagian lembaga pendidikan yang menjadi sinergi dan kolaborasi kiprah lahan pengabdian ananda Rifki dan Ruli, keduanya alumni angkatan ke-IV Pesantren Al-Itqon masa kelulusan tahun 2023 tahun lalu. Sosok KH. Ridwan M. Elyas, adalah salah satu sosok ulama kharismatik yang menjadi perintis dan pembina Pesantren yang berpusat di Wairoro, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Menurutnya, pesantren kini menjadi salah satu pilihan kiblat role model pembelajaran ilmu syar`i untuk memperdalam qur`an dan hadist sebagai kurikulum klasik yang sudah turun temurun sejak ulama generasi pendahulunya. Namun, pesantren sering kali berhadapan dengan problematika nyata lapangan tentang pengembangan kecakapan sosial dan ketrampilan.

Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya diskusi dan adu narasi gagasan kemajuan dimana kiai dan santri menyiapkan rencana masa depan gemilang untuk ummat, bak drama panggung dan pemeran utama dalam sebuah karya bioskop. Sekecil apapun peran menjadi sebuah kunci kesuksesan dalam rangka mengisi lubang-lubang kelemahan ummat untuk berkiprah santri dan melahirkan para kader da`I pejuang nantinya yang dinantikan ummat untuk membimbing di dalam masyarakat.

“Tidak semua santri di masa yang akan datang akan menjadi pendakwah di tengah kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, kami tergerak untuk mengadakan sebuah bentuk penyaluran ilmu pengetahuan yang kami peroleh dari pengalaman, skill, dan akademik kampus kepada santri dalam upaya pemberdayaan dan pembentukan keterampilan di bidang pertanian khususnya pertanian dan peternakan,” Jelas KH Ridwan, dalam doa harapanya.

Sebagaimana lahan-lahan pesantren yang sudah tiga bulan lalu ditanam jagung menjadi bagian yang yang tidak kalah penting dan menjadi trending dengan adanya kemajuan era digitalisasi. Keduanya harus saling mengisi, menguatkan barisan formasi kolaborasi yang saling mendukung agar “Output dari kegiatan ini bisa membuka pikiran dan jalan peluang santri menjadi pionir – pionir petani modern di lingkungan pesantren dan kehidupan bermasyarakat serta nantinya bisa menjadi seorang wirausaha dan motivator bidang pertanian modern sebagai penggerak generasi yang peduli kebaikan ummat”, pungkas KH Ridwan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!