NTT Berqurban

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Semoga bapak dan ibu sekalian dalam lindungan Allah dan dalam keadaan sehat wal afiat serta selalu dalam lindungan Allah subhanahuata’ala.

Sehubungan dengan kita akan menyambut hari raya Idul Adha 1439 H yang in syaa Allah akan jatuh pada tanggal 21-22 Agustus 2018, maka kami pengurus Yayasan Islam Attanmia berencana untuk mengada Program Kurban di wilayah minoritas muslim NTT (Nusa Tenggara Timur).

Melihat kondisi kaum muslimin yang sangat membutuhkan Syiar ibadah Qurban di wilayah terpencil dan minoritas, agar mereka merasa diperhatikan oleh saudara se-iman mereka meskipun mereka berada di tempat terpencil dan sangat sedikit yang se-iman dengan mereka, ditambah kondisi ekonomi mereka juga sangat memprihatinkan maka kami terpanggil untuk mengadakan Program Qurban ini dengan memberanikan diri untuk mengajak bapak dan ibu sekalian untuk berqurban di NTT demi memperkenalkan Syiar ini kepada mereka dan membahagiakan mereka dengan sembelihan qurban.

Berikut ini kami membagi type hewan untuk mempermudah bapak dan ibu untuk menentukan pilihannya:

🐏 Kambing type A Rp 2.500.000,-
🐏 Kambing type B Rp 3.500.000,-
🐂 Patungan Sapi Rp 3.000.000,-

Informasi
📞085215100250
🌏 www.tanmia.or.id
⛵ info@tanmia.or.id
🏦 3390005570
Bank Muamalat
an. Islam Tanmia yys

Atas partisipasi dan perhatiannya kami sampaikan Jazakumullah khairan wa barakallahu fiekum.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Bukhari Abdul Muid
Ketua

Berbuka Dengan Kurma Istimewa Bersama Muallaf Watuasa

Jum`at 18 Mei 2018
Bersama rombongan da`I Mamboro kami pun kembali menuju Masjid Al Muhajirin di sore harinya, untuk mengadakan ifthor dan tarawih bersama disana.
Dari siang usai jum`at menyiapkan menu berbuka puasa yang disiapkan oleh Ummi Ulwan bersama ibu-ibu lainya. Ummi Ulwan adalah seorang guru agama islam di sekolah menengah pertama yang tiap hari mengajar anak-anak muallaf sebanyak 13 siswa dari 200 siswa non muslim. Sekalipun demikian, hak untuk mendalami agama semisal untuk mengenakan jilbab dan menunaikan shalat masih bisa dilakukan, sehingga toleransi yang cukup baik berjalan selama ini.

Hari yang makin gelap mengejar perjalanan rombongan yang harus menyusuri jalanan rusak ditengah padang kering, hal ini tapi tak meluluhkan tekad untuk mengantarkan menu berbuka puasa bersama para muallaf yang tengah menunggu di Watuasa.

Aneka menu berbuka puasa ala Sumba juga sengaja disiapkan sebagai bagian untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama saudara muslim di bulan Ramadhan penuh berkah.
Kebahagiaan yang tak terungkapkan di hati bisa hadir ditengah para muallaf di bulan Ramadhan terlebih di lingkungan yang sangat jarang ditemukan adanya ditempat lain.

Bahkan untuk menemukan sebutir kurma untuk berbuka harus menempuh jarak puluhan kilometer dari Ibukota Waikabukak yang berada di bagian barat daratan pulau Sumba. Kultum ringan memulai acara sore jelang berbuka puasa sembari menyiapkan hidangan ifthor yang hari itu tak seperti hari-hari puasa sebelumnya. Bukan untuk mendramatisir suasana haru sore itu, beberapa butir kurma dan segelas es buah segar sore itu memancarkan kebahagiaan ditengah doa berbuka puasa para muallaf di Watu asa.

( Azmi Mubarok )

Ridwan, Bertahan Dengan Keislaman Ditengah Keterbatasan

Kamis, 17 Mei 2018
Kisah yang tak luput kami sertakan ialah kisah Bapak Ridwan, dengan nama setelah hijrahnya. Bersama keluarganya bersebelas yang tinggal dirumah panggung yang reot beratapkan ilalang. Alhamdulillah jelang dzhuhur itu kami bertemu dengan keluarganya, yang sehari-hari bermata pencaharian membuat garam, dengan merebus air laut di pesisir pantai.

Pilihan pekerjaan ini bukan berarti tidak ada pilihan pekerjaan lain yang lebih layak, tapi inilah penghidupan yang ia geluti selama bertahun-tahun demi menyambung asa masa depanya. Seharian ia berjibaku sekuat tenaga untuk merebus air laut untuk menghasilkan rata-rata 5-7 kg batangan garam. Pasalnya, sepekan ia hanya bisa menghasilkan 50 kg garam yang bisa jual 5000/kg di waktu pasaran yang hanya ada setiap hari Rabu saja setiap pekan. Kondisi itu pun semakin sulit dengan susahnya kayu bakar untuk merebus garam dan air layak konsumsi yang mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari.

Jelang musim kering kemarau kali ini, air konsumsi rumah tangga ia pun harus ia sisihkan uang sebesar 20.000/ dua hari untuk mendapatkan satu drum air, belum lagi menanggung biaya kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak-anaknya. Keadaaan demikian bukan melepaskan harapan Ridwan dan keluarganya untuk meminta-minta. Subhanallah ditengah keterbatasan ia tetap bekerja dengan merebus garam demi menyambung nafkah untuk keluarganya. ( Azmi Mubarok )

Tebar Wakaf Buku Referensi Da`I Pedalaman Di Mamboro Padang Savana Sumba

Kamis, 17 Mei 2018
Hari-hari Ramadhan yang penuh makna di Pulau Sumba. Jejak kaki melangkah dari Tambolaka, salah satu pintu masuk pulau Sumba yang berada di wilayah kabupaten Sumba Barat Daya yang beribukota di Waitabula. Perjalanan menyisiri pantai utara sejauh 50 KM dengan medan jalan berbatu kapur di tengah padang savana tak bertepi. Misi perjalanan kali ini adalah Tujuan penyaluran Wakaf buku kali ini adalah Mamboro, sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Sumba Tengah yang beribukota di Waibakul. Teriknya matahari awal puasa di musim panas Sumba tak menyurutkan langkah kami untuk menyambangi Mamboro. Mamboro, adalah Pusat Islam tertua di daratan Sumba.

Ramadhan kali ini Tanmia Foundation bersama tim da`I kecamatan Mamboro Sumba Tengah menyusun program pembagian wakaf buku referensi untuk dai pedalaman. Bersama Ustadaz Saiful dan Ustadz Syarifudin, malam pertama tarawih yang dingin terasa di badan saat shalat terawih yang dilaksanakan di masjid Darul Hijrah Kampung Baru, Wendewa Utara.

Di awal hari pertama puasa Ramadhan tak seperti hari biasanya, teriknya matahari Sumba cukup menguji kami yang sedang mengunjungi di perkampungan Muallaf – Watuasa Kec. Mamboro Sumba Tengah. Kampung transmigran yang berjarak 17 Km dari pusat kecamatan Mamboro, adalah kampung muallaf yang cukup luar biasa ghirahnya. Ada sekitar 24 KK yang berangsur-angsur masuk islam dari agama mereka sebelumnya yakni “Merapu” ( agama kepercayaan orang asli Sumba, dekat dengan kepercayaan animisme dan dinamisme ). Mendengar kisah keislaman yang luar biasa makin menghilangkan haus dahaga hari itu. Masuk Islam dengan keinginan mereka sendiri tanpa ada paksaan menjadikan mereka harus tetap bertahan meskipun ditengah situasi dan kondisi serta geografis yang sangat sulit, tinggal di tengah terik padang yang berbatu kapur, dan semak belukar yang kering dan sumber air yang sulit setengah mati. Akses Listrik pun baru tahun ini baru rencana ada pengaliran. Pilihan kondisi yang menguji ini bukan berarti mereka pasrah putus asa, namun inilah ujian yang dihadapi mereka agar bisa melaluinya. ( Azmi Mubarok )

Laporan Donasi Pembangunan pesantren Al Itqan, Jatirangga, Bekasi

Ramadhan 1439 H
Mei 2018 M

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Al hamdulillah wa syukru lillah laa haula wala quwwata illa billah.

Kami ucapkan jazakumullah khairan, barakallahu fiekum atas berbagai bantuan baik dalam bentuk Dana atau Material Bangunan yang telah disalurkan kepada kami guna membangun gedung pesantren yang nantinya akan menjadi tempat kaderisasi para Hafizh dan Dai yang siap mengajarkan Al Quran kepada ummat dan mendakwahkan islam ke pelosok nusantara, hingga hari ini telah ikut bergabung 130 Orang dalam amal jariyah pembangunan Pesantren Tahfizh Al Itqan yang terdiri dari bangunan mushalla, asrama, ruang kantor, ruang guru dapur dan toilet.

Alhamdulillah hingga saat ini sudah kami terima bantuan dalam bentuk dana dan material bangunan dengan total nilai Rp 252.300.000,-, ( dua ratus lima puluh dua juta tiga ratus ribu rupiah), agar bangunan dapat ditempati sehabis lebaran kami masih membutuhkan dana kira – kira Rp 80.000.000,-, (delapan puluh juta rupiah) atas bantuan, saran dan motivasi untuk kami, kami sampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya, semoga Allah ta’ala meridhai kita, menerima amalan kita dan menjadikan kita sebagai Ahlul Quran dan dikumpulkan dengan para shalihin (orang – orang shalih) di dunia dan akhirat.

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Masjid Pulau Kukusan NTT “Belum Bercahaya”

Pulau Kukusan, adalah sebuah pulau dari sekian banyak pulau yang berada sekitar Labuhan Bajo, NTT, tahun lalu team Tanmia sempat berkunjung membawa ratusan Al Quran, buku iqro’ dan buku panduan shalat ke pulau ini, sambutan masyarakat sangat baik dan antusias, kedatangan team disambut seperti menyambut saudara mereka yang datang dari perantauan, kebanyakan aktivitas warga di sini adalah nelayan yang setiap harinya mereka mencari ikan, menuju pulau ini terbilang tidak mudah, tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan menggunakan sampan kayu, yang setiap harinya hilir mudik ke tempat mereka.

Di pulau ini ada fasilitas ibadah kaum muslimin seperti masjid untuk kegiatan ibadah mereka sehari- hari, warga di sini juga memiliki Madrasah, namun sayangnya Madrasah mereka tanpa ada guru yang siap mengajari putra – putri mereka, beberapa kali ada guru yang didatangkan ke pulau ini namun tidak ada diantara mereka yang mampu bertahan lama, hanya dalam bilangan hari saja mereka sudah menyerah minta pulang, sehingga murid-murid kadang termenung menanti kapan datangnya guru untuk mereka, begitu informasi yang kami dapatkan dari H Zainuddin, tokoh masyarakat dan Imam Masjid di sana.

 

Kondisi yang tak mendukung pun semakin lengkap apalagi Pulau yang dihuni puluhan KK yang hampir keseluruhannya adalah muslim ini belum menikmati manisnya Listrik dan segarnya Air Tawar bersih untuk keperluan sehari-hari. Untuk keperluan mandi pun mereka harus mencampur satu galon air tawar dengan satu galon air laut agar bisa digunakan, padahal satu galon air tawar itu harus mereka datangkan dari daratan pulau seberang dengan menempuh satu jam perjalanan bahkan bisa jadi lebih lama, tergantung cuaca gelombang dan angin di laut.

Kesulitan mendapatkan Listrik dan Air bersih serta belum tersedianya guru sekolah dan madrasah mereka menjadi hal yang sangat dinantikan bagi warga kampung pulau Kukusan.

Melihat kondisi ini maka yayasan islam Attanmia berencana untuk mengadakan Panel Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kaum muslimin di pulau Kukusan ini, satu perangkat Panel Listrik Rp 9.000.000,- (sembilan juta rupiah), ini sudah lengkap dengan biaya pasang dan tehnisi di lapangan, sisa dana Panel Listrik tahun lalu masih ada 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah), bagi bapak dan ibu yang ingin ikut berpartisipasi dalam wakaf Panel Listrik kami persilahkan untuk mengirimkan dananya ke rekening yayasan kami di

Bank Syariah Mandiri 7117833447
a.n Yay. Islam Attanmia

Atas perhatian dan partisipasinya kami sampaikan Jazakumullah khairan wa Barakallahu fiekum.

Bukhari Abdul Muid
Ketua

Masjid Uswatun Karimah NTT kini telah “Bercahaya”

Masjid Uswatun Karimah desa Warsawe NTT telah bercahaya, sudah beberapa bulan Masjid ini sudah menikmati aliran listrik, bertahun – tahun mereka hidup dalam gelapnya malam yang menyelimuti mereka tanpa cahaya penerang yang mereka butuhkan, walau sekedar untuk shalat, sehingga anak – anak TPQ enggan datang ke masjid karena tidak ada lampu di sana.

Lampu penerang yang mereka miliki hanya lampu minyak tanah yang daya tahan dan cahayanya sangat terbatas, anak – anak yang pagi hari sekolah, pulang sekolah mereka harus membantu Orang tua mereka di sawah dan ladang mereka hingga sore hari menjelang magrib, kesempatan satu – satunya yang mereka miliki untuk belajar Al Qur’an hanya habis magrib hingga waktu shalat Isya, namun apa boleh buat magrib hari sudah gelap lampu belum ada di masjid untuk belajar Al Quran.

Namun Allah subhanahu wata’ala memberikan hadiah buat perjuangan dan ketabahan mereka melalui perantara tangan – tangan mulia donatur yang dengan suka cita memberikan donasi untuk mengadakan Panel Listrik tenaga surya yang disalurkan melalui Yayasan Islam Attanmia, Alhamdulillah kini panel Listrik tersebut sudah terpasang, masyarakat sekitar dan jamaah masjid sudah menikmati Listrik ini di masjid mereka.

Karena kini sudah ‘bercahaya’ maka jamaah dan anak – anak TPQ sudah sangat antusias datang ke masjid, ditambah di masjid tersebut ada pesantren anak – anak Yatim dan Dhuafa yang tinggal di sana setiap harinya, bahkan karena tempat ini sudah memiliki Listrik maka beberapa waktu lalu didaulat sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan MTQ, lomba baca dan hafalan Al Quran.

Hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari Masjid, di tempat ini juga ada SMP Muhammadiyah Warsawe yang juga sudah terpasang Panel Listriknya Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik, kegiatan belajar dan mengajar juga berjalan dengan lancar, bahkan siswanya juga lebih semangat meskipun sekolahan mereka sangat sederhana, bagunan terbuat dari papan yang sudah mulai lapuk, lantainya tanah (belum di semen) apa lagi keramik, bangunan sudah agak miring layaknya seperti yang kita tonton dalam film Laskar Pelangi yang sempat heboh beberapa tahun lalu.

Semoga semakin hari semakin baik, fasilitas Masjid, Pesantren dan Sekolah semakin hari semakin baik, sehingga lebih besar kemaslahatanya bagi ummat dan masyarakat di sana, pahala dan Amal Jariyah Semoga selalu mengalir kepada seluruh para donatur dan yang telah ikut terlibat dalam kegiatan ini, Aamiin ya rabbal alamin.

Kampong Pakis Legon

Taman Nasional Ujung julon, sekilas kata “Taman Nasional” terbayang di benak sebagian orang bahwa ia adalah taman yang di fahami kebanyakan orang, seperti Taman bunga nusantara Cibodas, Taman Mini dll, namun Taman Nasional Ujung kulon hanya sebatas Cagar Alam, wilayah yang dilindungi oleh pemerintah, hidup di dalamnya satwa dengan berbagai macam jenisnya, namun karena taman ini luasnya lebih dari 200.000 Hektar maka sangat sulit menemui hewan – hewan tersebut, apa lagi Badak bercula satu yag populasinya hanya 50-60 ekor saja tentu mencarinya seperti mencari jarum dalam jerami.

Tidak luput dari perhatian kami di ujung kulon, kampung Pakis Legon yang menjadi kampung terakhir dari wilayah pulau jawa yang paling ujung ini sebelum masuk ke cagar alam, terdapat di perbatasan itu beberapa petugas penjagaan yang sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi, kedatangan kami disambut hangat oleh mereka, percakapan dan senda gurau pun mengalir dengan penuh kehangatan dari ke dua belah pihak, tidak berlama – lama dengan mereka hingga kami pun menghadiahkan Al Quran kepada mereka, mudah-mudahan menjadi teman mereka dalam kesunyian hutan itu.

Kampung pakis Legon ini adalah kampung yang paling jauh dari yang lainnya karena memang letaknya paling akhir, warga di sini baru bisa menikmati listrik satu tahun lalu, tepatnya 2017, saat kami melewati kampung ini terlihat babarapa ibu – ibu sedang asik duduk dan ngobrol sesama mereka, kami datang menemui mereka dan memberikan kepada mereka masing – masing Al Quran, buku Dzikri pagi dan petang serta buku panduan shalat, terlihat dari wajah mereka rasa senang dan gembira saat menerimanya.

Sesekali ada juga ibu – ibu yang menghampiri kami meminta Al Quran untuk anak mereka atau cucu mereka, alhamdulillah Al Quran wakaf ini sangat bermanfaat bagi mereka, sekaligus hal i i menu jukkan cahaya dan ghairah islam masih sangat kuat di sana.

Laporan Distribusi Buku Wakaf Untuk Para Dai di Pedalaman Indonesia

Alhamdulillah dengan izin Allah program pengadaan buku untuk para Dai di Pedalaman cukup berhasil, perjuangan para dai di pedalaman sangat berat dan sulit, ujian dan halang rintang yang mereka hadapi di medan dakwah sangat berat, sudah semestinya mereka mendapatkan perhatian dari kita sebagai saudara seiman mereka, mereka jua telah mewakili kita untuk menyampaikan risalah islam hingga ke pelosok negeri.

Dari informasi yang kami dapati di lapangan kebutuhan Dai di pedalaman sangat besar terhadap buku – buku islam sebagai tambahan prngetahuan dan wawasan islam bagi mereka, mendapatkan buku – buku tersebut terbilang sulit bagi mereka, bisa jadi mereka berada di dalam hutan yang lebat, mayoritas non muslimin atau masalah klasik lainnya seperti dana yang sangat terbatas, saat kami ke lokasi beberapa waktu lalu ada saja para Dai yang meminta Kamus Indonesia Arab, Kitab Shahih Bukhari dan Muslim, serta kitab – kitab lainnya, menurut penilaian kami program ini sangat tempat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan para dai di lapangan.

Namun dengan Karunia Allah yang Maha Luas sehingga para Muhsinin (donatur) bersedia ikut andil dalam program ini, sehingga banyak Dai yang terbantu dengan kehadiran program ini, mudah- mudahan Allah melimpahkan keberkahan pada donatur dan seluruh yang terlibat dalam program ini, untuk program pengadaan buku untuk tahap yang ke II in syaa Allah akan diberitakan kemudian, atas partisipasinya dan perhatiannya serta bantuan dari bapak dan ibu yang telah ikut menyebarkan flayer pengadaan buku ini kami sampaikan Jazakumullah khairan wa Barakallahu fiekum wa fie Amwalikum.

Berikut ini kami sampaikan tujuan Distribusi buku sebagai berikut:

Tempat Distribusi Jumlah paket

WILAYAH JUMLAH
Manggarai Barat NTT 17
Pulau Sumba, Sumba Tengah NTT  7
Sika – Maumere NTT 11
Bali 7
Palembang, Sumatera Selatan 7
Pulau Sakala, Madura 8
Bangka Belitung 2
Kulon Progo 6
Aceh 10
Jumlah 75

 

Peran Dakwah Kang Dedi/ Ustadz Dedi di Ujung Kulon

Sepanjang pengamatan kami dalam perjalanan menuju Ujung Kulon memang suasana sangat terasa suasana desa atau pelosok lebih tepatnya, selain jalan yang masih jauh dari kata layak, nuansa rumah penduduk pun menggambarkan hal itu, sebagian masih menggunakan gedek (dinding bambu) dan atap daun Rumbia, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari informasi yang kami dengar, kampung yang paling ujung pulau jawa itu baru merasakan nikmatnya listrik setahun yang lalu 2017, sebelum itu masyarakat menggunakan alat penerangan apa adanya yang mereka miliki.

Berkeliling di beberapa titik tujuan distribusi Al Quran kami ditemani Kang Dedi atau Ust Dedi, beliau yang menyambut kami saat datang ke Ujung Kulon di pendopo beliau yang sangat sederhana tepat waktu shalat Ashar, selepas Shalat Ashar kami berbincang dengan beliau dan rekan – rekan beliau, sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng yang masih hangat buatan beliau, sambutan cukup hangat dan obrolan cukup cair dan menyenangkan hati, sehabis magrib kami disugui hidangan khas ujung kulon, Ikan bakar dan sambal khasnya, hidangan yang sangat istimewa, makan berjamaah di atas daun pisang bersama para pejuang dakwah di sana.

Beliau dahulunya adalah pemandu wisata untuk wilayah Ujung Kulon, bagi para pengunjung Lokal dan manca negara, pernah juga mendampingin para peneliti dari luar negeri, mereka bisa bertahan berhari – hari dalam hutan lebat ini, namun beberapa tahun belakangan hatinya mulai terpanggil untuk ikut andil dalam dunia Dakwah, sedikit demi sedikit beliau ikuti majlis ilmu untuk mencari bekal – bekal di medan dakwah, hingga akhirnya memutuskan untuk terjun secara totalitas dalam dakwah.

Kegiatan beliau cukup nyata dalam dunia dakwah, beliau menjadi Dalil (penunjuk jalan) bagi para dai yang ingin berdakwah di Ujung Kulon, selain beliau adalah warga asli beliau juga dai, sehingga beliau siap mengantar hingga ke ujung pulau yang masih ada penghuninya.

Dari obrolan kami dengan beliau dalam 2 tahun terakhir sudah 150 Orang dapat kembali ke dalam ajaran islam yang lebih baik (taubat), rata – rata mereka para pejudi, pemabuk, dll.

Sebagian Al Quran yang tidak mampu kami bawa dengan kendaraan kami maka akan kami kirimkan ke alamat beliau kemudian beliau yang akan mendistribusikannya kepada jamaah yang belum mendapatkan mushaf Al Quran.

Semoga Allah menerima amalan ini, dan menerima seluruh amalan para Pewakaf yang ikut dalam program wakaf Al Quran Ujung Kulon ini, aamiin ya rabbal alamin.

Distribusi Al Quran Wakaf muslim Ujung Kulon

Selasa 17 April Sehabis shalat subuh tiga orang team tanmia dengan mengendarai mobil rental jenis SUV tancap gas menuju tol Jagorawi menghindari padatnya kendaraan menuju Jakarta, perjalanan kali ini cukup panjang, untuk menuju lokasi yang sudah kita rencanakan butuh waktu kurang lebih 10 jam.

Meskipun waktu pengumpulan Al Quran terbilang cukup singkat namun dengan izin Allah kemudian partisipasi para Pewakaf yang sangat antusias mengikuti program ini sehingga hanya dalam waktu 2 pekan target 1000 Al Quran alhamdulillah sudah terpenuhi, peserta wakaf (Pewakaf) yang ikut pada program ini lebih dari 100 orang.

Jalan menuju lokasi terbilang cukup berat, selain jauh kita akan menemui puluhan kilo meter jalan berlubang dan endapan air dengan diameter cukup lebar layaknya kubangan kerbau. Masyarakat kelihatannya sangat sabar menerima jalan dengan kondisi seperti itu, pasalnya sudah bertahun – tahun tidak ada perubahan.

Alhamdulillah mayoritas warga di ujung kulon adalah muslim, hal ini terlihat jelas banyak masjid kiri dan kanan jalan sangat mudah untuk ditemui, mata pencaharian masyarakat di sini kebanyakan hanya bertani dan nelayan, karena memang posisi perkampungan mereka di pesisir pantai.

Al Quran kami distribusikan kepada pribadi/ individu, pesantren dan majlelis taklim, mudah – mudahan ini menjadi bekal mereka untuk menghadapi bulan Ramadhan yang akan datang menghampiri kita satu bulan lagi.

Kami pengurus Yayasan Islam Attanmia menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya atas partisipasi dan doa dari bapak dan ibu sekalian, kami sampaikan Jazakumullah khairan.

Seminar kesehatan & Praktek pembuatan Sabun Herbal

Alhamdulillah ,puji syukur kepada Allah taala seluruh Santri mahad Tahfizh Qur’an At tanmia pada Jumat siang 23 Maret 2018 mengikuti seminar kesehatan yang disampaikan oleh :
Bunda Nurna Ummu abiyyah

Mudah2han memberikan pelajaran dan manfaat bagi Anak-anak kami sehingga mampu menjaga kebersihan hati dengan ilmunya dan kebersihan jiwa dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

MARI HIDUP SEHAT ,BERSIH, & INDAH…

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!