Membangun Pelayanan Ummat, Air Mengalir Untuk Kemakmuran Masjid

Keberadaan air dan sanitasi menjadi kebutuhan pokok yang sangat vital dalam kegiatan Masjid, sebagai sentral pelayanan ummat dan fasilitas umum yang selama 24 jam terbuka. Masjid menjadi tempat yang nyaman untuk singgah merehatkan semua lelah dan menata hati untuk bersujud tunduk beribadah.

Pengadaan air melalui program wakaf sumur yang diinisiasi oleh Tanmia Foundation baru-baru ini dilakukan dengan pengeboran sumur wakaf di Masjid Ummu Kultsum, Dusun Kebitan, Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah ( 10/06/2024 ).

Proses pengeboran akhirnya mendapatkan hasil terbaik dengan terpancarnya mata air yang akan menjadi sumber pasokan air, karena selama ini air yang ada debitnya terbatas dan boleh dikatakan rawan tercemah limbah rumah tangga letaknya.

Habib tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. “Kini kami memiliki sumur baru yang bisa memenuhi kebutuhan air untuk kemakmuran semua jamaah untuk keperluan apapun kegiatan nantinya,” kata penasehat takmir Masjid Ummu Kultsum itu. Mengawal secara penuh proses pengeboran sumur wakaf hari itu menjadi moment unik tersendiri padahal ditengah kondisi pesakitan dirinya yang menderita diabetes yang dideritanya. “Semangat baru untuk lebih giat beribadah melayani ummat mendorong saya tak pernah lelah dan menyerah untuk semua urusan masjid, biarpun pesakitan,” imbuh Habib dengan senyum sumringahnya.

Tangan-tangan itu begitu erat berjalinan berjalan. Adakah yang lebih kuat dan mulia dari jalinan tangan untuk bermanfaat membantu sesama muslim ? Mungkin tangan hanya salah satu anggota tubuh yang kasat mata dalam bertindak. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu niat tulus untuk bersama-sama bangkit menguatkan syiar dakwah untuk izzul islam wal muslimin di setiap jengkal bumi yang kita pijak sebagai jalan-jalan mencari keridhaan-Nya. Memakmurkan masjid sebagai tempat terbaik untuk membina dan melayani ummat ini sebagai tugas suci yang tak bisa dianggap sepele remeh temeh biasa-biasa saja. Membangun harapan melalui kolaborasi kebaikan menjadi sangat penting dalam perjalanan panjang peta hidup sebuah masjid sebagai miniatur kehidupan ala kenabian yang dapat diwujudkan perlahan secara sederhana.

Senja sore itu berlalu, semua warga dan jamaah tampak penuh mengisi shaf-shaf barisan shalat maghrib-isya berbeda dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Walhasil, malam itu pun memang ada acara musyawarah rutin warga sekaligus ramah tamah syukuran akan adanya sumur wakaf baru. Tak hanya ucap syukur Alhamdulillah yang tersebut berkali-kali namun sebanyak tetesan-tetesan air yang nantinya mengalir untuk semua kebutuhan akan menjadi ruh penyemangat ibadah yang penuh berkah dan bekal jariyah abadi bagi setiap muhsinin yang andil didalamnya. Wallahu Musta`an.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

wakaf-quran-ramadhan2

Bagikan Al Quran Wakaf, Mengejar Nilai di Kemuliaan Ramadhan

wakaf-quran-ramadhan

Ramadhan belum berlalu untuk mendapatkan kesempatan memuliakannya. Jum’at berkah mulia Tanmia Foundation menyerahkan kegiatan wakaf qur’an dan panduan do’a sehari- hari untuk kegiatan belajar mengaji UMI (Ukhuwah Mualaf Indonesia) di Kawasan Lembah Lereng Merapi Magelang dan kegiatan TPQ Ramadhan di Rumah Tahfizh dan Tilawah Abdurrahman Musa Palembang (1/03/2023).

Kegiatan wakaf Qur’an Tanmia Foundation di bulan Ramadhan ini sudah berlangsung rutin dari tahun ke tahun sebelumnya sebagai bagian syi’ar membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan kemajuan dakwah di penjuru negeri.

wakaf-quran-ramadhan2

Ini bagian untuk mewariskan nilai-nilai kebaikan yang akan menumbuhkan semangat untuk berlomba-lomba dalam meraup pundi-pundi amal shaleh dan mengumpulkan jariyah kebaikan tanpa batas itulah pilihan keutamaan, terlebih dalam mengisi kegiatan amal-amal mulia di bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkan Qur’an dengan keajaiban mukjizatnya.

Kegiatan dakwah utama berbasis nilai qur’ani menjadi prioritas pertama dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan untuk mencapai derajat ketakwaan paripurna. Nilai syi’ar Al-Qur’an didalam bulan suci ini menjadi penting dalam rangka menyuburkan oase keimanan agar hati menjadi luluh dan luruh dengan ruh nilai-nilai kalam ilahi yang menjadi do’a pamungkas tiada bandingnya.

“Alhamdulillah, kegiatan ramadhan tahun ini berjalan lancar dengan berbagai ragam jenis program sesuai dengan jadwal masing-masing waktu pelaksanaannya”, tutur Ustadz Fauzan selaku pengasuh rumah Qur’an Abdurrahman Musa Palembang.

Adapun disamping lainnya untuk kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Ukhuwah Mualaf Indonesia terus mengalami perkembangan dengan terus menyelenggarakan kegiatan selama bulan Ramadhan di berbagai titik pedesaan baik di kawasan lereng Merapi dan Merbabu baik di wilayah bagian Magelang maupun Semarang.

wakaf-quran-ramadhan4

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an selama bulan Ramadhan menjadi motivasi bagi para peserta baik dari kalangan anak-anak juga para lansia dengan tekad kegigihannya”, pungkas rasa terima kasih Ummi selaku pengajar TPQ Lansia kepada pihak Tanmia Foundation.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Ramadhan Berbagi Kebahagiaan, Antarkan Paket Wakaf Buku Pendidikan di Pedalaman Lembor NTT

Wakaf buku paket pendidikan Tanmia Foundation tiba di Lembor Manggarai Barat Flores NTT tepatnya di Watulendo lokasi sekolah MI Jabal Nur kala hari puasa Ramadhan baru berjalan pada hari ke-6 Jum’at ( 8 April 2022).

Riuh bahagia itu tiba-tiba pecah membuncah ditengah-tengah ruang kelas dimana anak-anak sedang asyiknya belajar di sekolah. Hari yang seketika itu suasana sekolah sejenak melupakan rasa haus dan lapar saat panasnya hari-hari Ramadhan mereka datang belajar ke Sekolah.
Ini adalah suasana hari dimana riang sukacita menghapus rasa kecewa setelah sekolah harus sekian waktu tutup kala pandemi berlangsung beberapa waktu tahun terakhir.

Datangnya buku paket pendidikan telah menumbuhkan semangat anak-anak untuk datang kembali duduk belajar di bangku sekolah kesayangannya. Sebanyak 34 karton yang berisi ratusan eksemplar buku paket kurikulum 2013 ini dibagikan ke beberapa sekolah yang berada di wilayah pelosok Kecamatan Lembor yang sudah dilakukan assessment sebelumnya. Berikut diantara sekolahnya : 1. MI Jabal Nur Watulendo, 2. MI An-Nuur Buruk Poco Rutang 3. MI Nurul Huda Copa Siru dan 4. SDN Siru.

“Alhamdulillah, bantuan buku paket ini sangat bermanfaat bagi kami. Dan inilah kondisi kami di sekolah, butuh perjuangan yang banyak untuk menghadirkan 1 buku, 1 pulpen, 1 pencil, 1 penghapus dan penggaris apalagi buku paket untuk panduan murid dan guru untuk mengajar sesuatu yang sangat bermanfaat dan besar nilai harganya”, jelas pak Guru Rusman yang sehari-hari mengajar di MI Nurul Huda Copa di lokasi.

Rusman juga menambahkan bahwa, SDN Siru dan MI Nurul Huda Copa adalah lokasi sekolah terjauh yang menerima distribusi paket wakaf buku pendidikan yang sampai saat ini hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun jalan kaki. Dan lingkungan sekitar sekolah sementara ini belum tersentuh oleh jaringan listrik, sehingga malam hari banyak anak-anak kami belajar di rumah menggunakan lampu pelita.

“Untuk ke sekolah kami bisa ditempuh dengan jarak perjalanan 1 jam lewat dari ibukota kecamatan Lembor atau 3 jam dari ibukota Labuan Bajo ke sekolah. Letaknya di perkampungan yang amat jauh dari kota dengan kondisi jalan hanya bisa menggunakan roda dua, namun ketika kondisi musim hujan akan sulit sekali aksesnya. Sebagai pilihan satu-satunya untuk menuju kota kecamatan kami harus berjalan kaki hingga 2-3 jam perjalanan”, ungkap Rusman.

Misi program wakaf buku pendidikan Tanmia Foundation ke sekolah daerah pedalaman adalah salah satu solusi dan panggilan kepedulian untuk sekolah-sekolah dan lembaga penyelenggara pendidikan. Karena nyatanya sampai saat ini untuk daerah pedalaman buku teks menjadi salah satu faktor penentu suksesnya proses belajar mengajar di daerah-daerah yang saat ini masih terbatas dari beberapa akses terutamanya akses digital jaringan komunikasi dan jangkauan transportasi. Sehingga buku paket ajar menjadi prioritas utama dalam rangka suksesnya kegiatan pendidikan di pedalaman.

“Ketika melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar anak-anak menggunakan buku-buku paket tersebut dan mengunjungi keadaan perpustakaan sekolah yang hanya sederhana ala kadarnya akan ada senyum, bahagia, haru bahkan sampai air mata harus menetes jatuh” tutur Mansur salah satu guru penggerak yang mengantarkan paket buku wakaf Tanmia.

Bergantungnya terhadap buku pegangan teks fisik di daerah pedalaman sangat dominan selama ini karena darisanalah kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Apalagi dengan kondisi guru sangat terbatas dan jaraknya yang terlampau jauh, bahkan tidak bisa dipastikan setiap hari datang ke sekolah kehadirannya. Dengan kata lain, buku masih sangat berguna sebagai pendamping dan teman pengganti guru dalam menyampaikan materi kurikulum pada siswa peserta didik.

Tanmia Foundation yang juga concern dalam hal kaderisasi da’i ikut juga sumbangsih dalam menyiapkan tenaga dunia pendidikan dengan perjalanan yang berlika-liku ada banyak rintangan tetapi tidak membatasi semangat siapapun mereka untuk andil tergerak peduli terhadap pengembangan lembaga pendidikan terlebih sekolah anak-anak kaum muslimin di pedalaman. Kami tidak bisa berikan dukungan lebih, tetapi apa yang ada pada kami, itu yang bisa kami kasih.

Buku-buku paket ajar ini tidak banyak tetapi semoga bisa bantu mereka untuk belajar dan menggapai cita-cita, dan suatu hari nanti mereka yang akan menorehkan keberhasilan dengan membangun daerah mereka sendiri. Tidak ada keterlambatan dalam memulai sedari masih kecil, tetapi kesungguhan dan tekad yang kuat untuk terus belajar. Aamiin.

safari-ramadan

Safari Ramadhan Pesantren Al-Itqan Bersama Balai Dakwah Al-Qomar Banjarnegara

safari-ramadan

Jajaran Pimpinan Pesantren dan Kesantrian Pesantren Al-Itqan Kranggan Bekasi kembali melaksanakan Safari Dakwah Ramadhan 1443 H ke wilayah Banyumas Raya Jawa Tengah selama sepekan, terhitung sejak 2-5 Ramadhan. Salah satu daerah yang menjadi sasarannya adalah pelosok Dusun Gunung Tugel, Kalitengah Purwonegara Kabupaten Banjarnegara.

Ustadz Moh. Rofiq Hidayat, Lc selaku pimpinan Pesantren Al-Itqan menyebutkan pada tahun ini, safari dakwah Pesantren bekerja sama dengan Balai Dakwah Banjarnegara dalam program “Serambi Ramadhan” ( Semarak Ramadhan Dengan Berbagi ).

safari ramadan 2

Dua pekan jelang Ramadhan Pesantren Al-Itqan memang telah mengirimkan kafilah da’i untuk ditugaskan di pelosok perbatasan Banjarnegara-Kebumen tepatnya di TPQ Al-Qomar 3 Dusun Gunung Tugel dan TPQ Al-Qomar 6 Lawang Awu yang keduanya berada di Desa Kalitengah, lokasinya cukup jauh dan terjal karena berada di daerah perbukitan kawasan pertambangan batu.

Setelah dilakukan beberapa tahap persiapan dan pembekalan, rombongan tim Pesantren Al-Itqan tiba di Balai Dakwah Banjarnegara sejak Senin sore terhitung sejak 2 Ramadhan ( 4 April 2022 ).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kegiatan Seminar Parenting Al-Qur’an “Dahsyatnya Guru Ngaji Anak Usia Dini” oleh pemateri Ust Rofiq Hidayat Lc, di Aula Gedung Al-Qomar Center. Acara yang dibuka langsung oleh Ust Junianto selaku pembina Balai Dakwah Banjarnegara disambut hangat oleh puluhan peserta tamu undangan dan tokoh masyarakat hari itu hingga usai acara, Selasa ( 5 April 2022 ).

“Alhamdulillah, bersyukur atas Rahmat Allah kegiatan Serambi Ramadhan Balai Dakwah Al-Qomar Banjarnegara dapat terlaksana dengan diselenggarakannya acara spesial parenting untuk upgrading para guru ngaji di sekitar Banjarnegara melalui momentum kampung ramadhan”, terang Ust Junianto dalam muqaddimahnya.

Selain itu, Balai Dakwah Banjarnegara dalam cakupan wilayah dakwahnya memang menjangkau daerah-daerah dusun perkampungan pelosok salah satunya, Desa Kalitengah daerah terjal perbukitan yang merupakan daerah perbatasan antara Banjarnegara dan Kebumen. Jaraknya cukup jauh, sekitar 30 KM atau jarak tempuh 1 jam perjalanan dari pusat kota ke wilayah tersebut. Ada beberapa TPQ baik di Masjid dan Mushola di wilayah Kalitengah yang didirikan oleh Balai Dakwah untuk menjadi pusat wahana anak-anak dan masyarakat mengaji hingga saat ini. Hal ini sekaligus menjadi ladang amal jariyah bagi setiap para da’i yang akan datang ke wilayah tersebut untuk berbagi berkah keilmuannya.

Safari Ramadhan Pesantren ini beraneka ragam agenda kegiatan di dalamnya diantaranya, daurah pengajian, kajian jelang buka puasa bersama masyarakat, kultum dan shalat tarawih dan silaturahim tokoh masyarakat lainnya.

 

wakaf sumur 4

Tanmia Foundation : Wakaf Sumur Untuk Bangkitnya Masjid dan TPQ An-Nur Karamat Titdoy Pulau Mangoli

wakaf sumur 5

Bulan Muharram telah berlalu bersama bangkitnya anak-anak pada masa pandemi di Masjid An-Nur dan TPQ Desa Karamat Titdoy Kecamatan Mangoli Timur Pulau Mangoli Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Pekan yang bahagia bagi para jamaah Masjid An-Nur dan TPQ Karamat Titdoy menerima bantuan wakaf sumur bor bersama instalasi air dari program wakaf sumur Tanmia Foundation pada Selasa ( 14/09/2021).

Ini merupakan serangkaian bagian giat misi kegiatan program wakaf sumur Tanmia Foundation yang concern didedikasikan untuk daerah-daerah perkampungan di Maluku Utara khususnya kawasan pulau-pulau di Kabupaten Kepulauan Sula.

Diharapkan masa pandemi yang masih ambigu kapan entah berakhirnya berlangsung menjadi tema program kepedulian bersama Tanmia Foundation untuk menguatkan dan membangkitkan kehidupan sesama saudara seiman yang dilanda kesulitan dalam pandemi ini terus mendapat dukungan luas dari masyarakat terutama dalam pelayanan ummat dan kejayaan di medan dakwah.

“Alhamdulillah, pada hari ini (14/09/2021) kami turun ke Dusun 01 Desa Karamat Titdoy, Kecamatan Mangoli Timur, Pulau Mangoli untuk serah terima proses sumur pengeboran dan pemasangan instalasi air sumur untuk Masjid An-Nur dan TPQ Karamat,” terang Irawan Koordinator relawan penggerak pendidikan, dalam rilis yang diterima pihak Tanmia .

Sumur dan instalasi penampungan air bor untuk Masjid dan TPQ Karamat ini secara khusus merupakan wakaf bantuan langsung dari seorang muhsinin Hj Soenarsih Jack Sjoehada.

Keberadaan Masjid dan TPQ merupakan cikal bakal penggerak pendidikan generasi yang diharapkan dapat di andalkan jamaah dan warga setempat. Sehingga dengan adanya dukungan penambahan fasilitas air dan penampungan akan mengurangi kendala yang ada sampai saat ini, terlebih dikala nanti musim kemarau tiba, air bersih sering menjadi kendala.

“Syukur, Alhamdulillah atas kepedulian para muhsinin Tanmia Foundation yang sampai hati memperhatikan keberadaan masjid kami yang jauh terbentang lautan di Pulau Mangoli ini dengan memberikan wakaf sumur dan instalasi penampungan air. Mulai sekarang warga akan sangat terbantu utamanya untuk kebutuhan masak dan minum, termasuk rutinitas kegiatan ibadah shalat berjamaah”, jelas Marising Umasangaji tokoh masyarakat setempat pada relawan Tanmia di lokasi.

wakaf sumur

Ini adalah sumur ke-7 dari penyaluran wakaf sumur Tanmia Foundation di Kepulauan Sula setelah sebelumnya berada di pulau Sulabesi Selatan. Jarak dan cuaca yang ekstrem menuju pulau Mangoli adalah kendala dan tantangan tersendiri apalagi memasuki bulan Agustus – September – Oktober kegiatan antar pulau akan sangat terdampak, sehingga membutuhkan mental dan keberanian tersendiri untuk menjangkaunya, tak ubahnya para relawan penggerak pendidikan yang menyalurkan kegiatan wakaf sumur bor Tanmia Foundation untuk Pulau Mangoli tersebut.

wakaf sumur 7

Sekarang, Alhamdulillah sudah ada tambahan air yang cukup bahkan sudah bisa lebih bermanfaat untuk berhemat. Terlebih debit air ini sangat jernih dan tidak bau, sehingga bisa untuk keperluan konsumsi jadi kami sangat berterima kasih. Semoga Allah muliakan para muhsinin dermawan dan donatur Tanmia Foundation yang tak henti berbagi,” tambah Marising Umasangaji dengan bahagianya.

Geografis Pulau Mangoli cukup besar wilayahnya dibandingkan dengan Pulau Sulabesi dimana keberadaan ibukota Sanana Kepulauan Sula berada tapi mini enjadi tempat yang cukup rawan dengan keberadaan arus kuatnya selat Capalulu antara Pulau Taliabu dan Pulau Mangoli. Selat ini juga dikenal dengan kedalaman palung dan pusaran airnya yang bisa berubah sewaktu-waktu sehingga memang harus menggunakan jasa pelaut yang memang mengetahui seluk-beluk dan berpengalaman ke wilayah perairan ini. Kendati demikian bukan berarti menjadi halangan untuk mengalirkan pahala air jariyah, seketika niat kesungguhan hati itu ditunaikan. Alhamdulillah, Allah mudahkan.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

wakaf pakaian 5

Sinergi Kebaikan Tanmia Foundation, Kirimkan 3 Ton Wakaf Pakaian ke Pedalaman So’e Timor Tengah Selatan NTT

wakaf pakaian 2

Daerah daratan pulau Timor Nusa Tenggara Timur khususnya daerah perbatasan Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan Timor Leste ada banyak kisah warga dan keluarga yang harus diperhatikan sembari menyapa untuk membuka senyum tawa mereka. Satu yang juga menjadi fakta adalah kebutuhan pakaian untuk mereka sehari-hari sebagai bagian penting kebutuhan pokok hidup yakni kebutuhan sandang.

Kegiatan sinergi kebaikan melalui wakaf pakaian berbagi kebahagiaan, adalah inisiasi dari kegiatan Yayasan Harapan Ummat Boyolali bersama Tanmia Foundation Jakarta yang berhasil mengumpulkan bantuan wakaf pakaian sebesar 4 ton selama lebih kurang dua bulan terakhir sejak bulan Juli lalu.

Bantuan wakaf pakaian seberat 3 ton berupa 100 paket pakaian (siap dibagikan sudah siap dipersiapkan ( sebagai tahap pertama ) untuk dikirimkan lewat ekspedisi muatan kapal laut menuju So’e Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT pada ( 15/09/2021).

Menurut Afif, kegiatan pengumpulan wakaf pakaian memiliki respon animo sangat tinggi dari masyarakat sehingga pihaknya kewalahan sehubungan dengan tempat penampungan.

“Saya bersyukur mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya program ini sehingga pengiriman 3 ton ( 100 paket pertama ) yang sudah siap dibagikan bisa diberangkatkan hari ini menuju daratan So’e OeUe Timor Tengah Selatan NTT”, ucap Afif selaku pengurus harian Harapan Ummat dalam serah terima pemberangkatan pada pihak Tanmia.

Pengiriman dan pendistribusian wakaf pakaian diperkirakan akan berlangsung selama 3 pekan hingga sebulan lamanya terhitung sejak berangkat 15 September hingga Oktober yang akan datang, dengan bertajuk “Wakaf Pakaian, Berbagi Kebahagiaan”.

Zul, salah panggilan akrab seorang relawan da’i lokal menyampaikan, bahwa sebanyak 100 paket wakaf pakaian akan dibagikan secara door to door kepada warga kampung di pedalaman dan perbatasan Timor Tengah Selatan NTT. Khususnya bagi warga yang kurang mampu, lansia, dan dhuafa baik muslim maupun non muslim.

“Paket yang kita berikan memang sederhana tetapi layak untuk dibagikan, tapi Insya Allah dapat meringankan beban masyakarat, sehingga banyak lapisan masyarakat terbantu dengan adanya paket wakaf bantuan pakaian ini,” kata Afif, dalam penjelasannya yang diterima Tanmia Rabu (15/09/2021).

Afif berharap melalui kegiatan berbagi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan terutama kebutuhan sandang yang lebih layak.

“Masyarakat kita diberbagai belahan lapisan pedalaman nusantara masih butuh perhatian kita. Maka melalui kegiatan sinergi kebaikan dengan Tanmia Foundation kita dapat menyapa dan dapat membantu kepada sesama,” ujarnya.

Sekelumit dapat diketahui, daratan pulau Timor terutama Timor Tengah Selatan adalah berdiamnya banyak suku Timor dan Suku Tetun dan banyak sekali perkampungan Suku asli pribumi yang sudah ada turun temurun mendiami belahan sudut perkampungan dengan berbagai macam ragam corak adat kehidupannya. Dan juga merupakan salah satu assessment terhadap indeks daerah desa membangun yang masuk kawasan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bila menapakkan kaki disana, infrastruktur jalan perkampungan Amanuban Timur di kampung Senben, OeUe itu masih alami, dipenuhi bebatuan, licin, dan hanya ada satu jalur untuk keluar masuk dan melewati sungai untuk bisa sampai daerah tersebut.

Kegiatan wakaf pakaian layak pakai atau baru memang sederhana tapi akan bernilai sangat dibutuhkan oleh lapisan masyarakat daerah tertentu sebagai bagian saling bahu membahu tolong menolong anak bangsa yang peduli akan nasib saudaranya.

“Bekas atau pakaian baru tidak masalah. Yang penting masih layak diberikan. Banyak orang di perkotaan yang pakaiannya banyak. Sementara di pelosok-pelosok desa-desa banyak yang sangat prihatin masih membutuhkan itu. Mereka akan bahagia sangat senang jika dibantu pakaian,” pungkas Afif dalam bahagia senyumnya.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Buku Tanmia Foundation di Majelis Taklim Muallaf Perbatasan Atambua – Timor Leste

Ratusan eksemplar buku wakaf Tanmia Foundation sudah diberangkatkan berangsur waktu lalu ke berbagai pelosok penjuru nusantara. Tak luput juga daerah perbatasan Atambua NTT dengan Timor Leste menjadi salah satu daerah tujuan pengiriman buku.

Distribusi Wakaf Buku Tanmia Foundation untuk Majelis Taklim Muallaf Husnul Khotimah di Atambua Selatan sudah diterima Nurul Khasanah selaku pembina para muallaf pada ( 22 /03/2021 ).

Pembinaan para muallaf di perbatasan Atambua yang berjumlah belasan ini sudah berjalan sejak 2017 sehingga pentingnya usaha untuk membina dan merawat keislaman mereka selama ini belum maksimal.

Pemberian wakaf buku ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan dorongan semangat untuk lebih giat menuntut ilmu dengan menggerakkan kembali semangat literasi para anggota majelis taklim para muallaf.

“Tujuannya, agar buku wakaf yang dibagikan ini bisa mendukung pengembangan dan peningkatan kegiatan-kegiatan positif di majelis taklim sebagaimana yang kita harapkan dan menjadi solusi akan kesulitanya akses literasi memperoleh buku selama ini,” ujar penjelasan Ust Fahmi da’i setempat kepada Tanmia.

Selain itu distribusi wakaf buku di pedalaman perbatasan ini diterima langsung dengan baik oleh H. Ulurudin Iho yang merupakan tokoh setempat tepatnya di Manuaman Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu.

Suasana perkembangan dakwah di perbatasan memang diliputi berbagai rintangan dan tantangan yang dihadapi, antara lain terbatasnya jumlah da’i apalagi bahan bacaan yang ada dan memiliki isi berkualitas sangatlah minim dan masih dibutuhkan juga komunikasi untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui wakaf buku Tanmia Foundation setidaknya menjadi bagian penting yang memprakarsai kemajuan gerakan literasi lewat donasi buku. Sebagai-mana perlu diketahui, banyak pegiat literasi seperti da’i, majelis taklim muallaf ataupun taman bacaan masyarakat yang dikelola secara swadaya, pasti membutuhkan banyak literatur referensi buku.

Wakaf sumbangan buku menjadi sangat berarti bagi masyarakat pedalaman agar kegiatan menebar semangat membaca dan menuntut ilmu dg literasi yang lengkap ke penjuru negeri semakin keras gaung manfaatnya hingga derasnya jariyah yang dialirkan.

Sampai saat ini sebaran target pengiriman wakaf buku Tanmia Foundation sudah terdistribusikan mulai dari ujung barat Sumatera sampai ujung timur Merauke Papua. Perlahan tampak geliat perubahan yang lebih baik untuk minat baca di masyarakat. Kedua bagi kalangan lembaga pendidikan terutama siswa dan guru semakin memahami betapa pentingnya literasi untuk mempersiapkan generasi dan lingkungan yang lebih baik lagi.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Membesuk Nenek Rabia, Janda Yang Tinggal Bersama Anak Cucunya

Berkunjung langsung membesuk para penyintas gempa ke tenda-tenda adalah rihlah ukhuwah yang menguatkan sinyal pekanya hati akan kepedulian dan rasa kemanusiaan.

Para penyintas gempa Majene dan Mamuju memang telah berhari-hari bahkan sudah sebulan lebih menempati tenda-tenda terpal ala kadarnya akibat porak porandanya rumah tempat tinggal mereka.

Sebutlah, Nenek Rabia, janda yang tinggal bersama anak dan cucunya di Sese Simboro Mamuju. Pagi buta dimana udara pagi usai shalat shubuh kami bersama tim relawan mengunjungi tenda reotnya yang ia tempati sudah sebulan lamanya.

Keadaan dan sikon yang ada memaksanya tetap bertahan dalam tenda layaknya menghuni rumahnya sebagai tempat berteduh. Kondisi terbilang masih darurat dan penuh ketidakpastian sebelum pemerintah membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuknya.

Rumahnya hancur berkeping-keping hanya menyisakan kolong lantai tanah dan atap langit saja, syukur dirinya masih Allah selamatkan dari maut kematian sehingga menjadikan nafasnya masih bisa hidup.

Marwan dan Mirwan adalah kedua cucu nenek Rabia yang juga selamat dari maut meskipun sempat dikhawatirkan malam saat gempa itu tiba mereka tewas.

Beruntung sepetak tanah masih bisa ia manfaatkan untuk mendirikan tenda tempat tinggal bersama anak dan cucunya karena memang tidak ada lagi orang laki-laki dewasa yang tinggal dalam rumahnya kini.

Hanya niatan untuk membesuk nenek Rabia dengan segenggam bantuan yang mampu diberikan semoga inilah rasa ikhlas yang terpanggil akan cinta terhadap nasib saudara-saudari muslim yang tertimpa ujian musibah dapat berangsur-angsur berubah lebih baik keadaannya.

Semoga doa ini tiada terputus untuk mengeringkan air mata para penyintas gempa dan para pengungsi yang ada. Dan belum lenyap peluh para relawan akan senantiasa terus berdatangan mengulurkan tangan kebaikan menghapus kedukaan dan kesedihan akibat musibah yang melanda ribuan warga Majene dan Mamuju Sulawesi Barat. Hasbunallah wanikmalwakiil.

Ali Azmi
Relawan Tanmia
Sulawesi Barat

Wakaf Sumur Memudahkan Kegiatan Santri Tahfidz di Pesantren Hidayatullah Tulungagung

Kegiatan belajar mengajar di sekolah dimana tempat berinteraksinya murid-murid dengan guru harus terjeda sementara waktu oleh pandemi. Kendati demikian kondisinya proses belajar mengajar untuk mendapat ilmu terus berkembang dengan kecanggihanya teknologi informasi salah satunya dengan daring pembelajaran via online internet dengan menggunakan berbagai macam platform aplikasi. Inilah proses kegiatan pendidikan kita hari ini dari berbagai tingkatan.

Bersamaan dengan itu pula Tanmia Foundation menyerahkan wakaf sumur bor di LPI Surya Melati Ponpes Hidayatullah Bandung Tulungagung, pada 18 Januari 2021. Pesantren yang berada di Jl. Kartini 1x Dk. Bakah Desa Mergayu Kecamatan Bandung Kabupten Tulungagung tersebut berdiri sejak tahun 2010 diatas lahan seluas 6000 m².

Sumur bor yang diwakafkan rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari santri yang saat ini berjumlah 143 santri dari tingkat SD sampai SMA. Setelah beberapa waktu melewati proses pengerjaan akhirnya sumur pun sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan proses kegiatan pesantren.

“Seiring perkembangan pendidikan program hafalan Qur’an adalah program unggulan pesantren kepada seluruh santri yang sehari-hari biasanya menghabiskan waktu hafalannya di dalam Masjid Fatimah pesantren”, jelas Ustadz Saiful salah satu pengasuh pesantren.

“Semua tujuan utama pendidikan pastinya menginginkan terciptanya generasi yang berakhlaq budi pekerti yang luhur usai belajar nantinya bersama ilmu yang bermanfaat. Semua itu juga tidak instan melewati prosesnya dan harus didukung dengan segala pendukungnya salah satunya sarana aspek fisik bangunan sekolah”, imbuh Ustadz Saiful.

Ust Dafiruddin, salah satu pengasuh pesantren juga mengungkapkan rasa syukur Alhamdulillah dengan adanya sumur bor air jadi bersih dan tidak bau lagi, bisa diprogramkan untuk masa yang akan datang.

Segenap harapan pengasuh pesantren pun merasakan dg adanya wakaf sumur semoga kebutuhan air santri dapat terpenuhi sehingga lebih memperlancar kegiatan pesantren secara keseluruhan dan mempermudah mencapai target pendidikan yang dicita-citakan selama ini.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Fiqih Prioritas Amalan Hati Diatas Amalan Badan

Oleh : Kholid Mirbah, Lc

Tanda kebaikan seorang manusia itu ketika diberikan semangat dalam menuntut ilmu. Nabi bersabda,

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam persoalan agama”

Dalam melaksanakan perintah Allah ‘azza wajalla, setiap muslim dituntut untuk melaksanakan perintah-perintah tersebut secara proporsional. Artinya, ketika Allah ‘azza wajalla memerintahkan suatu amalan yang tingkat hukumnya berbeda, maka setiap muslim semestinya lebih mendahulukan amalan yang posisi hukumnya paling tinggi. Inilah gambaran praktis soal fikih prioritas. Dalam bahasa arab dikenal dengan istilah Fiqh al-Aulawiyat.

Fiqih prioritas diantara tujuannya adalah agar kita bisa melakukan prioritas-prioritas amalan yang terbaik, kita tidak hanya sekedar diperintahkan untuk melakukan amalan itu agar gugur dari tanggung jawab kita tetapi lebih dari itu agar amalan yang kita suguhkan adalah amalan terbaik dalam hidup kita, dan itulah tujuan Allah menciptakan kehidupan dan kematian untuk kita agar kita memprioritaskan amalan yang terbaik untuk Allah swt. Firman Allah swt.

(ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَیَوٰةَ لِیَبۡلُوَكُمۡ أَیُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلࣰاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡغَفُورُ)

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
[Surat Al-Mulk 2].
Maksudnya adalah Allah Yang menciptakan kematian dan kehidupan agar Dia menguji kalian (wahai manusia) siapa di antara kalian yang lebih baik dan lebih ikhlas amalnya (Tafsir al-Muyassar)

Maka agar dapat meraih amal terbaik adalah dengan memahami fiqih prioritas, dan diantara salah satu kaidah dalam fiqih prioritas adalah kaidah memprioritaskan amalan hati diatas amal badan, atau amal batin diatas amal zahir, para ulama ketika membuat kaidah itu bukan tanpa alasan, mereka membuat dalil ini karena ada argumentasi syariah, alasannya adalah,

1. Karena amalan zahir itu tidak diterima manakala tidak didasari atas amalan hati yaitu keimanan.

Buktinya adalah diantaranya bahwa amalan orang yang tidak beriman tidak diterima Allah, meski amal zahirnya banyak. Dan iman itu tempatnya adalah hati, bukan sekedar ucapan tapi yang paling penting adalah hati, dulu orang orang badui ketika hanya mengikrarkan keimanan hanya sekedar lisan, makanya Allah tegur mereka dalam Al-Quran,

(۞ قَالَتِ ٱلۡأَعۡرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمۡ تُؤۡمِنُوا۟ وَلَـٰكِن قُولُوۤا۟ أَسۡلَمۡنَا وَلَمَّا یَدۡخُلِ ٱلۡإِیمَـٰنُ فِی قُلُوبِكُمۡۖ وَإِن تُطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا یَلِتۡكُم مِّنۡ أَعۡمَـٰلِكُمۡ شَیۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِیمٌ)

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[Surat Al-Hujurat 14]

Ini memberikan pemahaman bahwa amalan hati itu lebih baik dari amalan badan, Maka sebanyak apapun amalan kebaikan tapi tidak didasari dengan iman maka bagaikan debu yang berterbangan. Banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan amalan shalih orang Kafir yang tidak didasari dg iman maka amal mereka tidak diterima oleh Allah swt, diantaranya adalah,

(وَقَدِمۡنَاۤ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنۡ عَمَلࣲ فَجَعَلۡنَـٰهُ هَبَاۤءࣰ مَّنثُورًا)

Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
[Surat Al-Furqan 23]

وَمَن یَكۡفُرۡ بِٱلۡإِیمَـٰنِ فَقَدۡ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ)

Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
[Surat Al-Ma’idah 5]

Maka amalan hati dalam bentuk iman harus diprioritaskan, karena amalan zahir tidak berarti apa apa tanpa amal hati.

2. Ada amalan seorang muslim namun tidak didasari keikhlasan, dan keikhlasan adanya dihati maka amalan zahir nya tidak diterima oleh Allah, meskipun amalnya itu sangat banyak, karena terjadi kesalahan dalam niatnya;

Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw:

“Sesungguhnya amal perbuatan itu harus disertai dengan niat.”
Arti niat ini ialah niat yang terlepas dari cinta diri dan dunia. Niat yang murni untuk Allah SWT. Dia tidak akan menerima amalan seseorang kecuali amalan itu murni untuk-Nya; sebagaimana difirmankan-Nya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus…” (al-Bayyinah: 5)

Dan niat itu tempatnya dihati begitupula keikhlasan itu tempatnya juga dihati.

Dalam hadits Qudsi disebutkan, dimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam meriwayatkan dari Robb-nya, Allah ta’ala berfirman,

أنا أغني الشركاء عن الشرك, فمن عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته و شركه

“Aku paling tidak butuh pada sekutu. Barangsiapa mengerjakan suatu amalan dalam keadaan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersam dengan sekutunya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas sebagai dalil bahwa amalan hati lebih besar kedudukannya daripada amalan badan. Karena amalan badan tidak akan berguna bila seorang berlaku syirik, sebanyak apapun amalannya. Baik syirik kecil apalagi syirik besar.
Seperti seorang sedekah karena riya’ (dan riya ini letaknya di hati), maka akan sia-sialah pahala. Sebesar apapun nominal sedekah yang ia keluarkan. Atau membaca Al Qur’an supaya dipuji suaranya oleh orang-orang (sum’ah). Ini juga akan sia-sia pahalanya. Meski sebagus apapun lantunan suaranya.

Maka Nabi shallahualaihiwasallam menceritakan betapa bahaya nya amalan zahir yang tidak didasari keikhlasan kepada Allah swt dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ: جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari’ (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.'”

Dikisahkan, ada anak kecil bersama Abu Hanifah, tiba tiba ketika Abu Hanifah berjalan beliau terpleset dihadapnnya, lalu anak itu menasehati Wahai Abu Hanifah itu hanya terpeleset kaki penderitaan nya hanya bersifat sementara, tapi kalau yang terpeleset itu hati maka akan penderitaan tersebut akan dirasakan sampai hari kiamat.

Karena amalan hati itulah Sahabat Abu bakar menjadi manusia terbaik, makanya sampai kemuliaan hatinya juga diakui Rasulullah SAW sendiri, keimanan Abu Bakar ra tidak diragukan lagi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan al-Baihaqi, disebutkan bahwa beliau pernah bersabda, “Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat, maka akan lebih berat keimanan Abu Bakar.”

Ibnu Rajab berkata, Allah mengutamakan abu bakar atas yang lain bukan karena shalat, puasa, sedekahnya tapi semata mata karena amalan hatinya sehingga ia menjadi manusia terbaik.

Dalam hadits Bukhari Muslim Nabi saw bersabda,

فَوَالله الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian, benar-benar beramal dengan amalan penduduk jannah (surga) sehingga jarak antara dia dengan jannah itu tinggal sehasta. Namun dia didahului oleh al kitab (catatan takdirnya) sehingga dia beramal dengan amalan penduduk neraka, maka diapun masuk ke dalamnya. Dan sunguh, salah deorang dari kalian beramal dengan amalan penduduk neraka hingga jarak antara di dengan neraka tinggal satu hasta. Namun dia didahului oleh catatan takdir, sehingga dia beramal dengan amalan penduduk jannah, maka dia masuk ke dalamnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut kita bisa memahami bahwa penilaian baik buruknya seseorang itu tergantung akhirnya. Karena terkadang penampilan seseorang itu dapat menipu, kadang dalam penampilan dia pura pura baik, namun ternyata hatinya busuk, sehingga Allah perlihatkan kebusukan hatinya di akhir hayatnya. Maka sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

إنما الأعمال بالخواتيم

Amalan itu tergantung akhirnya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni Surga. Kemudian seorang laki-laki dari Anshar lewat di hadapan mereka sementara bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

Esok harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni Surga.’ Kemudian muncul lelaki kemarin dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya.

Besok harinya lagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga!!’ Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk sebagaimana kondisi sebelumnya; bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal .

Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut, lalu ia berkata kepada lelaki tersebut, ‘Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’

Dia menjawab, ‘Silahkan!’

Anas berkata bahwa Abdullah bin Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Abdullah juga mengatakan, ‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.’

Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Abdullah menganggap remeh amalnya, ia berkata, ‘Wahai hamba Allah, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni Surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.

Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’

Kemudian lelaki Anshar itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’

Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

Dari kisah tersebut kita simpulkan bahwa lelaki tersebut masuk surga karena amalan hati, menjauhkan hatinya dari rasa dendam, benci dan iri dari orang lain.
Maka jangan harap kita masuk surga dengan Shalat, puasa, dan ibadah ibadah zahir lainnya sementara hati kita menyimpan kedengkian, kebencian, permusuhan kepada sesama saudara seiman.

3. Baik-buruknya manusia itu tergantung baik-buruk hatinya

Berbicara tentang hati berarti membicarakan tentang bagian tubuh manusia yang paling penting dan utama, karena baik atau buruknya seluruh anggota badan manusia tergantung dari baik atau buruknya hati. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:

الأعمال الظاهرة لاتكون صالحة مقبولة إلا بواسط أعمال القلب، فإن القلب ملك واﻷعضاء جنوده، فإذا خبث الملك خبثت جنوده

“Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. ” (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).

(Mengutip Kajian Subuh Masjid Al Bilad yang disampaikan oleh Ustadz H. Luthfi Firdaus, Lc, MA).

Kehadiran Da’i Disambut Antusias Oleh Masyarakat Bukit Menoreh Untuk mendidik Generasi Muda

Sejumlah tokoh masyarakat Sayam pedukuhan Sonyo Jatimulyo yakni Bapak Tukirin menilai, keberadaan da’i pengabdian merupakan sebuah kebahagiaan karena mereka menjadi bagian penggerak pejuang perubahan yang sangat diperlukan bagi kalangan komunitas, majelis taklim maupun masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan khususnya Sayam Sonyo Jatimulyo.

Akses jalan hanya bisa untuk kendaraan bermotor saja, sehingga untuk mobil atau kendaraan lainya harus berhenti di ujung jalan dan harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer sekitar 15 menit. Wilayah ini beberapa tahun lalu masih tergolong menjadi wilayah terpencil atau pedalaman karena tergolong minimnya akses.
Namun seiring dengan menetapnya kiprah dai yang concern untuk mengajar ngaji anak-anak, remaja dan orang tua sangatlah penting pengaruhnya hingga sekarang.

Pada realitanya, kunci sinergi dan kolaborasi antara da’i, masyarakat dan lingkungan setempat adalah pintu kesuksesan dan kemajuan yang harus terbangun tertata secara apik dalam rangka mengembangkan sayap dakwah terutama di daerah pedalaman yang sama sekali tidak tersentuh indahnya hidup dalam naungan islam terlebih jejak historis sebelumnya memang banyak kalangan muallaf yang sejak tahun 1980-an namun minim pembinaan.

Sosok Ust Nurwanto dan Ust Fahrul adalah salah satu potret da’i yang kini masih berkhidmat membersamai masyarakat. Kehadirannya juga sangat berpengaruh untuk memberikan sumbang sih terhadap kemajuan lingkungan setempat karena tak sedikit peran mereka untuk memberikan ilmu demi menyiapkan masa depan lingkungan dan generasi yang lebih baik. Kegiatan berbasis sosial dari berbagai kalangan pun turut memberikan sumbangsih baik secara materi maupun lainya demi membangun kesadaran dakwah dan umat Islam dengan kepedulian hingga pelosok negeri. Memang bukan untuk pertama kalinya baru-baru Tanmia Foundation mengadakan kegiatan serah terima wakaf sumur yang sekaligus menghimpun para tokoh masyarakat dan pedukuhan setempat, Jum’at ( 30/10/2020).

Nurwanto, adalah potret seorang da’i yang mulanya ditugaskan berdakwah dari akademi Al-Qur’an Forum Aktivis Masjid untuk daerah tugasan di Sayam Sonyo ini tak mengira hingga akhirnya resmi menjadi da’i lokal yang menetap dengan hubungan perkawinan dengan masyarakat setempat sejak beberapa tahun lalu.

Kendati lika-liku perjalanan dakwah masyarakat di Perbukitan Menoreh salah satu kawasan tertinggi di wilayah Girimulyo Kulon Progo, ia mengatakan, berdakwah di kawasan pedalaman seperti ini sudah pasti banyak tantangan dan rintangan namun Bismillah dengan niat keikhlasan justru semakin membuat termotivasi untuk meneruskan risalah kenabian menguatkan pilar-pilar dakwah layaknya tebing kapur Menoreh yang tegak kokohnya menjulang ke atas. Tugas ini adalah kemuliaan sebagai tugas ilahi “dakwah illaaah” seperti tugas yang disampaikan para Nabi dan Rasul.

“Kondisi alam Sonyo yang menantang, seperti hawa dingin yang menusuk juga medan yang terjal, licin, dan menanjak menjadi tantangan setiap hari bagi para dai di pedalaman,” kata Ust Nur akrab dipanggilnya.

Tukirin, Bapak Pedukuhan sekaligus tokoh masyarakat Sonyo juga menyampaikan kehadiran para dai di lingkungannya memberikan pencerahan dan pengetahuan agama yang benar bagi sekitar puluhan penduduk yang notabene masih awam kendati berpuluh-puluh tahun menjadi muallaf karena minimnya pembinaan.

Pernyataan Tukirin juga dinyatakan Ibu Pairin warga asli yang aktif mengikuti kegiatan majelis taklim di Masjid At-Taubah Sayam, menurutnya, para da’i sangat baik keberadaanya dan dapat berbaur dengan masyarakat setempat tanpa pilih kasih bahkan kepada penduduk non-Muslim ( Budha ) sehingga kegiatan dakwah mereka mudah diterima dan saling memahami arti toleransi dan hubungan sosial kemanusiaan kekeluargaan.

“Kami memang menginginkan dai-dai tetap berada di tempat kami, bahkan ketika mereka mau pergi kami merasa kehilangan karena rasanya sudah erat tali kekeluargaanya layaknya keluarga yang sudah terjalin ditambah juga agar keadaan kami lebih baik secara pemahamn keislamanya disini, ” ujar Pairin yang juga tokoh masyarakat setempat.

Program Sosial Tanmia Foundation melalui Wakaf Sumur setidaknya menjadi inspirasi dan menjadi pilihan ummat untuk mendukung para da’i-da’i tangguh yang sudah berkhidmat mewakafkan dirinya melebur bersama ummat di berbagai pedalaman masyarakat dimana mereka ditempatkan.

Keberadaan da’i yang ditempatkan bukan karena pilihan kekosongan pekerjaan tapi menjadi pelayan-pelayan khidmatul ummah yang senantiasa mengarahkan kaumnya menjadi kaum pilihan menuju tempat keberkahan yang bernaung dalam Rahmat Allah sesuai cita-cita impian baldatun thoyyibatun warabbun ghofur.

Para da’i yang mengabdikan dirinya berdakwah di pedalaman negeri memang kiprahnya jauh dari sorot publikasi namun demikian jiwa ketulusan dan keikhlasan layaknya diapresiasi secara layak sebagai penerang ummat dengan ilmunya dari kegelapan.

Kehadiran terbentuknya Formasta ( Forum Remaja Masjid At-Taubah itu, juga menjadi lebih kreatif dengan peran kehadiran dua da’i yang berdakwah di pedalaman Sayam Sonyo tersebut. Bukan kegiatan sekedar rutinitas kajian keislaman semata juga pada kegiatan bersih-bersih masjid sekitar, lifeskill seperti budidaya lebah klanceng, hidroponik, barber shop pangkas rambut dan kegiatan positif lainya yang menjadi dorongan bagi generasi pemuda-pemuda Islam khususnya di pedesaan untuk terus bersemangat dalam segala bingkai aktivitas dakwah di lingkungannya.

“Berdakwah bukan merupakan tugas da’i sebagai seorang muslim semata. Tapi mereka juga berperan untuk menyiapkan generasi penerus muda Islam seperti di pedalaman ini harus dengan menyatukan semua potensi. Kehadiran dai di pedalaman ini setidaknya mendorong bagi generasi muda untuk terus berkiprah dalam pergaulan positif”, ujar harapan Kamto yang juga pengurus sekretariat Omah Ilmu berdampingan dengan Masjid At-Taubah Dusun Sayam Sonyo Jatimulyo Kulon Progo. Barakallahufiekum.

Ali Azmi
Relawan Tanmia

Wakaf Tanah Untuk Ruang Tahfizh Itqan

Alhamdulillah, puji dan syukur hanya milik Allah rabb semesta Alam, shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepangkuan Nabi besar Muhammad shallahu alaihi wasallam kepada keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Semoga bapak dan ibu dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan Allah ta’ala, dijauhkan dari berbagai penyakit dan mara bahaya.

Izinkan kami dari pengurus Yayasan Islam Attanmia menyampaikan informasi tentang kondisi pesantren kami (Al Itqan) sekarang ini, Alhamdulillah hingga saat ini seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, Alhamdulillah hingga saat ini jumlah santri sudah 91 orang dari berbagai daerah di tanah air.

Mushallah pesantren kami yang berukuran 6X7 M2 Alhamdulillah sudah penuh sesak dengan santri dan guru yang melaksanakan shalat dan kegiatan tahfizh di dalamnya hingga ke teras mushallah, secara normal satu halaqah (kelompok tahfizh) berisi 10 santri, kalau 91 orang berarti harus ada 9 Halaqah, karena ada beberapa yang muallaf dan kemampuan baca Al Qurannya masih sangat lemah sehingga kami harus membuat 3 halaqah tambahan dengan total 11 halaqah, sudah barang tentu mushallah tersebut tidak mampu menampung meskipun kami sudah memfungsikan Saung (gazebo) di halaman pesantren untuk kegiatan tahfizh juga.

Melihat sempitnya tempat yang tersedia maka kami berencana Untuk membebaskan lahan yang ada di sebelah timur pesantren, luas tanah tersebut 560 M2, tanah tersebut bersebelahan (nempel) dengan tanah pesantren, yang kami pandang sangat strategis bila nanti dapat dibebaskan dan dibagun ruang Tahfizh dan ruang kelas di atasnya.

Harga tanah tersebut Rp 1.700.000,- per Meternya (M2), in syaa Allah dengan adanya lahan tersebut nanti in syaa Allah kita akan dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi anak – anak kaum muslimin yang ingin menghafal Al Quran dan belajar ilmu syar’i di Pesantren Al Itqan.

Dengan demikian kami kembali memberanikan diri mengajak bapak dan ibu muslimin dan muslimat untuk bahu membahu mewujudkan fasilitas tahfizh untuk santri guna mewujudkan kader Guru Al Quran dan Dai di masa yang akan datang serta meraih pahala jariyah dan kejayaan ummat.

Atas perhatian dan partisipasinya kami sampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya dengan ucapan Jazakumullah khairan, Barakallahu fiekum, semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan pada rencana pembebasan lahan ini dan memberikan kepada kita kelancaran dalam seluruh kegiatan.

Bukhari Abdul Muid
Ketua Yayasan

⛳️ Informasi
🇲🇨 www.tanmia.or.id
📮 info@tanmia.or.id
🍀 085215100250
☪️ Bank Syariah Mandiri
7117833447
YAYASAN ISLAM ATTANMIA

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id

    × Ahlan, Selamat Datang!