bantuan bencana aceh tamiang

Tanmia Peduli Sudah Menyalurkan Lebih Dari Dua Ton Beras

79 Views

bantuan bencana aceh

Musibah dan bencana adalah ketentuan Allah sebagaimana usia dan rezeki. Namun sebagaimana rezeki terikat dengan upaya dan ikhtiar, maka musibah dan bencana pun sejatinya tidak berdiri sendiri. Ia terikat dengan hukum sebab akibat. Alam tidak merusak dirinya sendiri, namun alam merespon kerusakan yang dibuat manusia pada dirinya. Ini bukan tentang bencana alam, namun tentang bencana kerusakan manusia yang dilakukan pada alam.

Hingga hari ini, tim Tanmia peduli telah menyalurkan lebih dari dua ton beras kepada warga terdampak bencana banjir bandang Aceh Tamiang berikut minyak goreng, gula snack roti/makanan ringan dan lilin sebagai penerangan darurat. Bantuan lainnya seperti pakaian layak pakai sebagian sudah datang dan telah disalurkan dan sebagian lagi masih di perjalanan. Sedangkan pengadaan air bersih masih sedang dalam proses belanja material dan penyiapan tempat dan lokasi.

Nampaknya kebutuhan bahan makanan pokok ini akan menjadi problem yang berkepanjangan bagi warga, mengingat mata pencaharian mereka yang sebagian besar petani ladang dan tambak terputus akibat banjir yang melanda. Hewan ternak mereka, baik sapi, kambing ataupun ayam banyak yang hanyut oleh banjir yang airnya mulai naik dari petang dan sampai pada puncaknya dini hari hingga ketinggian bervariasi antara 3-5 meter.

bantuan bencana aceh tamiang

Putusnya mata pencaharian mereka itu diperparah dengan terputusnya akses air bersih karena sumur-sumur yg dipenuhi lumpur serta pasokan air PDAM yang berhenti. Juga rusaknya alat transportasi yang menjadi kendaraan mereka sehari-hari untuk mobilitas dan juga pekerjaan mengais rezeki.
Hari ini (senin/17/12) kami kembali menyalurkan bantuan bahan makanan ke kampung-kampung yang lokasinya terpelosok dan agak menjauh dari jalan raya.

Ini artinya bantuan yang sampai ke mereka tentunya tidak semasif yg ada dipinggiran jalan raya atau aksesnya masih tidak terlalu jauh dari jalan raya.
Kami mendatangi desa Marlempang dan Paya Rahat yg kondisinya nyaris sama dengan awal-awal banjir mulai surut. Endapan lumpur diluar rumah yg belum dibersihkan, kondisi berantakan dari barang-barang yang rusak terkena banjir, baik yang sedang dijemur atau yang sudah jadi sampah adalah pemandangan yang kami jumpai sepanjang lintasan mobil operasional kami.

bantuan bencana aceh tamiang

Untuk bantuan, Alhamdulillah sudah masuk dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka juga sudah bisa tertawa dan bercanda sekalipun masih berduka. Untuk beberapa hari kedepan, mereka bisa bernafas lega karena kebutuhan makan mereka tercukupi, namun entah setelah itu. Barangkali, harapan akan datangnya bantuan-bantuan selanjutnya itulah yang masih tetap menyisakan harapan walaupun hal itu tidak bisa di prediksi juga. Namun yang jelas, butuh waktu yang agak panjang agar mereka bisa bekerja lagi seperti biasa, memanfaatkan lahan yang menjadi mata pencaharian untuk mengais rezeki sehingga tidak tergantung lagi pada bantuan.

Kegiatan hari itu kami akhiri sore hari menjelang malam dengan singgah di sebuah masjid di perkampungan Batang Janeng untuk melaksanakan shalat maghrib. Dalam perjalanan pulang, kami melewati perkampungan dengan kondisi gelap gulita nyaris di sepanjang jalan. Hanya sesekali dijumpai rumah yang menyala lampunya dengan genset, namun penerangan yang ala kadarnya dengan lilin atau lampu minyak kelapa di rumah-rumah warga itulah yang paling banyak menjadi teman setia untuk melewati malam hari.

Ust M Rofiq, Lc

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id