bendera putih aceh

Angkat Bendera Putih Untuk Aceh

109 Views

bendera putih aceh

Awan kelabu masih gelap menggantung dilangit Aceh Tamiang. Begitu juga mendung sendu kelabu masih gelap menggelayut diatas awan berkumpul di langit Kecamatan Banda Mulia, tepatnya di ibukotanya Telaga Meuku, Tanjung Keramat.  Di rumah kediaman Tengku Abdul Mu’id dimana Posko Tanmia Foundation dibuka untuk merespon penanggulangan bencana Banjir Alam yang melanda Aceh Tamiang pada tanggal 25 November beberapa pekan lalu.

Sampai saat tulisan ini ditulis sisa-sisa material banjir masih pecah berserak di setiap sudut jalanan. Lumpur pekat yang terbawa arus banjir masih banyak tertinggal dalam rumah-rumah warga, sekolah, masjid, meunasah (mushola) dan tak sedikit yang makin mengeras bila tak segera dibersihkan. Material Banjir yg menerjang masih tertinggal begitu saja dimana-mana kian menambah parahnya situasi yang tak kunjung membaik sampai hari yang ke-22 pada hari ini, Rabu 17 Desember 2025.

bendera putih aceh

Aliran listrik masih padam dan jaringan sinyal seluler pun masih hilang sehingga susah untuk berkomunikasi. Tiang listrik dan jaringan internet yg bertumbangan berantakan dimana-mana ini yg kian menyulitkan warga masyarakat untuk  berkomunikasi alih-alih menghubungi relawan untuk membantu bergotong-royong bahu membahu warga.

Begitu juga air bersih menjadi sangat urgen kebutuhannya ditunggu-tunggu mendesak untuk keperluan konsumsi sehari-hari. Air seperti kebutuhan yg sangat mendesak untuk konsumsi dapur untuk keperluan masak memasak maupun keperluan MCK yang tak bisa ditunda lagi berlama-lama. Sebagaimana kata warga,”untuk sekedar minum pun kami kesulitan apalagi untuk mencuci”,tutur warga yang banyak kami jumpai.

bendera putih aceh

Pasca banjir yang dahsyat kondisi saluran air PDAM lumpuh mati total dan belum ada tanda-tanda kapan bisa mengalir seperti semula. Sumur warga pun masih terendam lumpur yang tebal sampai 1 meter. Dg perlengkapan seadanya warga hanya menunggu bisa bertahan dengan apa yang mereka butuhkan dan mereka miliki dengan jerigen air yang mereka bisa dapatkan dg membeli air bersih atau mengais air-air berlumpur yang sekedarnya bisa digunakan.

Banjir bandang memang menghapus kenangan segalanya, tapi tidak dengan solidaritas. Ketika hendak memasuki Aceh Tamiang maka siapapun terlebih relawan harus siap untuk berjalan dalam gelapnya lorong-lorong kampung yg masih becek dg kubangan lumpur, berjam-jam dalam sunyinya malam yang gelap tanpa listrik. Sunyi sepi bak seperti perkampungan yang hilang dari riak tawa anak-anak bermain-main

bendera putih aceh

Duka warga belumlah berlalu, warga harus bertahan hidup dg mengolah bahan makanan apa yang ada dirumah selama putus sementara mata pencaharian. Hampir berhari-hari mie instan menjadi makanan yg sering dimakan. Ia sebagai bahan makanan pengganti nasi demi bertahan hidup. Bahkan banyak warga yg memilih mengkonsumsi ubi dan singkong ketika tak terjangkau bantuan seperti di beberapa titik terisolir yg jauh dari jangkauan dan terputus aksesnya. Karena berdasarkan kondisi lapangan Aceh Tamiang, kerusakan hampir merata 95 % dengan jumlah pengungsi hampir 290.000 jiwa. Yang tersebar di 12 Kecamatan dari ujung Tamiang Hulu di Babo Bandar Pusaka hingga di Pesisir Telaga Meuku Kecamatan Banda Mulia dan Pesisir Batang Lawang Kecamatan Bendahara.

Semalam bingkisan paket yang berisi sekerat roti dan secuil bingkisan kami semoga dapat mengobati doa dalam harapnya,  Semoga bantuan segera sampai itulah doa yang ditunggu-tunggu para penyintas dan muhsinin melalui langkah tertatih kami mengantarkan bantuan yg diamanahkan lewat Tanmia Foundation ke titik-titik penyintas yang luput dari jangkauan bantuan. Semoga meringankan dan panjang umur kebaikan membantu rakyat Aceh cepat pulih dan bangkit. [ Ali Azmi ]

No comments

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”       (Q.S. Fushilat : 33)

Mailing form

    Kontak Kami

    Jl. Kranggan Wetan No.11, RT.1/RW.5, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17434

    0852-1510-0250

    info@tanmia.or.id